BSU Tahap IV Segera Cair

Beranda Nasional BSU Tahap IV Segera Cair

JAKARTA – Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahap empat segera cair. BSU akan disalurkan ke 2,8 Juta pekerja yang berupah di bawah Rp 5 juta.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan BSU tahap IV akan segera disalurkan. Pihaknya pun telah menerima 2,8 juta data rekening calon penerima BSU tahap IV dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK). Kini Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) akan melakukan pemeriksaan ulang data tersebut.

“Kemarin kami menerima data baru dari BPJS Ketenagakerjaan untuk 2,8 juta calon penerima, mudah-mudahan proses batch IV ini sesuai juklaknya mulai hari ini kita akan melakukan ‘check list’,” katanya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (17/9).

Dengan diterimanya 2,8 juta data calon penerima BSU ini, Kemnaker akan segera memproses pencairan BSU tahap keempat setelah proses checklist selesai.

BACA JUGA: Syekh Ali Jaber Mengaku Rasa Adem Saat Ditusuk, Gus Nur: Hahahaha Mungkin Dia Waliyullah….

Dijelaskannya, sesuai petunjuk teknis penyerahan BSU, Kemnaker memiliki waktu maksimal empat hari untuk melakukan “check list” atau pemeriksaan ulang data yang diterima dari BPJS Ketenagakerjaan itu.

“Setelah itu, Kemnaker akan menyerahkannya ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk dicairkan oleh Himpunan Bank Negara (Himbara) sebagai penyalur,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, dengan penambahan 2,8 juta data untuk tahap IV, maka total 11,8 juta pekerja sudah dan akan menerima BSU. Dengan rincian, tahap I diberikan ke 2,5 juta orang, tahap II untuk 3 juta orang, dan tahap III 3,5 juta orang.

Pemerintah sebelumnya menargetkan 15,7 juta pekerja dengan pendapatan di bawah Rp5 juta akan menerima subsidi upah tersebut.

Untuk tahap III, proses penyerahan BSU agak terlambat. Namun, sudah dicairkan pekan ini.

BACA JUGA: Presiden Minta BNPT dan BIN Tuntaskan Kasus Penyerangan Ulama

“Batch III sudah kita mulai transfer sejak kemarin untuk 3,5 juta pekerja,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Kemnaker, hingga 14 September 2020 penyaluran subsidi tahap I dan tahap II telah diberikan kepada 5,45 juta penerima atau 99,1 persen dari total penerima tahap I dan tahap II sebanyak 5,5 juta orang.

Ditambahkan Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan K3 Kemnaker Haiyani Rumondang, sejauh ini pihaknya telah mengembalikan ribuan rekening calon penerima BSU. Salah satunya sebabnya karena rekening yang diberikan sudah tidak aktif.

“Ada data-data yang tidak valid, jadi di batch (tahap) I ada sekitar 6.000 tidak valid dengan keterangannya misalnya rekeningnya ditutup. Bisa saja ketika proses pemberian data rekening masih buka tapi ternyata tutup dalam beberapa waktu bulan setelahnya,” ungkapnya.

BACA JUGA: Mahfud MD Minta Petugas PLBN Tingkatkan Pelayanan dan Pengawasan Sesuai Protokol Kesehatan

Selain rekening tak aktif, pemeriksaan kelengkapan atau check list yang dilakukan Kemnaker juga menemukan rekening pasif atau rekening yang tidak melakukan transaksi dalam masa tertentu.

Dari temuan tersebut, Kemnaker kemudian mengembalikan data-data rekening itu ke BPJS Ketenagakerjaan untuk ditindaklanjuti kepada pihak berkepentingan yaitu pemberi kerja yang kemudian menginformasikan kepada pekerjanya.

Sementara Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan data-data yang diserahkan ke Kemnaker itu sudah mengalami validasi berlapis untuk memastikan penerimanya tepat sasaran.

Diungkapkannya hingga 16 September, pihaknya sudah menerima 14,7 juta dari target 15,7 juta data rekening calon penerima BSU. Namun, tidak semuanya lolos validasi berlapis.

BACA JUGA: KemenkopUKM Persiapkan Transformasi UMKM Pasca Pandemik

“Ada 1,7 juta yang tidak bisa diteruskan karena tidak sesuai kriteria, kemudian ada 1,2 juta yang masih kita proses ulang, kami kembalikan ke perusahaan untuk diperbaiki dan kami sedang menunggu proses perbaikan ini,” tegasnya.

Dia menyebutkan dari 14,7 juta data rekening yang kemudian divalidasi melalui Bank dan diperoleh 14,5 juta rekening.

“BPJAMSOSTEK lakukan validasi bank diperoleh 14,5 juta, dalam prosesnya terdapat 73 ribu nomor rekening tidak valid. Kemudian validasi selanjutnya sesuai kriteria Permenaker diperoleh 12,8 juta rekening, sehingga sebanyak 1,7 juta rekening tidak bisa dilanjutkan atau kita drop,” imbuhnya.

BACA JUGA: Pembangunan Embung Ditjen PSP Turut Dukung Pertanian Banyuwangi

Kemudian, validasi dilanjutkan pada tahap validasi nomor rekening dan ketunggalan maka diperoleh 11,8 juta nomor rekening yang valid sesuai kesamaan nama antara NIK dan rekening, di mana 1 peserta akan disalurkan bantuan ke 1 rekening.

