Gempa Kuat M6.6 Guncang Kota Bengkulu

JAKARTA – Warga Kota Bengkulu merasakan dua gempa yang memicu guncangan kuat pada hari ini (19/8). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu melaporkan pantauan lapangan yang menyebutkan warga panik hingga keluar rumah. BNPB menerima laporan satu rumah warga rusak ringan di Kabupaten Lebong.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menjelaskan gempa dengan parameter magnitudo 6,6 terjadi pada 05.23 WIB terjadi pada 160 km barat daya Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Gempa bumi berkedalaman 24 km dirasakan kuat beberapa detik oleh warga setempat.

BPBD Provinsi Bengkulu melaporkan satu unit rumah rusak ringan di Kabupaten Lebong. ”Berselang sekitar enam menit dari kejadian pertama, gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,7. Gempa ini berlokasi 117 km arah barat daya Bengkulu. Gempa susulan ini berkedalaman 86 km,” terangnya.

Baca juga: Warga Geger, 10 Detik Diguncang Gempa

Pascakejadian, Kepala Pelaksana Kota Bengkulu Selupati melaporkan belum ada laporan kerusakan dan tim reaksi cepat (TRC) telah berada di lapangan untuk memantau kondisi terkini dampak gempa di wilayahnya.

Sementara itu BPBD Kabupaten Seluma menginformasikan masyarakat sempat melakukan evakuasi namun sudah kembali ke rumah masing-masing. BPBD setempat masih berkoordinasi dengan pihak desa, kecamatan serta instansi serta relawan. ”Pusdalops BNPB terus memonitor perkembangan di lapangan,” jelasnya.

BMKG merilis guncangan dirasakan warga di Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma, Kepahiang dengan parameter IV MMI.

Baca juga: Gempa Zona Megathrust Jawa Barat Makin Aktif

Sedangkan di Bengkulu Selatan, Kaur, Curup, Lebong III MMI, atau skala guncangan yang memberikan gambaran getaran seakan akan truk berlalu, serta Lubuk Linggau II-III MMI. Lokasi epistenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

”Sumber menunjukkan kedua gempabumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” terang Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, melalui pesan digital pada Rabu (19/8). (fin/ful)