Arief Poyuono Ungkit Lagi Prabowo Soal Kerusuhan Mei dan Penculikan Aktivis

Beranda Headline Arief Poyuono Ungkit Lagi Prabowo Soal Kerusuhan Mei dan Penculikan Aktivis

JAKARTA – Menyambut susunan kepemimpinan baru dalam tubuh Partai Gerindra, Arief Poyuono, menegaskan pentingnya partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto itu segera mempersiapkan matang-matang pencolonan kembali ketua umum partai tersebut untuk menjadi Presiden pada Pemilu 2024 yang akan datang.

”Mumpung masih ada waktu panjang. Partai harus mengupayakan kekuatan hukum tetap yang menyatakan Prabowo Subianto bersih dan tidak terlibat dalam kerusuhan Mei 1998 yang berbau SARA dan tidak terlibat dalam penculikan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang sampai saat ini masih hilang,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilis yang diterima Fajar Indonesia Network (FIN), Rabu (16/9).

Hal ini sambung Arief sangat penting, karena kekalahan Prabowo Subianto pada Pilpres 2014 dan 2019 disebabkan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu yang kerap dikaitkan dengan sosok Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Sebagaimana telah terjadi, pada pilpres dan pemilu tahun 2014 dan 2019, isu terkait kasus penculikan dan pembunuhan aktivis 1998 berhembus kencang. Lalu juga kerusuhan Mei, yang disebut-sebut didalangi oleh Prabowo Subianto.

”Ada juga fitnah bahwa dia adalah pelaku utama kerusuhan Mei. Dia dituding melakukan kejahatan-kejahatan yang sampai saat ini masih simpang siur, apakah dia dalang dan pelaku penculikan dan pembunuhan para aktivis, kan belum ada pengadilannya,” ucap dia. Setiap pemilu, setiap pilpres, selalu dibuka kasus penculikan, kasus kerusuhan Mei, bahwa diduga dalangnya Prabowo,” jelasnya.

Menurut Arief Poyuono, satu-satunya jalan bagi Prabowo Subianto untuk memenangkan pilpres 2024 yakni membebaskan dirinya dari jeratan kasus HAM masa lalu ini. Harus ada keputusan hukum yang tetap, yang menyatakan apakah Prabowo terlibat atau tidak di dalam pembunuhan dan penculikan aktivis, dan juga kerusuhan Mei.

”Karena itu saya sangat berharap bahwa dari trah keluarga Prabowo itu lahir pemimpin seperti Saraswati keponakannya yang nantinya akan memimpin Partai Gerindra ke depan dan menjadi partai yang kuat, sangat maju,” katanya.

Tentang dirinya, Arief Poyuono mengaku sampai saat ini belum mengetahui apakah dirinya kembali menjabat atau tidak dalam kepengurusan Partai Gerindra periode 2020-2025. Sejauh ini draft kepengurusan baru sesuai hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra telah rampung disusun. Namun, nama-nama kepengurusan baru Partai Gerindra sampai saat ini belum diumumkan.

”Saya belum tahu sampai hari ini. Belum ada surat pemberhentian atau penugasan lagi. Kalaupun tidak diberikan jabatan lagi, saya kan sudah lama juga di situ, dari 2008 sampai sekarang, artinya harus ganti baru,” kata Arief Poyuono.

Namun yang pasti, menurutnya dirinya akan tetap memimpin gerakan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu yang saat ini menjadi tulang punggung negara dalam memutar roda perekonomian.

”Selama ini gerakan buruh hanya dijadikan dagangan politik oleh para elit buruh untuk mendapat keuntungan ekonomi atau jabatan di dalam pemerintahan. Tapi nasib buruh tidak berubah malah semakin buruk. Apalagi dimasa wabah Corona ini,” tegasnya. (fin/ful)

Baca Juga

Awasi Konten Pilkada

JAKARTA - Lembaga penyelenggara pemilu dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bakal memperkuat pengawasan konten kampanye Pilkada 2020 di internet. Anggota Bawaslu RI, Fritz...

RUU Cipta Kerja Masih Berpolemik

JAKARTA - Kebijakan Jaminan Kelangsungan Pekerja (JKP) dalam RUU Cipta Kerja yang saat ini dibahas di DPR RI menjadi polemik. Legislatif menyebut, aturan soal...

Pilkada 2020 Tetap Jalan Meski Pandemi, Fahri Hamzah Nilai Jokowi Bijak

JAKARTA- Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah menilai, keputusan pemerintah untuk tetap melanjutkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, meskipun di tengah ancaman pandemi,...

123 Medis di Ujung Maut

JAKARTA - Indonesia melaporkan 3.509 kasus baru Covid-19 pada Senin (28/9). Parahnya, tim medis yang terpapar virus mematikan asal Wuhan, Cina ini terus meluas....

