UMKM Bisa Ungkit Ekonomi Nasional 4 Persen di 2020

Beranda Ekonomi UMKM Bisa Ungkit Ekonomi Nasional 4 Persen di 2020

JAKARTA – Kontribusi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengungkit perekonomian nasional di tengah pandemi Covid-19 cukup besar hingga 60 persen. Karenanya, jika UMKM dikelola dengan baik maka diperkirakan ekonomi domestik bisa diposisi 4 persen hingga akhir 2020.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, peran UMKM sangat penting dalam memulihkan ekonomi nasional yang terpuruk akibat hantaman pandemi Covid-19.

“Iya, kalau kami fokus untuk mengelola UMKM dengan bai, pertumbuhan ekonomi minimal 3,5 persen hingga 4 persen. insyaallah sudah dapat,” katanya di Jakarta, kemarin (17/9).

BACA JUGA: Presiden Minta BNPT dan BIN Tuntaskan Kasus Penyerangan Ulama

Dia menyebutkan, industri UKM yang kuat maka secara otomatis ekonomi domestik akan menggeliat. Ini karena UMKM berkontribusi terhadap ekonomi nasional mencapai 60 persen. Selain itu, mampu menciptkan lapangan pekerjaan di dalam negeri sebesar 70 persen hingga 80 persen.

“120 juta UMKM itu mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Bayangkan, sekitar 70 persen hingga 80 persen kontribusi ke lapangan pekerjaan di Indonesia dan kontribusi ekonominya 60 persen,” ujarnya.

Pada 1998 silam, kata dia, UMKM berdiri kokoh dan menyelamatkan ekonomi negara saat krisis. Sebaliknya, perusahaan besar banyak yang kolaps tidak bisa bertahan karena gempuran krisis ekonomi.

BACA JUGA: Syekh Ali Jaber Mengaku Rasa Adem Saat Ditusuk, Gus Nur: Hahahaha Mungkin Dia Waliyullah….

“Maka kalau dibilang UMKM adalah garda terdepan yang menyelamatkan ekonomi nasional tidak berlebihan. Sebab, pada tahun (1998) bukan korporasi besar, karenanya eksistensi UMKM, kontribusi bagi bangsa dan negara harus dimaknai sebagai aset besar,” ucapnya.

Sementara Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, sektor UMKM harus dijaga dengan baik, karena sektor tersebut mampu menyerap 97 persen tenaga kerja. Artinya, jika UMKM terganggu maka angka pengangguran akan bertambah.

“Karena kalau UMKM ini terganggu maka kita khawatir angka pengangguran (bertambah) banyak,” kata Teten.

Di masa pandemi Covid-19 ini, kata dia, ujian bagi pelaku UMKM. Sebab banyak pekerja formal yang kehilangan pekerjaan, sehingga kemungkinan besar banyak yang banting stir menjadi pelaku usaha mikro. Kondisi ini menyebabkan terjadi pesaingan cukup tinggi antara pelaku usaha.

BACA JUGA: Infografis: 8 Tata Cara Penanganan Pelanggaran Protokol Kesehatan Pilkada 2020

“Bahkan orang yang di PHK dari sektor formal juga akibatnya harus diserap juga oleh UMKM, sehingga tingkat persaingan UMKM tinggi,” tutur Teten.

Oleh karena itu, mantan Kepala Staf Kepresidenan ini tengah berupaya untuk menjaga pelaku UMKM agar tidak tumbang. Meski dalam kondisi sulit saat ini, pihaknya berupaya terus menggeliatkan pelaku UMKM. “Untuk itu kita harus berusaha agar UMKM kita ini bisa bertahan dalam kondisi yang cukup sulit,” ucapnya.

Upaya tersebut dilakukan, yakni agar tidak ada lagi penambahan angka pengangguran. “Yang terpenting itu tidak ada lagi jumlah pengangguran,” ucapnya.

Terpisah, ekonom Faisal Basri menyarankan untuk menyelamatkan UKM dan UMKM nasional dari dampak pandemi Covi-19, pemerintah harus memberikan akses kepada pelaku UKM dari luar negeri agar dapat memasuki pasar Indonesia.

Pasalnya, selama ini yang dilakukan pemerintah untuk menopang UKM nasional hanya dengan menggelontorkan dana saja. Tanpa memberikan akses kepada sektor tersebut untuk masuk dan bermitra dengan UKM luar negeri, utamanya yang memproduksi pasokan bahan baku atau suplly value chain.

Padahal, di saat terjadi disrupsi global value chain seperti sekarang, UKM Indonesia memiliki potensi cukup besar untuk kembali bangkit. Tidak hanya di masa pandemi, namun juga pasca wabah nanti.

“Mereka akan mencari partner lokal, mereka akan mencari UKM-UKM kita. Nah, bantulah. Jadi UKM itu enggak sekadar dikasih dana-dana itu, tanpa muatan supply chain. Ini kan selama Covid-19. Jadi pasca Covid-19 sungguh strateginya harus berubah,” ucapnya.

Selain itu, dengan memberikan izin kepada UKM luar negeri untuk masuk ke Indonesia juga akan membuka lebih banyak lapangan kerja. Sebab, saat diberikan izin masuk, UKM luar negeri tidak akan membawa serta tenaga kerjanya, melainkan akan menggunakan rakyat Indonesia.

