spot_img
29, September, 2021

Megawati Minta 75 Cakada PDIP Ikuti Kepemimpinan Bung Karno

JAKARTA, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP-Perjuangan) Megawati Soekarnoputri memimpin pengumuman 75 pasangan calon kepala daerah yang diusung partai berlambang banteng itu di Pilkada Serentak 2020 yang digelar secara virtual, Selasa (11/8/2020).

Megawati didampingi Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Krityanto, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Sosial Juliari Batubara, dan Eriko Sodarduga.

Dalam pidatonya, Megawati mengatakan bahwa dirinya sengaja mengumumkan 75 calon kepala daerah bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan NKRI ke-75 tahun, agar para calon kepala daerah dapat menjiwai dan mengikuti jejak sang pendiri republik ini terutama Bung Karno.

Salah satu yang ditekankan Megawati adalah soal kepemimpinan Bung Karno yang piawai dalam mengorganisir rakyat.

“Ini yang harus selalu diingat untuk para calon pemimpin (kepala daerah) bahwa di PDIP Perjuangan yang paling utama bagaimana kita dapat mengorganisir rakyat. Bung Karno menyerap amanat penderitaan rakyat yang dikumandangkan melalui sebuah pidato yang begitu terkenal yaitu ketika beliau mau dimasukkan ke dalam penjara pidatonya adalah Indonesia Menggugat dan setelah itu Indonesia mencapai merdeka,” kata Megawati.

Selanjutnya, Mantan Presiden Indonesia keempat ini Bung Karno mendirikan partai nasional Indonesia (PNI) untuk perjuangan di bidang politik. Partai itu kemudian menjadi cikal bakal lahirnya PDI-Perjuangan. Dengan demikian, dia berharap kader-kader yang diusung PDIP di Pilkada benar-benar berjuang untuk rakyat.

“Saya berharap agar seluruh pasangan calon yang diusung oleh PDIP Perjuangan memiliki suatu kesadaran sejarah mempertemukan masa lalu yang direfleksikan secara kritis pada saat ini. Sehingga kita dapat menyusun suatu cita-cita masa depan yang berpijak pada nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa,” ungkapnya.

Megawati juga meminta para Cakada untuk mengedepankan hati nurani yang dipadukan dengan kecerdasan dan keilmuan yang dimiliki. Hal itu bahkan sudah dicontohkan oleH Bung Karno dalam memimpin bangsa ini.

“Tidak bisa hanya pandai saja tapi di hatinya tidak ada nurani. Saya merasa senang sekali semakin hari calon-calon sebetulnya kalau dilihat sudah penuh dengan gelar, pertanyaannya nuraninya dapatkah menjawab keilmuan dia, yang harus digunakan bagi kemaslahatan rakyat,” pungkasnya.

“Pilkada menjadi momentum bagi partai untuk menggembeng pasangan calon agar benar-benar hadir sebagai pemimpin yang memiliki pandangan luas keluar, visioner bisa menganalisa apa yang akan dikerjakan apa yang bisa dibuktikan. Sebagai pemimpin harus memiliki beberapa hal antara lain patriotism, nasionalisme atau kebangsaan dan dedikasi,” ingatnya

Megawati kemudian mendorong para calon kepala daerah untuk selalu dekat dengan rakyat dan mendengarkan aspirasi serta keluhan mereka. Dengan demikian, dia yakin para Cakada akan terpilih.

“Pemimpin yang dipilih itu yang dicintai oleh rakyat, segala cara pasti dia akan dipilih. Tapi kalau tidak benar apa boleh buat. Maka Belajarlah banyak-banyak, pimpin rakyat dengan kecintaan,” lanjutnya.(dal/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer