Banyak Pelanggaran, Pemerintah, DPR, KPU Harus Bersikap

Beranda Politik Banyak Pelanggaran, Pemerintah, DPR, KPU Harus Bersikap

JAKARTA – Tidak patuhnya beberapa pihak terhadap protokol kesehatan pada saat pendaftaran pasangan calon di beberapa daerah sangat mengkhawatirkan. Terlebih, UU Pilkada yang saat ini sedang digunakan adalah regulasi yang mengatur pilkada dalam situasi normal.

Bawaslu menemukan sejumlah dugaan pelanggaran dan ketidaklengkapan dokumen pada pelaksanaan tahapan pendaftaran bakal pasangan calon dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Temuan tersebut didapat dari pengawasan melekat terhadap tahapan pendaftaran yang berlangsung pada Jumat-Minggu, 4-6 September 2020.

Ketua Bawaslu RI, Abhan menerangkan, pihaknya menemukan 243 pelanggaran protokol kesehatan saat pendaftaran Bakal Pasangan Calon. Partai Politik dan Bakal Pasangan Calon tidak menerapkan protokol kesehatan.

BACA JUGA: Telepon Trump, Raja Salman Tegaskan Tak Ada Normalisasi dengan Israel Sebelum Palestina Merdeka

Menurutnya, ada 64 bakal pasangan calon perseorangan di 58 kabupaten/kota. Di antaranya Kabupaten Labuanbatu Selatan (Sumatera Utara) dan Hulu Sungai Tengah (Kalimantan Selatan) dengan jumlah 3 Bakal Pasangan Calon Perseorangan.

Kemudian, di Kabupaten Bone Bolango dan Pohuwato (Gorontalo) dengan jumlah 2 Bakal Calon Perseorangan. Lainnya, dua bakal pasangan calon yang terdiri dari masing-masing satu bakal calon perseorangan dan partai politik. Yaitu Oku Timur (Sumatra Selatan), Fakfak (Papua Barat), Kota Baru (Kalimantan Selatan), Asmat (Papua), Kota Surakarta (Jawa Tengah), Kutai Barat (Kalimantan timur) dan Tanjung Jabung Timur (Jambi).

Selain itu, ada 28 kabupaten/kota yang terdapat satu bakal pasangan calon yang melakukan pendaftaran. Daerah tersebut beberapa diantaranya adalah Ngawi, Kediri (Jawa Timur), Kebumen, Wonosobo, Sragen, Boyolali, Grobogan, Kota Semarang (Jawa Tengah), Bintan (Kepualauan Riau), Sungai Penuh (Jambi), Badung (Bali), Gowa, Soppeng (Sulawesi Selatan).

BACA JUGA: Pendaftaran Ditutup Hari Ini, Begini Cara Cek Pengumuman Prakerja Gelombang 7

“Dari 28 daerah dengan satu bakal pasangan calon tersebut, sembilan daerah di antaranya terdapat bakal calon yang mendaftarkan diri melalui jalur perseorangan. Namun tidak memenuhi syarat yaitu di Ngawi, Balikpapan, Kediri, Kebumen, Raja Ampat, Pematangsiantar, Kota Semarang, Boyolali, dan Kutai Kartanegara,” terangnya.

Pada daerah dengan satu bakal pasangan calon yang terdaftar, KPU memperpanjang waktu tahapan pendaftaran pasangan calon. Sesuai Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2020 perpanjangan pendaftaran dilaksanakan paling lama tiga hari setelah pelaksanaan sosialisasi penundaan tahapan.

“Terdapat 75 orang bakal calon di 31 daerah yang belum menyerahkan hasil uji usap (swab virus korona/PCR) saat pendaftaran. Penyebab utamanya adalah tidak ada laboratorium tempat pemeriksaan tes swab di daerah tersebut. Ada juga sudah melakukan pemeriksaan, namun hasilnya belum keluar,” paparnya.

BACA JUGA: Christ Wamea Sentil Jokowi: Ada Pemimpin yang Baru Sadar, Semoga Buzzernya Juga Ikut Sadar

Disamping itu, terdapat 26 bakal calon yang dokumen persyaratan calonnya belum lengkap. Sebagian besar dokumen yang belum lengkap saat pendaftaran adalah laporan pajak dan LHKPN yang masih dalam proses, surat bebas pailit dari pengadilan niaga, surat keterangan bebas narkoba dan bukti pengunduran diri sebagai ASN.

