Ke Lampung, Sofyan Djalil Serahkan Sertifikat Hak JTTS

FOTO: BIRO ADPIM

BANDARLAMPUNG – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mendukung upaya pemerintah daerah dalam upaya melindungi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Provinsi Lampung.

Hal tersebut disampaikan Menteri ATR Sofyan Djalil saat acara Penyerahan Sertifikat Hak Pakai Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan Sertifikat Redistribusi Tanah Tahun 2020 di Kantor Pertanahan Kota Bandar Lampung, Rabu (19/8). ”Pemerintah sangat konsen terhadap masalah tersebut,” ujar Sofyan.

Sofyan juga mempertegas lokasi LP2B, nantinya seluruh wilayah LP2B akan dipetakan secara digital. ”Dengan peta digital maka akan terlihat mana LP2B dan mana yang bukan. Kementerian ATR akan memetakan seluruh wilayah yang akan ditetapkan oleh LP2B dan kita kunci,” imbuhnya.

Baca juga: Gempa Kuat M6.6 Guncang Kota Bengkulu

Hal ini dilakukan, kata Sofyan agar lahan pertanian tersebut tetap ada keberadaannya untuk menjamin kebutuhan pangan Indonesia. ”Sehingga sawah ini akan bisa tetap ada karena kalau kita tidak tegas dengan LP2B ini, lahan ini akan terus berkurang,” ujarnya.

Untuk diketahui Sofyan juga menyerahkan sertifikat jalan tol sebanyak 72 bidang kepada Kementerian PUPR. Selanjutnya, diserahkan sertifikasi Redistribusi tahun 2020 untuk Kantor Pertanahan Kabupaten Pringsewu (redis 1.000 bidang) dan Kabupaten Lampung Timur (redis 3.000 bidang).

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta dukungan Kementerian ATR terhadap Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Lampung Nomor 17 Tahun 2013 tentang LP2B.

Baca juga: Dari Palembang, Ajak Adik Bobol ATM di Lampung

“Mohon dukungannya, karena kalau kita tidak mempunyai ketegasan, lahan kita akan berkurang, Lampung hanya tinggal nama pernah penghasil para komoditi, mau kemana kita,” ujar Gubernur Arinal.

Menurut Arinal, lahan yang semula diperuntukan untuk pertanian tidak boleh dialih fungsikan. “Sertifikatnya ada boleh dijual belikan, tetapi tidak boleh berubah, dia sawah untuk sawah,” katanya. (fin/ful)