Faisal mencontohkan, UKM asal Jepang, saat mereka diberikan izin masuk, mereka akan memindahkan lokasi usaha seluruhnya ke Indonesia. Bukan membuka cabang, layaknya industri besar seperti Mitsubisihi dan Toyota. (din/fin)

Baca Juga

UMP 2021 Tak Naik, Daya Beli 2021 Sulit Tumbuh

JAKARTA -  Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah yang tidak menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 akan memengaruhi konsumsi masyarakat. Sehingga, daya beli masyarakat...

Ekonomi Nasional Berangsur Pulih

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan sistem keuangan menunjukkan tren positif seiring membaiknya proses pemulihan ekonomi di Tanah Air. Data yang dicatat Kementerian...

Surplus, Stok Beras Aman Hingga Januari 2021

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memperkirakan stok beras hingga akhir 2020 mencapai sekitar 7,45 juta ton. Pasokan tersebut masih mencukupi...

Pelaku UMKM Masuk Pasar Digital Masih Rendah

JAKARTA - Jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)di Indonesia sebanyak 64 juta, namun hanya 8 juta atau sekitar 13 persen yang memanfaatkan...

Penerimaan Pajak Bisa Tergerus

MAKASSAR - Banyak insentif diberikan pemerintah melalui UU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Secara otomatis akan ikut menggerus penerimaan pajak. Kepala Bidang P2 Humas Kanwil...

Berita Terbaru

Denny Siregar: Kalian Juga Suka Ngejek Agama Lain, Sekali Balik Diejek Langsung Main Penggal

JAKARTA- Aktivis media sosial, Denny Siregar mengatakan, seandainya ummat Islam di Indonesia dikenal sebagai ummat yang menghormati ajaran dan keyakinan orang lain, maka pastinya...

Ceramah Felix Siauw Dibatalkan, Denny Siregar: Gak Pantas UGM Dapat Ceramah dari Orang Model Ini

JAKARTA- Ustaz Felix Siauw rencananya akan mengisi kajian di Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM)....

Gak Puas, Koeman Maunya Barcelona Bantai Juventus

TURIN—Ronald Koeman percaya bahwa Barcelona tidak cukup kejam di Juventus pada matchday kedua Liga Champions. Tim Catalan yang meninggalkan Turin dengan kemenangan 2-0 bagi...

MU Hajar RB Leipzig 5-0

MANCHESTER—Manchester United berpesta gol di matchday kedua Grup H Liga Champions. Menjamu wakil Jerman, RB Leipzig di Old Trafford, Setan Merah menang lima gol...

Pirlo Akui Kehebatan Messi Cs

TURIN—Pelatih Juventus, Andrea Pirlo mengakui kehebatan Barcelona yang menaklukkan timnya di matchday kedua Liga Champions hari ini. Ia juga menyebut rencana Juventus tidak berjalan...

Nusantara

Waspadai Penularan di Rumah

TASIK – Penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya belum berhenti. Penularan di keluarga paling disoroti dengan jumlah kasus lebih dari 109 orang pasien...

Banyak Perahu Nelayan Dijual

CIREBON - Pandemi Covid-19 tampaknya menjadi mimpi buruk bagi para nelayan rajungan. Karena harga rajungan sejak Maret 2020 hingga saat ini masih jatuh. Sehingga...

News

Ceramah Felix Siauw Dibatalkan, Denny Siregar: Gak Pantas UGM Dapat Ceramah dari Orang Model Ini

JAKARTA- Ustaz Felix Siauw rencananya akan mengisi kajian di Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM)....

Dana Nasabah WanaArtha Tak Bisa Disita

JAKARTA - Kejaksaan seharusnya berhati-hati membekukan atau menyita rekening berbagai pihak dalam kasus Jiwasraya. Penyitaan atau pembekuan harus dibarengi dengan kejelasan keterkaitan. Pakar Tindak...

Progres 98 serta Tokoh Lintas Aktivis Menolak Demo Anarkis dan Politik Destruktif

JAKARTA - Berbagai persoalan politik bangsa yang terjadi di Indonesia sangat menarik untuk disikapi. Karena itu, perlu adanya evaluasi yang komprehensif terkait dinamika politik...

Pelaku UMKM Masuk Pasar Digital Masih Rendah

JAKARTA - Jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)di Indonesia sebanyak 64 juta, namun hanya 8 juta atau sekitar 13 persen yang memanfaatkan...

Penerimaan Pajak Bisa Tergerus

MAKASSAR - Banyak insentif diberikan pemerintah melalui UU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Secara otomatis akan ikut menggerus penerimaan pajak. Kepala Bidang P2 Humas Kanwil...

Kemendag Dorong UMKM Bidik Pasar Amerika Selatan

JAKARTA - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meminta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai membidik ekspor pasar di kawasan Amerika Selatan. Hal ini...

BLT Dana Desa Diperpanjang Jadi Sembilan Bulan

JAKARTA - Pemerintah memperpanjang pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa dari enam bulan menjadi sembilan bulan. Selain itu, sisa dana desa yang tidak...