Cendana-Istana Makin Panas

JAKARTA - Baru sepekan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang kerap bertindak tegas dalam mengatur keuangan negara digugat oleh Bambang Trihatmodjo ke Pengadilan Tata Usaha...

Berita Terbaru

Viral, Foto Maruf Amien Disandingkan dengan ‘Kakek Sugiono’

JAKARTA- Foto Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amien disandingkan dengan foto bintang porno asal Jepang, Shigeo Tokuda alias Kakek Sugiono viral di jagat maya pada...

Kemitraan Pendidikan Tinggi Vokasi Diperluas

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) aka memperluas kemitraan pendidikan tinggi vokasi dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jika sebelumnya, kemitraan fokus...

6 Anggota Tim Persebaya Positif Corona

JAKARTA- Sebanyak 6 anggota tim Persebaya dinyatakan positif Corona setelah melakukan tes swab PCR pada Sabtu (27/9) lalu. Mereka yang terkonfirmasi Covid-19 di antaranya 4 pemain...

Lindungi Petani Tembakau, Tidak Naikkan Cukai Rokok 2021

JAKARTA - Jika pemerintah memang benar-benar ingin melindungi petani tembakau, maka pada 2021 nanti tidak menaikkan cukai rokok. Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Mindaugas...

Pertumbuhan Kredit Agustus 2020 Hanya 1,04 Persen

JAKARTA - Pertumbuhan kredit pada Agustus 2020 tercatat hanya sebesar 1,04 persen (yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan penyaluran kredit pada Juli 2020 yang...

Menkes tak Pernah Muncul, Najwa Shihab Wawancara Kursi Kosong

JAKARTA- Presenter Najwa Shihab mengundang Menteri Kesehatan (Menks) Terawan Agus Putranto di program Mata Najwa. Namun Menkes tak kunjung hadir. Padahal, di saat seperti...

Saudi Akan Umumkan Negara yang Diizinkan Umrah

JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh Benten mengatakan, bahwa akan mengumumkan negara-negara mana saja yang diizinkan mengirim jemaah umrah. Pengumuman tersebut...

Infografis: Poin-poin Gugatan Tommy Soeharto ke Menkumham

JAKARTA - Baru sepekan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang kerap bertindak tegas dalam mengatur keuangan negara digugat oleh Bambang Trihatmodjo ke Pengadilan Tata Usaha...

Nusantara

Teliti Tikus, Lacak Penyebaran Leptospirosis di Desa Tasikmadu

PURWOREJO - Seorang warga di Desa Tasikmadu Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo dilaporkan telah terpapar penyakit Leptospirosis. Laporan itu ditindaklanjuti petugas Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan...

Pilkada, Ganjar Larang Kampanye Terbuka

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan tidak boleh ada gelaran kampanye terbuka dalam Pilkada Serentak 2020 di Jawa Tengah. Jika ada pasangan...

News

Deklarasi KAMI Dibubarkan, Fadli Zon: Persekusi Terhadap Demokrasi

JAKARTA- Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yang dihadiri oleh Gatot Nurmantyo di Surabaya, diwarnai dengan aksi demonstrasi. Massa menolak acara itu digelar karena sarat...

Tengku Zul Nyindir Denny Siregar: Ente Pernah Jadi Apa Selain Buzzer?

JAKARTA- Pegiat media sosial, Denny Siregar dan Ustad Tengku Zulkarnai 'perang' komentar di twitter. Keduanya mengomentari deklarasi Koalis Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dibubarkan...

Tengku Zulkarnain ke Denny Siregar: KAMI Itu HTI? Cekak Banget

JAKARTA- Ustaz Tengku Zulkarnain angkat bicara terkait batalnya acara deklarasi KAMI Jawa Timur di Gedung Juang 45, Surabaya, Senin (28/9/2020). Menurutnya sebagai warga negara Indonesia,...

123 Medis di Ujung Maut

JAKARTA - Indonesia melaporkan 3.509 kasus baru Covid-19 pada Senin (28/9). Parahnya, tim medis yang terpapar virus mematikan asal Wuhan, Cina ini terus meluas....

Cendana-Istana Makin Panas

JAKARTA - Baru sepekan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang kerap bertindak tegas dalam mengatur keuangan negara digugat oleh Bambang Trihatmodjo ke Pengadilan Tata Usaha...

Refly Harun: Gak Ada Salahnya Kita Waspada Kebangkitan PKI, Ketimbang Nanti Nyesal

JAKARTA- Pakar hukum tata negara, Refly Harun menilai, tidak ada salahnya kita patut waspada terhadap isu kebangkita Partai Komunis Indonesia (PKI), meskipun menurut dia, ...

Jokowi: Mini Lockdown Lebih Efektif

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan agar pemerintah daerah melakukan intervensi berbasis lokal terkait penanganan Covid-19. "Pembatasan berskala mikro, baik di tingkat desa, kampung, RW/RT,...