Sementara itu, peneliti Perkumpulan Pemilu Untuk Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadanil menjelaskan, UU Pilkada kita tidak mengatur teknis penyelenggaraan pilkada di masa pandemi. Untuk itu yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Ketika Pemerintah, DPR, dan KPU memutuskan untuk melanjutkan tahapan Pilkada 2020 pada 15 Juni lalu, komitmen utamanya adalah memastikan protokol kesehatan dipatuhi secara ketat. Namun, komitmen itu terasa hilang, ketika ada pawai massa, hingga konser musik pada saat pendaftaran calon beberapa hari lalu,” kata Fadli di Jakarta, Senin (7/9).

BACA JUGA: Diskualifikasi Paslon, Bahtiar: Mendagri Sudah Mengingatkan Berulang-Kali!

Dalam kondisi COVID -19 yang semakin mengkhawatirkan,Pemerintah, DPR, dan KPU mesti bertanggungjwab untuk memastikan agar komitmen mematuhi protokol kesehatan dapat dipenuhi oleh semua pihak. Angka infeksi COVID-19 semakin tinggi.

“Bahkan, aktor yang berkaitan langsung dalam tahapan pilkada, juga terkena COVID -19. Mulai dari penyelenggara pemilu, hingga bakal pasangan calon sudah ada yang terinfeksi. Dalam kondisi ini, pemerintah, DPR, dan KPU sebagai lembaga yang bertanggungjawab, mesti memikirkan ulang melanjutkan tahapan pilkada,” bebernya.

Peneliti Perludem lainnya, Heroik M Pratama melanjutkan, berdasarkan perkembangan situasi saat ini, Perludem mendorong pemerintah, DPR, dan KPU segera bertemu membahas situasi pandemi yang semakin mengkhawatirkan. Sekaligus mengevaluasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan di dalam pelaksanaan pilkada.

BACA JUGA: MenkopUKM: Kekuatan Ekonomi ke Depan Sangat Tergantung Ekonomi Domestik

Kemudian, meminta pemerintah melalui aparatnya, dan seluruh jajaran pemerintah, untuk memastikan bersama KPU dan Bawaslu, agar protokol kesehatan dipenuhi di dalam pelaksanaa Pilkada 2020.

“Jangan saling lempar tanggungjawab dalam menjelaskan kepada publik terkait tidak patuhnya pasangan calon dan pendukungnya dalam pemenuhan protokol kesehatan. Pemerintah, KPU, dan DPR mesti mengambil tanggungjawab atas dijalankannya pilkada di tengah pandemi,” terangnya.

Menurutnya, jika pemerintah, KPU, dan DPR tidak dapat memastikan protokol kesehatan akan dipenuhi secara ketat, tahapan Pilkada 2020 ditunda terlebih dahulu. Sehingga pelaksanaan pilkada tidak menjadi titik baru penyebaran COVID-19. (khf/fin/rh)

Baca Juga

Said Didu: Refly Harun Dulu Pendukung Jokowi, Tapi Dia Konsisten dengan Kebenaran

JAKARTA- Mantan sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu menilai, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun merupakan orang yang konsisten dengan sikap kritisnya. Didu mengatakan, Refly Harun...

Kampanye Daring Belum Prioritas

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mencatat, satu bulan tahapan Kampanye Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020, metode daring tidak mengalami peningkatan yang signifikan....

Jangan Cuma Fokus Covid

JAKARTA - Pelayanan kesehatan di Indonesia menghadapi banyak tantangan dan penyesuaian setelah adanya serangan wabah Covid-19. Fokus pemerintah saat ini tertuju pada pelayanan kesehatan...

Refly Harun: Pemerintah Seharusnya Urus Kepulangan Rizieq Shihab

JAKARTA- Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengatakan, pemerintah seharusnya berperan, mengupayakan kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab ke Indonesia. Apalagi...

