Beranda Pendidikan Waktu Pendataan Subsidi Kuota Diperpanjang

Waktu Pendataan Subsidi Kuota Diperpanjang

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal mengupayakan untuk membuka gelombang kedua pendataan subsidi kuota bagi siswa. Tujuan dari kebijakan tersebut, agar subsidi dapat dialirkan hingga 100 persen.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud, Hasan Chabibie mengatakan, bahwa ada kemungkinan pendataan nomor handphone penerima subsidi kuota untuk belajar daring akan kembali diperpanjang.

“Nanti di akhir bulan rencananya ada gelombang berikutnya, tapi masih kami sempurnakan drafnya dulu. Untuk itu Kemendikbud masih membuka pendataan dari satuan pendidikan.” kata Hasan di Jakarta, Selasa (15/9).

BACA JUGA: Zona Merah Covi-19 Menurun, 9 Provinsi Catat Kematian Tertinggi

Menurut Hasan, Kemendikbud masih akan menata mekanisme pembukaan gelombang kedua tersebut dan akan menyusun ulang skema pendataan agar lebih efektif.

“Kemendikbud masih akan menampung pendataan nomor telepon seluler siswa, guru, mahasiswa dan dosen. Pendataan gelombang pertama ini bakal dilanjutkan terlebih dahulu hingga akhir bulan,” terangnya.

Berdasarkan data masuk hingga Selasa, (15/9), sebanyak 24,7 juta nomor siswa penerima subsidi kuota. Jumlah ini baru setara 55,2 persen, dari total siswa penerima subsidi kuota yang mencapai 44 juta orang.

Sementara, di tingkat perguruan tinggi, dari total delapan juta mahasiswa, telah terdata 5,1 juta nomor handphone mahasiswa. Jumlah ini baru setara 63,7 persen.

“Proses verifikasi dan validasi (verval) terkait penyaluran subsidi kuota internet pendidikan masih terus berjalan,” kata Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (Kepala BKHM) Kemendikbud Evy Mulyani.

BACA JUGA: Tidak Hanya Preman, Komunitas Dikerahkan Awasi Protokol Kesehatan

Evy menambahkan, sejauh ini, dari jumlah 44 juta siswa, data nomor ponsel yang dinyatakan telah sesuai format sebanyak 55,2 persen atau 24,7 juta nomor.

“Proses itu juga bersamaan dengan verifikasi yang dilakukan oleh provider dari 24,7 juta nomor tersebut, sebanyak 57,3 persen dinyatakan sebagai nomor aktif,” ujarnya.

Sedangkan untuk bantuan kuota pada jenjang pendidikan tinggi, sejauh ini sebanyak 5,1 juta nomor dari total jumlah mahasiswa sebanyak 8 juta-an mahasiswa aktif telah didata dan sedang dalam proses verifikasi dan validasi. Untuk dosen, data terakhir mencapai 259.000 nomor telah masuk dan sedang dalam proses yang sama.

“Tanggal 11 September kemarin adalah ‘cut off’ pertama yang sudah valid diisi pulsa. Pengisian nomor jalan terus dan yang mengisi data setelah 11 September akan ‘cut off’ pada 28 September. Jadi, jika ada yang belum mendapatkan pulsa pada tahap pertama akan mendapatkan pada tahap berikutnya,” jelasnya.

BACA JUGA: BNN Palopo Bersih-bersih Narkoba, Sasar BUMN dan Swasta

Sementara itu, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai, bahwa lambatnya proses input data, verifikasi dan validasi data nomor HP siswa ke aplikasi juga banyak dikeluhkan oleh operator sekolah, karena tidak konsisten dengan aplikasi yang digunakan.

“Terutama dari sisi akses, karena banyaknya sekolah yang menggunakan aplikasi tersebut sehingga proses entri menjadi sangat lambat,” kata Sekjen FSGI Heru Purnomo.

Menurut Heru, dengan banyaknya kendala teknis dalam proses input data tersebut, ada baiknya pendataan nomor handphone untuk subsidi kuota internet siswa dan guru diperpanjang.

BACA JUGA: Apple Watch Versi Murah, hingga iPad Air Tanpa Home Button

“Kami meminta agar proses entri maupun verifikasi dan validasi diperpanjang tanpa batas cut off karena bisa muncul kendala-kendala teknis seperti HP rusak, HP hilang, ganti HP yang baru, ganti nomor HP, jaringan tidak support dan lain-lain,” tuturnya.

Selain itu, Heru meminta Kemendikbud dan Pemerintah Daerah memiliki pemetaan yang akurat terhadap implementasi PJJ. Hal itu terkait berapa banyak siswa yang melaksanakan PJJ secara daring atau berapa banyak siswa yang melaksanakan PJJ luring maupun kombinasi antara keduanya.

“Seberapa banyak siswa yang punya HP atau punya jaringan internet. Kami khawatir, besarnya selisih antara nomor yang sudah terdaftar dengan target jumlah siswa yang akan diberikan bantuan menunjukkan implementasi PJJ tidak berlangsung sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Dapat diketahui, Kemendikbud menggelontorkan dana sebesar Rp7,2 Trilun untuk bantuan kuota Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Bantuan berupa kuota data internet ini bakal diberikan kepada pelajar, guru dan dosen mulai September 2020, selama empat bulan.

