Bandingkan dengan Rezim Jokowi, Fahri Hamzah: Era SBY Rakyat Nikmati Ketenangan

Beranda Headline Bandingkan dengan Rezim Jokowi, Fahri Hamzah: Era SBY Rakyat Nikmati Ketenangan

JAKARTA– Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah menilai, dua periode pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat jauh dari isu-isu yang membuat perpecahan di tengah masyarakat. di era SBY, rakyat menikmati ketenangan dan pertumbuhan.

“Pak SBY itu tentara, menantu Jenderal Sarwo yang terkenal memimpin penumpasan PKI. Tapi, tidak kita dengar beliau terusik atau terganggu lalu memakai negara untuk mencipta dikotomi di akar rumput masa. 10 tahun kita menikmati ketenangan dan pertumbuhan,” ujar Fahri Hamzah lewat keterangannya, Rabu (9/9).

Fahri membandingkan dengan Pemerintahan Joko Widodo. Dia menilai banyak kesalahan yang dibuat oleh Kabinet Jokowi. Sehingga orang menyimpulkan seolah ada dendam yang tidak jelas terhadap Islam. Di era SBY tidak terdengar isu-isu semacam itu.

“Orang membuat definisi “oo ini dendam PKI toh, pantas Islam ditekan”. Maka runyam semuanya. 2 periode pak SBY jadi presiden kita tidak dengar situasi semacam ini, ” ujar eks petinggi PKS ini.

Fahri mengambil contoh kontroversi Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi soal radikalisme bersumber dari hafiz quran. Fahri juga mengaku kecewa dengan kebijakan sertifikat penceramah. Dia mengatakan, kebijakan sertifikasi itu seperti rezim orde baru.

“Kemarin saya mencari tahu mengapa saya kecewa sekali dengan komentar menteri agama tentang Good Looking dan rencana kementrian meneruskan kebijakan sertifikasi Muballigh seperti yang dulu dilakukan rezim Orde Baru. Saya masih cari tau,” ujar Fahri.

Dia menanyakan, saat ini kenapa masyarakat selalu dihadapkan dengan pemerintah. Padahal seharusnya di tengah pandemi ini, pemerintah menjadi tempat bagi suara damai dan tenang agar krisis ini bisa dilalui bersama.

“Semuanya kembali kepada pemimpin, bisakah ia mencipta musim perdamaian dan persahabatan? Atau Apakah ia akan menciptakan musim perang? Kalau perang dengan negara lain mendingan. Ini perang dengan saudara sendiri. Dalam krisis pula. Mau dapat apa kita?” papar Fahri Hamzah.

Dia mengatakan saat ini belum ada kata terlambat bagi pemerintah Jokowi untuk merubah segalanya.

“Nasi belum menjadi bubur pak Jokowi . Meski ketololan berbicara para elit bikin rusuh rakyat yang sedang menyelamatkan diri dari serangan pandemi, para elite tetap harus mengatur agar kita bisa melihat agenda bersama sebagai bangsa, agenda yg mempersatukan,” pungkas Politikus asal NTB ini. (dal/fin).

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

Pemerintah Komitmen Perluas Lingkup Vaksinasi

JAKARTA - Pelaksaanaan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia memunculkan pertanyaan dari masyarakat dunia. Karena Indonesia memilih mendahulukan kalangan usia produktif. Yaitu pada rentang 18...

Satgas: Edukasi Manfaat Vaksinasi

JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 menilai memberi pemahaman manfaat vaksin Covid-19 kepada masyarakat, jauh lebih penting daripada menjatuhkan sanksi. Karena dengan pemahaman masyarakat yang...

Almatkes dan Vaksin di Daerah Tercukupi

JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 memastikan ketersediaan alat material kesehatan (almatkes) tercukupi dalam penanganan pandemi Covid-19. Selain itu, pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 juga sedang...

Usai Divaksin, Tunggu 30 Menit

JAKARTA - Para penerima vaksin COVID-19 dianjurkan menunggu selama 30 menit usai divaksin. hal ini untuk memantau dan memastikan tidak ada kejadian ikutan pasca...

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News