Beranda Politik Christ Wamea: Ahok itu Buzzer, Kerjanya Bikin Gaduh Saja!

Christ Wamea: Ahok itu Buzzer, Kerjanya Bikin Gaduh Saja!

JAKARTA- Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahja Purnama alias Ahok mengatakan, jika dia menjadi Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina, maka ada sebagian masyarakat yang tidak sepakat.

Ditakutkan mereka akan melakukan aksi demonstrasi. Ahok menamakan mereka sebagai Kadrun atau kepanjangan dari Kadal Guru.

“Jadi persoalannya kalau saya jadi Dirut, ribut, kadrun-kadrun mau demo mau bikin gaduh lagi republik ini gitu loh,” ujar Ahok dichanel YouTube POIN, dilansir Rabu (16/9).

Ucapan Ahok ini jadi perbincangan. Sebagai pejabat publik, pernyataan itu dianggap memecah bela. Tokoh Papua, Christ Wamea menilai, Ahok seperti buzzer. Ucapannya selalu buat gaduh publik.

“Ahok itu buzzer sesungguhnya. Kerjanya pasti hanya bikin gaduh saja.” Tulis Christ dikutip akun twitternya, Kamis (17/9).

Sementara itu, pandangan yang sama dikatakan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu. Deklarator KAMI ini menilai, karakter Ahok yang kontraversial terlah tertanam lama. Bukan Ahok namanya jika tidak membuat kegaduhan.

“Ahok itu baru Ahok kalau kontraversial. Kalau gak kontraversi sudah ganti nama,” ucap Said Didu dikutip TV One.

Senada dikatakan, Fadli Zon. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menilai, cara komunikasi Ahok rasis dan memecah belah.

“Cara komunikasi seperti ini selain rasis juga memecah belah. Atau mungkin memang sengaja?” tulis Fadli Zon.

Ahok awalnya mengeluh tentang birokrasi di Pertamina. Hingga ada lobi-lobi direksi di Kementerian BUMN soal jabatan.

Ahok menceritakan posisi di Pertamina sebagai pemegang jabatan Komisaris Utama di PT Pertamina yang bertugas mengawasi kinerja para direksi. Namun, Ahok mengatakan bahwa dirinya bukan pengawas melainkan eksekutor.

Ahok bahkan mengusulkan agar Kementerian BUMN dibubarkan dan diganti dengan sistem seperti di Singapura. (dal/fin)

 

Kategori Terkait

Kepala Daerah Ikut Pilkada Dibiayai Cukong, Berpotensi Korupsi Kebijakan

JAKARTA - Kepala daerah terpilih yang saat pilkada dibiayai cukong alias pendana, berpotensi melakukan korupsi kebijakan. Salah satunya membuat kebijakan yang tidak sesuai undang-undang....

BBM Jenis Premium Jadi Sorotan

JAKARTA - Pertamina diminta mengkaji ulang rencana penghapusan BBM jenis Premium. Jika penghapusan Premium itu benar-benar dilaksanakan, maka Pertamina dapat dinilai melanggar penugasan Pemerintah...

Pokja Penanganan Pelanggaran Prokes COVID-19 Dibentuk

JAKARTA - Bawaslu diberi amanah memimpin Kelompok Kerja (Pokja) tata cara penanganan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) COVID-19 pada Pilkada Serentak 2020. Keputusan tersebut diambil...

Kampanye Pengumpulan Massa Diganti Virtual

JAKARTA - Kampanye Pilkada Serentak 2020 diprediksi berpotensi menimbulkan kerumunan massa. Satgas Penanganan COVID-19 menyerukan kegiatan pengumpulan massa saat kampanye diganti dalam bentuk digital....

Penyadapan di RUU Kejaksaan Dipertanyakan

JAKARTA - Rancangan Undang-Undang (RUU) Kejaksaan saat ini sedang dibahas di DPR RI. Dalam RUU tersebut, jaksa diberi kewenangan melakukan penyadapan. Hal ini masuk...

Konser Musik di Kampanye Harus Dilarang

JAKARTA - Peraturan KPU (PKPU) Nomor 10 tahun 2020 pasal 63 ayat 1 memperbolehkan konser musik dalam kampanye Pilkada Serentak 2020. DPR menilai hal...

Berita Terbaru

Melahirkan, Foto Bayi Irish Bella-Ammar Zoni Bikin Penasaran

JAKARTA - Pasangan selebriti Ammar Zoni dan Irish Bella tengah berbahagia. Ya, Bella dan Ammar kini resmi menyandang status baru mereka sebagai orang tua. Telah...

Sayangi Pemilih, Kandidat Cukup Sapa Warga Via Telpon dan Manfaatkan Medsos

JAKARTA - Virus corona (Covid-19) terus menyerang. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berkali-kali meminta kepada calon kepala daerah yang ikut serta dalam Pemilihan...

Panduan Belajaran Masa Covid-19 bagi Orang Tua Diuji Publik

JAKARTA - Panduan Orang Tua dalam Pendampingan Belajar Anak pada Masa Pandemi Covid-19 yang disusun Kementerian Agama (Kemenag) telah memasuki tahap uji publik. Direktur GTK...

Ada Tiga Faktor Indeks Ketahanan Pangan Turun

JAKARTA - Daya beli yang masih rendah akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan diperkirakan akan berdampak pada penurunan indeks ketahanan pangan pada akhir 2020 nanti. Diketahui,...

Wow, Ini Penampakan Celana Dalam Dinar Candy yang Laku Seharga Rp50 Juta

JAKARTA - Dinar Candy membuat heboh publik, Ya, pasalnya wanita yang berprofesi sebagai DJ itu telah menjual celana dalamnya melalui media sosial. Melalui akun Instagram...

Angaran Besar, Tapi 4 Rumah Sakit di Pringsewu Hanya Miliki 2 Ventilator

JAKARTA - Kekurangan ventilator ternyata bukan hal baru. Ini terjadi sejak Maret lalu hingga hari ini. Cermin ketidaksiapan pemerintah pusat dan daerah sangat kentara....

Masih Ada Pengembang Nakal

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah pengembang perumahan yang belum memenuhi kewajiban penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) atau fasilitas sosial dan...

Ada yang Disembunyikan Kejagung

JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) mempertanyakan keputusan Kejaksaan Agung yang melimpahkan berkas perkara Jaksa Pinangki Sirna Malasari ke penuntutan tahap II. Terutama menyangkut...