Dana BOS Madrasah dan Pesantren Tak Ada Pemotongan

Beranda Pendidikan Dana BOS Madrasah dan Pesantren Tak Ada Pemotongan

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) memastikan, bahwa tidak ada pemotongan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah dan Pesantren tahun 2020.

Pernyataan Kemenag tersebut, menyusul kabar yang beredar bahwa akan ada pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp100 ribu per siswa.

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan, bahwa kabar pemotongan dana BOS madrasah tersebut adalah tidak benar.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada pemotongan alokasi dana BOS Madrasah tahun 2020. Anggaran BOS 2020 sama nilainya dengan alokasi tahun 2019,” kata Zainut dalam keterangannya, Jumat (11/9).

Zainut menjelaskan, pada awalnya Kemenag ingin merencanakan untuk menaikkan anggaran tersebut. Namun, karena adanya wabah covid-19 maka kenaikan dana BOS tersebut ditunda dan dana tersebut dialihkan untuk penanganan dampak pandemi covid-19.

“Berdasarkan hasil Raker dengan Komisi VIII DPR, Selasa lalu, diputuskan untuk melanjutkan rencana kenaikan dana BOS Madrasah,” ujarnya.

“Kemenag justru telah menyampaikan usulan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan untuk mengalokasikan BOS Madrasah dan Pondok Pesantren tahun 2020 per siswa dan per santri sebesar Rp100.000,” imbuhnya.

Zainut memaparkan, bahwa dana BOS akan diserahkan untuk siswa madrasah (MI/MTs/MA) dan santri pesantren (Ula/Wustha/Ulya). Berdasarkan data Ditjen Pendidikan Islam mencatat, ada 3.894.365 siswa MI, 3.358.773 siswa MTs, dan 1.495.294 siswa MA di Indonesia.

“Sementara santri Pesantren Ula berjumlah 27.540 orang, Wustha 114.517 orang, dan ‘Ulya 18.562 orang,” ucapnya.

Sedangkan pada tahun 2019, anggaran BOS Kemenag sebesar Rp800 riby (MI/Ula), Rp1.000.000 (MTs/Wustha), dan Rp1,4 juta (MA/’Ulya). Untuk tahun 2020, anggaran ini direncanakan naik menjadi Rp900.000 (MI/Ula), Rp1,1 juta (MTs/Wustha), dan Rp1,5 (MA/’Ulya).

“Angka kenaikannya Rp100 ribu per siswa madrasah dan per santri pesantren. Kenaikan anggarannya adalah Rp874,84 miliar untuk BOS Madrasah dan Rp16,06 untuk BOS Pesantren. Total berkisar Rp890,90 miliar,” jelasnya.

Sampai Maret 2020, kata Oman, Kemenag masih dalam rencana awal untuk menaikkan anggaran BOS. Rencana tersebut lalu tertunda seiring pandemi Covid-19. Hingga akhirnya, kenaikan anggaran sebesar Rp100ribu per siswa dan santri dialokasikan terlebih dahulu untuk menangani pandemi Covid-19.

“Berdasarkan hasil Raker dengan Komisi VIII DPR, Selasa lalu, diputuskan untuk melanjutkan rencana kenaikan dana BOS Madrasah dan Pesantren,” kata Jubir Kemenag Oman Fathurahman.

Menurut Oman, hal itu sejalan dengan Perppu Nomor 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-l9) dan Perpres 54/2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara TA 2020.

Berdasarkan Surat Menkeu Nomor : S-302/MK.02/2020 tanggal 15 April 2020 tentang Langkah-Langkah Penyesuaian Belanja Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2020, total penghematan Kemenag mencapai Rp2,6 triliun.

“Dari jumlah tersebut, Rp2,02 triliun diambilkan dari porsi anggaran Ditjen Pendidikan Islam,” ujarnya.

Untuk itu, kata Oman, dalam rangka menindaklanjuti hasil raker dengan Komisi VIII DPR, Kemenag segera menyampaikan usulan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan.

“Kita usul ke Kemenkeu untuk mengalokasikan BOS Madrasah dan Pondok Pesantren tahun 2020 yang dihemat per siswa dan per santri sebesar Rp100.000,” pungkasnya.

Dapat disampaikan, Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan, bahwa kronologi sampai ada pemotongan dana BOS itu. Ketika dalam pembahasan, dia masih menjabat sebagai Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag.

Di mana, Kemenag pada waktu itu harus memotong anggaran pendidikan Rp2,2 triliun. Menurtnya, keharusan pemotongan anggaran itu bagian dari realokasi anggaran terkait penanganan dampak Covid-19.

Dia menegaskan, Kemenag sudah tidak bisa lagi melakukan manuver pemotongan anggaran. Selain mengurangi alokasi dana BOS Rp 100 ribu per siswa.

“Kemenag tidak bisa memotong anggaran untuk gaji pegawai, tunjangan profesi guru (TPG), atau yang lainnya. Pemotongan anggaran dana BOS Rp 100 ribu itu juga sudah dikomunikasikan dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan,” jelasnya.

