Beranda Headline Jakarta Seperti Kota Keramat

Jakarta Seperti Kota Keramat

JAKARTA – Indonesia mengumumkan 3.963 kasus baru Covid-19, rekor penambahan harian tertinggi sejauh ini sejak awal Maret. Dan Jakarta masih saja menjadi episentrum penyebaran wabah terbesar. Kota ini seperti kota keramat yang setiap hari membuat ketakuta.

Ya, dari data yang dirangkum diterima Fajar Indonesia Network (FIN) total kasus positif menjadi 228.993 orang. Dimana, jumlah kasus aktif per hari ini sebanyak 55.792 orang.

Untuk kasus sembuh bertambah 3.036 orang, sehingga total pasien sembuh menjadi 164.101 orang. Indonesia juga melaporkan 135 pasien Covid-19 meninggal dalam 24 jam terakhir, yang merupakan catatan kedua tertinggi sejauh ini. Total kasus kematian menjadi 9.100 orang.

Lebih dari 100 ribu orang masih berstatus sebagai suspect. Sebanyak 39.774 sampel spesimen dari 30 ribu orang diperiksa dalam 24 jam terakhir. Untuk Jakarta penambahan kasus terbanyak yakni 1.294 orang, kemudian Jawa Timur melaporkan 372 kasus baru. Disusul Jawa Tengah melaporkan 340 kasus baru.Kasus kematian tertinggi dalam 24 jam terakhir dilaporkan oleh Jawa Timur yakni 35 kasus dan Jakarta sebanyak 31 kasus.

Wafatnya Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah akibat Covid-19 merupakan cermin begitu berbahayanya Ibu Kota di masa saat ini. Jangankan bagi masyarakatnya, pejabat setempat yang notabene memahami protokol kesehatan dalam ruang lingkup kerja terimbas masuk wabah di lingkungan kerja.

”Selamat jalan putra terbaik Jakarta. Kami percaya tempatmu mulia dan tertinggi. Insya Allah kota ini akan terus mengirimkan pahala atas amal jariahmu di kota ini,” tutur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memimpin prosesi pelepasan jenazah Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, di Balai Kota Jakarta, Rabu (16/9).

Almarhum Saefullah wafat pada usia 56 tepat pukul 12.55 WIB setelah menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta Pusat setelah sebelumnya mengalami keluhan asam lambung serta gangguan pada detak jantung.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengemukakan bahwa komplikasi penyakit yang diderita almarhum juga diperparah dengan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pria yang lahir di Sungai Kendal, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, pada 11 Februari 1964 itu berhasil mencapai puncak karir tertinggi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di DKI Jakarta pada 11 Juli 2014 hingga 16 September 2020.

Saefullah pernah memperoleh amanat untuk mengemban tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur DKI Jakarta selama 40 jam pada 16 Oktober 2017. Jabatan tersebut diemban terhitung pukul 00.00 WIB hingga 16.00 WIB selama terjadi kekosongan jabatan kepala daerah menjelang pelantikan Anies Baswedan-Sandiaga Uno oleh Presiden Joko Widodo sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih.

Saat itu ada ada tiga tugas penting yang menyangkut stabilitas Ibu Kota Jakarta yang harus diemban berdasarkan perintah dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

”Saya sudah menerima tugas dari Menteri Dalam Negeri dengan tugas pokok yang pertama, menyiapkan pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih. Kedua, tugas kami adalah melaksanakan tugas sehari-hari gubernur dan yang ketiga adalah tugas kami membuat laporan kepada Mendagri, walaupun tugasnya kurang lebih 40 jam. Mudah-mudahan waktu 40 jam ini biasanya keramat gitu ya,” tutur almarhum saat itu.

Posisi strategis sebagai kepala daerah sementara dihadapi almarhum dengan serius, utamanya dalam menjaga stamina untuk tetap bugar di tengah tuntutan kerja yang kian bertambah. ”Saya bilang sama istri saya, selama 40 jam ini tolong siapkan air putih yang banyak supaya sehat, pinggangnya kuat,” kata almarhum.

Jabatan itu pun berakhir saat Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada pukul 16.00 WIB di Istana Negara dengan dihadiri kurang lebih 300 undangan, yang terdiri atas para menteri dan beberapa pejabat lainnya.

Merasakan jabatan sebagai seorang gubernur menjadi salah satu karir di birokrasi yang telah dituntaskan almarhum dengan penuh dedikasi. Pada kurun 2003-2004, Saefullah pernah mencicipi jabatan sebagai Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Barat.

Karir almarhum beranjak menduduki jabatan Kepala Sub Dinas SLTP DKI Jakarta pada kurun 2004-2008. Mahasiswa Strata 3 Universitas Padjajaran Bandung pada 2009 itu telah dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Kepala Dinas Pendidikan Dasar, DKI Jakarta pada 2008 serta Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda, DKI Jakarta pada 2009-2010.

Pada 2008-2014, suami dari Rusmiati itu duduk di jabatan Wali Kota Jakarta Pusat 2008-2014 hingga akhirnya menggantikan Fadjar Panjaitan sebagai Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta pada 11 Juli 2014. Ayah dari empat anak itu boleh jadi merupakan sosok pejabat teras di DKI yang sulit dicari penggantinya, sebab Saefullah telah mendampingi empat gubernur di Jakarta.

