Beranda Pendidikan Cegah Kekerasan di Lingkungan Sekolah

Cegah Kekerasan di Lingkungan Sekolah

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menanamkan penguatan karakter untuk mencegah kekerasan pada siswa di lingkungan satuan pendidikan atau sekolah.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah (Dirjen PAUDDASMEN) Kemendikbud, Jumeri mengatakan, bahwa peningkatan pendidikan karakter dapat menciptakan siswa berkepribadian baik.

“Karena individu yang baik hanya bisa diperoleh dari lingkungan yang baik,” kata Jumeri di Jakarta, Rabu (16/9)

- Advertisement -

Jumeri menuturkan, bahwa ada tiga aspek yang membentuk karakter seseorang. Pertama, keluarga atau rumah yang memberi pengaruh sangat besar yaitu 60 persen. Kedua, satuan pendidikan yang memberi pengaruh sebesar 25 hingga persen.

“Ketiga, masyarakat yang memberi pengaruh sebesar 10 hingga 15 persen,” ujarnya.

Menurut Jumeri, tripusat pendidikan tersebut memengaruhi pembinaan karakter peserta didik, sehingga harus mendapat perhatian. Untuk itu, Ia menekankan perlunya kolaborasi semua warga pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang baik tersebut.

“Masing-masing aspek mempengaruhi satu sama lainnya. Pada aspek pertama dan kedua kita masih bisa kendalikan, tapi kalau pada jenjang masyarakat akan sulit,” terangnya.

Untuk mencegah dan mengatasi tindak kekerasan di sekolah, Jumeri mendorong semua pihak menggalakkan berbagai kegiatan edukatif seperti menyiapkan program sekolah yang ramah anak, menyenangkan, dan model pembelajaran yang mengarah pada pembinaan karakter peserta didik, meningkatkan fasilitas sekolah yang dapat memonitor seluruh sudut sekolah dengan baik.

“Sudut sekolah yang tidak terlihat seperti kamar mandi, rawan menjadi tempat tindak kekerasan,” katanya.

Selain itu, lanjut Jumeri, sekolah harus menggiatkan program yang mampu meningkatkan pemahaman tentang persaudaraan, hati nurani, toleransi, ketulusan, dan kejujuran seperti ekstrakurikuler, dan kegiatan lain yang positif.

“Selanjutnya, melibatkan orang tua dalam memecahkan problematika pembelajaran. Jangan sampai ada pandangan kalau orang tua diundang ke sekolah hanya karena masalah uang atau karena putra-putrinya ada kasus di sekolah,” tuturnya.

Sebab, kata Jumeri, dengan adanya interaksi antara orang tua dengan sekolah, memungkinkan kedua belah pihak mengenal dan memahami karakter dan potensi anak sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai khususnya di tengah pembelajaran jarak jauh (PJJ) seperti sekarang.

“Adakan pertemuan bulanan berupa kelas parenting secara berkala. Di forum itu guru dan orang tua saling bertukar informasi tentang kegiatan sekolah, kendala belajar hingga kondisi peserta didik di rumah,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur SMP Kemendikbud, Mulyatsyah mengatakan, nilai-nilai budi pekerti luhur harus menjadi pondasi yang ditanamkan sejak dini pada tahap awal pembentukan karakter.

“Jika urusan belajar terganggu karena ada tindak kekerasan maka proses pembentukan karakter juga terganggu. Tindak kekerasan harus diantispasi agar lingkungan sekolah kita terkendali, terkontrol dan aman bagi peserta didik. Itu penting,” pungkasnya. (der/fin)

Kategori Terkait

Panduan Belajaran Masa Covid-19 bagi Orang Tua Diuji Publik

JAKARTA - Panduan Orang Tua dalam Pendampingan Belajar Anak pada Masa Pandemi Covid-19 yang disusun Kementerian Agama (Kemenag) telah memasuki tahap uji publik. Direktur GTK...

Guru Honorer dan Tenaga Pendidik Dapat Subsidi Gaji

JAKARTA - Pemerintah melalui Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi (Satgas PEN) memastikan, bahwa hingga 14 September 2020 sebanyak 398.637 pegawai honorer di sektor...

PJJ Memakan Korban

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Dinas Pendidikan (Disdik) di seluruh Indonesia diminta lebih serius dalam menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Peringatan...

Waktu Pendataan Subsidi Kuota Diperpanjang

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal mengupayakan untuk membuka gelombang kedua pendataan subsidi kuota bagi siswa. Tujuan dari kebijakan tersebut,...

Kemenag Endus Penyelewengan Dana BOP Pesantren

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Inspektorat Jenderal tengah melakukan audit investigasi terhadap dugaan penyimpangan pencairan Bantuan Operasional (BOP) Pondok Pesantren. Inspektur Jenderal Kemenag Deni...

PKB Guru Madrasah Pakai Modul Baru

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyusun modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru Madrasah. Rencananya, modul PKB ini mulai dipergunakan mulai 2021. Penyusunan modul PKB...

Berita Terbaru

Melahirkan, Foto Bayi Irish Bella-Ammar Zoni Bikin Penasaran

JAKARTA - Pasangan selebriti Ammar Zoni dan Irish Bella tengah berbahagia. Ya, Bella dan Ammar kini resmi menyandang status baru mereka sebagai orang tua. Telah...

Sayangi Pemilih, Kandidat Cukup Sapa Warga Via Telpon dan Manfaatkan Medsos

JAKARTA - Virus corona (Covid-19) terus menyerang. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berkali-kali meminta kepada calon kepala daerah yang ikut serta dalam Pemilihan...

Panduan Belajaran Masa Covid-19 bagi Orang Tua Diuji Publik

JAKARTA - Panduan Orang Tua dalam Pendampingan Belajar Anak pada Masa Pandemi Covid-19 yang disusun Kementerian Agama (Kemenag) telah memasuki tahap uji publik. Direktur GTK...

Ada Tiga Faktor Indeks Ketahanan Pangan Turun

JAKARTA - Daya beli yang masih rendah akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan diperkirakan akan berdampak pada penurunan indeks ketahanan pangan pada akhir 2020 nanti. Diketahui,...

Wow, Ini Penampakan Celana Dalam Dinar Candy yang Laku Seharga Rp50 Juta

JAKARTA - Dinar Candy membuat heboh publik, Ya, pasalnya wanita yang berprofesi sebagai DJ itu telah menjual celana dalamnya melalui media sosial. Melalui akun Instagram...

Angaran Besar, Tapi 4 Rumah Sakit di Pringsewu Hanya Miliki 2 Ventilator

JAKARTA - Kekurangan ventilator ternyata bukan hal baru. Ini terjadi sejak Maret lalu hingga hari ini. Cermin ketidaksiapan pemerintah pusat dan daerah sangat kentara....

Masih Ada Pengembang Nakal

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah pengembang perumahan yang belum memenuhi kewajiban penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) atau fasilitas sosial dan...

Ada yang Disembunyikan Kejagung

JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) mempertanyakan keputusan Kejaksaan Agung yang melimpahkan berkas perkara Jaksa Pinangki Sirna Malasari ke penuntutan tahap II. Terutama menyangkut...