Tetapi, dalam rapat raker dengan Komisi VIII DPR itu Kemenag akhirnya melunak. Menag Fachrul Razi menyetujui untuk membatalkan pemotongan dana BOS itu. Terlebih, dalam rapat itu diputuskan DPR menyetujui adanya penambahan anggaran Kemenag periode 2020 sebanyak Rp 3,8 triliun.

Dana tambahan tersebut digunakan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh di lingkungan Kemenag. Seperti untuk subsidi kuota internet bagi siswa, guru, dan dosen serta mahasiswa. Selain itu juga untuk bantuan langsung tunai bagi para guru pendidikan agama untuk semua agama. (der/fin)

Baca Juga

Lulusan Vokasi Kurang Tahan Banting

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan, bahwa secara umum lulusan vokasi dinilai masih  kurang tahan menghadapi tekanan dalam dunia kerja. Itu terbukti,...

PJJ Makan Korban Lagi

JAKARTA - Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam jaringan (daring) nampaknya masih juga belum efektif di tengah kondisi pandemi saat ini. Sistem belajar tersebut, seperti...

Program Asesman Nasional Minim Sosialisasi

JAKARTA - Komisi X DPR-RI meminta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera menyosialisasikan perkembangan serta konsep Asesman Nasional (AN) atau Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)...

Relaksasi BOS Bermasalah

JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyoroti, bahwa kebijakan relaksasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) masih bermasalah di sejumlah wilayah. Indikasinya, ada aturan...

Beasiswa Dosen PTKI 2020 Resmi Dibuka

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan beasiswa bagi pendidik/dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam...

Berita Terbaru

Hollywood Berduka, Aktor Sean Connery Meninggal Dunia

JAKARTA - Aktor veteran Sean Connery meninggal dunia pada Sabtu (31/10/2020) di usianya yang ke-90. Kabar duka tersebut diungkapkan oleh putra sang aktor, Jason...

Tak Bertemu Anak selama Sebulan dan Dirawat di RS, Melaney Ricardo Sakit Apa?

JAKARTA - Presenter Melaney Ricardo sedang diterpa cobaan. Istri Tyson Lynch itu dikabarkan sedang sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Wanita berusia 39 tahun...

Infografis: Statistik Covid-19 di Indonesia Sabtu, 31 Oktober 2020

JAKARTA – Update Infografis percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia per tanggal 31 Oktober 2020 Pukul 12.00 WIB.

Mayangsari Kembali Menyanyi, Faktor Suami Terjerat Utang?

JAKARTA - Mayangsari diketahui akan segera kembali ke dunia tarik suara usai mendapatkan dukungan dan restu dari sang suami, Bambang Trihatmodjo. Usai dinikahi oleh putra...

Angkasa Pura I Balikpapan gelar Lomba Panahan Peringati Sumpah Pemuda

BALIKPAPAN - Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 92 PT Angkasa Pura I (Persero) bersama komunitas Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) menggelar kegiatan Lomba Panahan Tingkat...

Nusantara

Bupati Banyuwangi Paparkan Manfaat Smart Kampung di Webinar Smart City International

BANYUWANGI- Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas memaparkan pengembangan smart kampung dan smart city yang telah diterapkan Pemerintah Daerah Banyuwangi dalam menghadapi menghadapi pandemi COVID-19. Abdul...

2 Ribu Kendaraan Masuk Lembang, Arus Lalulintas Alami Kepadatan

LEMBANG - Meningkatnya volume kendaraan di jalur kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menyebabkan penumpukan kendaraan di sejumlah ruas jalan, Jumat (30/10). Untuk mengurai kepadatan...

News

DPR Kritisi Lambannya Pertumbuhan Pertanian di NTB

JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro mengkritisi pertumbuhan sektor pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya Kabupaten Sumbawa yang tidak...

739 Ribu Tenaga Vaksinasi Disiapkan

JAKARTA - Program vaksinasi COVID-19 makin dimatangkan. Pemerintah telah menyiapkan ratusan ribu tenaga kesehatan untuk melakukan vaksinasi massal kepada masyarakat Indonesia. Juru bicara pemerintah Penanganan...

Dukung Inovasi Bisnis, Angkasa Pura I Siap Gabung Holding BUMN Pariwisata

JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) mendukung dan siap bergabung dengan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang penerbitan landasan hukumnya ditargetkan dapat selesai...

Relaksasi BOS Bermasalah

JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyoroti, bahwa kebijakan relaksasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) masih bermasalah di sejumlah wilayah. Indikasinya, ada aturan...

Beasiswa Dosen PTKI 2020 Resmi Dibuka

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan beasiswa bagi pendidik/dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam...

60 Persen Guru Kesulitan PJJ

JAKARTA - Sejak diberlakukan pada 16 maret 2020 hingga saat ini, pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring nampaknya masih menjadi beban berat bagi...

RPP-RPMA Pesantren Masuk Tahap Harmonisasi dan Uji Publik

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan, pesantren untuk bersiap beradaptasi dengan cepat dalam implementasi Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren. Menteri Agama Fachrul Razi...