Mulai dari periode Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama, Djarot Saiful Hidayat, hingga Anies Baswedan. Tumbuh sebagai seorang birokrat kawakan tidak lepas dari pengalaman berorganisasi almarhum seperti menjabat sebagai anggota Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).

Lalu Anggota Persatuan Guru Republik Indonesia, Pengurus Palang Merah Nasional, Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia hingga Ketua Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta periode 2016-2020. Peristiwa wafatnya Saefullah seakan menjadi pesan bagi seluruh masyarakat bahwa Covid-19 itu nyata dan menjadi wabah harus diwaspadai.

”Pesan kepada semua, ini serius, mari kita jaga kedisiplinan ini bukan sesuatu yang ringan dan perlu keseriusan kita. Insya Allah kembalinya Sekda ke rahmatullah akan menjadi catatan bersejarah bagi Jakarta,” ujar Anies.

Presiden Joko Widodo tak lupa menyampaikan duka cita atas meninggalnya Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta akibat Covid-19. Jokowi sapaan akrab Joko Widodo – mengatakan semasa hidupnya, Saefullah merupakan sahabat sekaligus rekan kerja yang baik.

”Kami juga mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan atas berpulangnya Almarhum,” kata Jokowi melalui keterangan resminya. (fin/ful)

Kategori Terkait

Warga Papua Ganti Beasiswa Veronica Koman, Natalius Pigai: Memalukan Wibawa Negara

JAKARTA- Mantan Koordinator Komnas HAM, Natalius Pigai mengatakan, Indonesia kehilangan harga diri dan wibawa setelah rakyat Papua melakukan penggalangan dana dan berhasil mengembalikan beasiswa...

BUMN Dibubarkan, Dahlan Iskan: Itu Bukan Hal Baru

JAKARTA - BUMN dibubarkan bukan hal yang baru. Pernyataan itu dilontarkan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Ini setidaknya menjawab pertanyaan Basuki Tjahja Purnama alias...

Warga Papua Kembalikan Beasiswa Veronica Koman dan Bendera Merah Putih ke Mahfud MD

JAKARTA- Warga Papua yang mengatasnamakan diri Tim Solidaritas Ebamukai untuk Veronica Koman, telah mengambalikan beasiswa Veronika Koman kepada Menteri Keuangan (Menkeu) RI sebesar Rp773.876.918, pada...

Indonesia Masuki Fase Krisis

JAKARTA - Gagal panen, kekeringan sudah mulai terlihat di depan mata. Sementara ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga menjadi warning berikutnya. Kementerian Lingkungan...

Arief Poyuono Ungkit Lagi Prabowo Soal Kerusuhan Mei dan Penculikan Aktivis

JAKARTA – Menyambut susunan kepemimpinan baru dalam tubuh Partai Gerindra, Arief Poyuono, menegaskan pentingnya partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto itu segera mempersiapkan matang-matang...

Harusnya Ahok Benahi Pertamina, Bukan Ocehan untuk Tutupi Kegagalannya

JAKARTA- Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, yang harus dilakukan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama...

Berita Terbaru

Kebakaran Gedung Kejagung Diduga ada Unsur Pidana

JAKARTA- Kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung kini naik dari penyelidikan ke penyidikan sebab kejadian tersebut diduga ada unsu pidana. "Penyidik berkesimpulan terdapat dugaan peristiwa...

Diduga Terpapar Corona, Pelajar SMP Meninggal Dunia

TOBOALI - Diduga terpapar virus corona atau Covid-19, pelajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan (Basel),...

Tabrak Polwan Hingga Tewas, Wakil Bupati Yalimo Konsumsi Miras

JAKARTA- Wakil Bupati Kabupaten Yalimo Papua ED (31 th), ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penabrakan seorang Polisi wanita (Polwan) yang terjadi pada Rabu (16/9)...

Terjaring Operasi Masker, Puluhan Warga Dihukum Sapu Jalan dan Push Up

WONOSOBO - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Sapuran memberlakukan sanksi tegas bagi warga yang tidak menaati protokol kesehatan saat beraktifitas di luar...

Harga Tembakau Tak Sesuai Harapan

TEMANGGUNG – Meksipun harga jual masih belum sesuai harapan, namun panen raya tembakau tetap dilakukan oleh para petani yang ada di lereng Gunung Sindoro,...

Dampak PSBB Jakarta, Penumpang Pesawat Anjlok Lagi

MAROS - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta berdampak ke Sulsel. Penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin anjlok. General Manager PT Angkasa Pura I,...

Warga Papua Ganti Beasiswa Veronica Koman, Natalius Pigai: Memalukan Wibawa Negara

JAKARTA- Mantan Koordinator Komnas HAM, Natalius Pigai mengatakan, Indonesia kehilangan harga diri dan wibawa setelah rakyat Papua melakukan penggalangan dana dan berhasil mengembalikan beasiswa...

Konser Musik di Kampanye Harus Dilarang

JAKARTA - Peraturan KPU (PKPU) Nomor 10 tahun 2020 pasal 63 ayat 1 memperbolehkan konser musik dalam kampanye Pilkada Serentak 2020. DPR menilai hal...