Bantuan kuota internet bagi siswa yakni sebesar 35 gigabyte per bulan. Lalu, guru 42 gigabyte per bulan. Sedangkan, untuk mahasiswa dan dosen diberikan masing-masing 50 gigabyte per bulan. (der/fin)

Baca Juga

Transformasi Pendidikan Madrasah, Kemenag Gandeng Google

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng perusahaan digital Google dalam melaksanakan program transformasi digital pendidikan Madrasah. Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, kerja sama...

Modul Pembelajaran SMA Diperbarui

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Sekolah Menengah Atas Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah memperbarui modul...

Eksistensi PTS Mesti Jadi Atensi

MAKASSAR - Perguruan tinggi swasta (PTS) punya peran strategis dalam pengembangan daerah. Namun, perlu sokongan pemerintah agar tetap eksis. Hal tersebut mengemuka pada diskusi virtual...

Penyusunan Kurikulum Baru Diminta Terbuka

JAKARTA - Komisi X DPR RI meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terbuka terkait penyusunan kurikulum baru untuk 2021. Hal itu menyusul wacana dihapusnya...

Mendikbud: Tak Akan Hapus Pelajaran Sejarah

JAKARTA - Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menghapus pelajaran Sejarah dipastikan tidak akan terjadi. Yang ada justru memajukan mata pelajaran Sejarah menjadi bacaan...

Berita Terbaru

Terdampak Pandemi, MenkopUKM Dorong Petani Kopi Bentuk Koperasi

JAKARTA - Kopi menjadi salah satu komoditi prioritas dalam pengembangan Koperasi dan UMKM, karena melibatkan banyak pelaku usaha mikro. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik...

Audi Marissa Unggah Video TikTok, Netizen Malah Terkejut

JAKARTA - Artis cantik Audi Marissa resmi menikah dengan Anthony Xie pada Sabtu (12/9/2020) lalu. Di tengah isu perbedaan agama yang melibatkan keduanya, Audi baru-baru...

Ciri Masalah Kesuburan pada Wanita

JAKARTA - Tidak semua pasangan segera diberkati dengan momongan, tak peduli seberapa tinggi usaha mereka untuk mendapatkannya.  Konsultasi dengan dokter kandungan, sangatlah dianjurkan untuk mengetahui,...

Tingkatkan Produksi Pertanian di Malang, Ditjen PSP Kementan Bangun Embung

MALANG – Untuk mendukung peningkatan produksi di Kabupaten Malang, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) melakukan pembangunan embung di Desa Kromengan,...

Benarkah Pernikahan Itu Membahagiakan?

JAKARTA - Benarkah sebuah pernikahan dapat membuat orang bahagia, sebuah konsep yang sering digaungkan oleh banyak orang.  Well, sebuah studi yang mempelajari data dari 24...

Nathalie Holscher Jadi Mualaf Didampingi Sule, Netizen: Jelas Mo Nikah Ni

JAKARTA - Penyanyi sekaligus DJ Nathalie Holscher kini resmi memeluk agama Islam. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Nathalie memposting dirinya mengenakan pakaian yang...

So Sweet, Iqbaal Ramadhan Beri Ucapan Ultah untuk Mantan

JAKARTA - Aktor sekaligus musisi Iqbaal Ramadhan belum lama ini mengunggah foto di media sosial yang dijamin bikin kaum hawa menjadi baper. Bagaimana tidak, pemeran...

Bergabung bersama kami

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dengan mudah

Nusantara

Tes Swab Diganti Rapid

PURWOKERTO - Kebijakan awal dari Dinkes Banyumas bagi penghuni karantina GOR Satria tahap ketiga dimana setiap pemudik yang masuk wajib swab diubah menjadi rapid...

Masuk Hujan Was-was Genangan

PURWOKERTO - Genangan air terkadang membuat jengkel pengendara. Terlebih pengendara motor. Membahayakan. Terkadang menimbulkan kecelakaan. Nah, memasuki musim hujan tahun ini, masyarakat sudah mulai was-was....

News

Tingkatkan Produksi Pertanian di Malang, Ditjen PSP Kementan Bangun Embung

MALANG – Untuk mendukung peningkatan produksi di Kabupaten Malang, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) melakukan pembangunan embung di Desa Kromengan,...

Atasi Kekurangan Air, Pembangunan Dam Parit Tingkatkan Produksi dan Luas Tanam

JAKARTA- Kementerian Pertanian (Kementan), telah banyak melakukan terobosan guna mendorong indeks pertanaman dan peningkatan produktivitas komoditas pertanian. Selain bantuan benih unggul, alat mesin pertanian dan...

Pastikan Kesehatan Pekerjanya, Brantas Abipraya Gandeng Kemnaker Gelar Rapid Tes

JAKARTA- PT Brantas Abipraya (Persero), menggandeng Direktorat Pengawasan Norma K3 dan Direktorat Jenderal Pengawasan Ketenagakerjaan & K3, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar kegiatan Pemeriksaan Kesehatan...