Data 11,8 juta nomor rekening tersebut telah diserahkan ke Kemnaker dengan 4 tahap. Di mana data calon penerima bantuan subsidi upah gelombang 1 tanggal 24 Agustus 2020 sebanyak 2,5 juta, tahap kedua 1 September 2020 sebanyak 3 juta, tahap 3, yaitu 8 September 2020 sebanyak 3,5 juta, tahap 4 16 September 2020 sebanyak 2,8 juta nomor rekening.

“Sehingga total data nomor rekening yang sudah kita serahkan ke Kementerian ketenagakerjaan sejumlah 11,8 juta,” ungkapnya.(gw/fin)

Baca Juga

Vaksin Merah Putih Ada Enam Versi

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) memastikan, bahwa akan ada enam versi vaksin Merah Putih untuk penanganan Covid-19 di Tanah Air. Pernyataan...

Pariwisata Harus Terapkan Prokes

JAKARTA – DPR RI menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M) pada destinasi wisata. Di masa pandemi...

Vaksin Sinovac Lulus Uji Klinis 3

JAKARTA - Vaksin COVID-19 produksi Sinovac dinyatakan lulus uji klinis tahap 3. Vaksin dinyatakan bisa digunakan dan aman. Meski demikian Pemerintah masih menunggu laporan...

20 Provinsi Tak Naikan UMP

JAKARTA - Sedikitnya 20 dari 34 provinsi di Indonesia memutuskan mengikuti aturan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah tak menaikan upah minimun provinsi (UMP) 2021....

Sosialisasi AN Segera Disampaikan

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan, bahwa Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) telah mulai disosialisasikan. Khususnya, kepada mitra Kemendikbud...

Berita Terbaru

Infografis: Charlie Hebdo dan Kontroversinya

JAKARTA - Charlie Hebdo merupakan majalah satir Prancis yang saat ini menjadi sorotan dunia, khususnya umat Muslim lantaran publikasinya yang menuai kontroversi yang menggambarkan...

Kemaluan Digigit Semut, Perlukah Anda ke Dokter?

JAKARTA - Semut adalah salah satu serangga yang gemar menggigit, dan merupakan salah satu alat mekanisme pertahanan diri alaminya.  Namun apa yang terjadi ketika gigitan...

Melihat Pembuatan Al-Qur’an Mushaf Betawi

Project Al-Qur'an Betawi dimulai sejak 2014 dan dikerjakan oleh 20 pegiat seni kaligrafi.Namun semenjak pandemik Covid -19 para pengerajin mengerjakaannya dirumah masing - masing. Tak...

Tiga Cara Atasi Ketulangan

JAKARTA - Mengkonsumsi  ikan mau itu air tawar atau laut memang mengenakan, salah satunya konsumsi ikan bandeng yang bisa diolah dengan berbagai teknik memasak.  Akan...

Nusantara

Stok Beras Aman Hingga Februari 2021

ASTANAJAPURA – Dalam menghadapi musim penghujan, stok kebutuhan pangan seperti beras, bakal aman. Hal itu akibat dari masih adanya sisa stok gabah hasil panen...

Harga Garam Murah, Pembeli Langka

PANGENAN - Harga garam yang terlalu murah, ditambah jarang ada pembeli, membuat petani melakukan penimbunan. Bukan hanya menimbun hasil produksi tahun 2020 ini saja,...

News

Dukung Inovasi Bisnis, Angkasa Pura I Siap Gabung Holding BUMN Pariwisata

JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) mendukung dan siap bergabung dengan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang penerbitan landasan hukumnya ditargetkan dapat selesai...

Dorong Inovasi Bisnis BUMN untuk Menangkan Persaingan

JAKARTA - Dengan latar belakang entrepreneur kelas dunia, penunjukkan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN oleh Presiden RI Joko Widodo di Kabinet Indonesia Maju membawa...

Gelar Operasi Pasar, Bea Cukai Lindungi Konsumen

JAKARTA - Bea Cukai menggelar operasi pasar rokok ilegal di dua wilayah pengawasan yang berbeda. Yaitu wilayah Aceh barat daya dan Kabupaten Lamongan, Jawa...

20 Provinsi Tak Naikan UMP

JAKARTA - Sedikitnya 20 dari 34 provinsi di Indonesia memutuskan mengikuti aturan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah tak menaikan upah minimun provinsi (UMP) 2021....

Sosialisasi AN Segera Disampaikan

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan, bahwa Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) telah mulai disosialisasikan. Khususnya, kepada mitra Kemendikbud...

Waspada Gelombang Tinggi

JAKARTA - Gelombang tinggi hingga mencapai enam meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia hingga akhir pekan. Masyarakat khususnya nelayan diimbau agar waspada. Humas Badan...

Upah Tak Berubah, Buruh Siapkan Aksi Besar-besaran

JAKARTA - Pemerintah memutuskan upah minimum bagi para buruh tak berubah alias tidak ada kenaikan di tahun 2021. Artinya upah minimun masih sama dengan...