Fadli Zon Dukung Menantu Jokowi di Pilkada Medan, Demokrat Beri Sindiran

JAKARTA- Waketum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon mendukung menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution yang berpasangan dengan Aulia Rachman di Pilkada Kota Medan 2020. Fadli...

Berita Terbaru

Belum Genap 1 Tahun, Kiano Bakal Punya Adik

JAKARTA - Pasangan selebriti Baim Wong dan Paula Verhoeven tengah berbahagia. Ya, pasalnya orang tua Kiano Tiger Wong itu kini dikabarkan sedang hamil anak...

Kanal Berita SEA Today Siap Membawa Kabar Baik Indonesia Mendunia

JAKARTA, - Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio melakukan soft launching dan menyaksikan penayangan...

Dana Nasabah WanaArtha Tak Bisa Disita

JAKARTA - Kejaksaan seharusnya berhati-hati membekukan atau menyita rekening berbagai pihak dalam kasus Jiwasraya. Penyitaan atau pembekuan harus dibarengi dengan kejelasan keterkaitan. Pakar Tindak...

Musim Flu Sudah Tiba, Ini Bedanya dengan COVID-19

JAKARTA - Memasuki bulan November, masyarakat akan dihadapkan pada dua masalah kesehatan di waktu yang bersamaan.  Selain ancaman musim flu, pandemi corona yang sudah dalam...

Hal yang Ditakutkan Nathalie Holscher saat Menikah dengan Sule

JAKARTA - Jelang menikah dengan Sule, Nathalie Holscher mengaku bahwa dirinya menyimpan sebuah rasa ketakutan. Wanita yang menjalani proses mualaf di rumah Sule itu...

Nusantara

Buaya Sepanjang 5,4 Meter Ditangkap Warga

SUNGAISELAN - Buaya berukuran 5,4 Meter dengan berat 700 hingga 800 Kilogram di daerah Sungai pangkal Raya Desa Sungai Selan Kecamatan Sungai Selan Kabupaten...

Hujan, Turap di Desa Karangsari Longsor

CILACAP - Turap penahan tebing longsor dan menimpa bagian belakang rumah seorang warga di Desa Karangsari, Kecamatan Cimanggu, Senin (26/10) pagi. Tembok penahan tebing setinggi...

News

Dana Nasabah WanaArtha Tak Bisa Disita

JAKARTA - Kejaksaan seharusnya berhati-hati membekukan atau menyita rekening berbagai pihak dalam kasus Jiwasraya. Penyitaan atau pembekuan harus dibarengi dengan kejelasan keterkaitan. Pakar Tindak...

Progres 98 serta Tokoh Lintas Aktivis Menolak Demo Anarkis dan Politik Destruktif

JAKARTA - Berbagai persoalan politik bangsa yang terjadi di Indonesia sangat menarik untuk disikapi. Karena itu, perlu adanya evaluasi yang komprehensif terkait dinamika politik...

Unggah Foto Lari Pagi, Netizen Salfok di Balik Celana Gisel

JAKARTA - Aktris sekaligus penyanyi Gisella Anastasia kerap memposting kegiatannya di media sosial, baik saat sendiri atau sedang bersama sang buah hati, Gempita Nora...

Refly Harun: Pemerintah Seharusnya Urus Kepulangan Rizieq Shihab

JAKARTA- Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengatakan, pemerintah seharusnya berperan, mengupayakan kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab ke Indonesia. Apalagi...

Fadli Zon Dukung Menantu Jokowi di Pilkada Medan, Demokrat Beri Sindiran

JAKARTA- Waketum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon mendukung menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution yang berpasangan dengan Aulia Rachman di Pilkada Kota Medan 2020. Fadli...

GP Ansor: Sebagai Negara Muslim, Jokowi Seharusnya Bersikap Atas Penghinaan Islam di Prancis

 JAKARTA– Presiden Prancis Emmanuel Macron banjir kecaman. Hal ini akibat pernyataan Macron pekan lalu, setelah seorang guru di Prancis dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi...

Ferdinand ke Tengku Zul: Yang Begini Saja Kamu tak Paham!

JAKARTA- Mantan Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyentil Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain soal tutupnya pabrik Nissa di Indonesia. Seperti diketahui, Nissan menutup fasilitas pabrik dan...