Malaysia Batalkan RUU Kabut Asap

Beranda Internasional Malaysia Batalkan RUU Kabut Asap

JAKARTA – Pemerintah Malaysia membatalkan rencana untuk menggodok undang-undang tentang kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang bisa menjerat pelaku meski berada di luar negeri.

Dilansir AFP, Kamis (6/8), pembatalan rencana pembahasan UU tersebut diumumkan pemerintah Malaysia pada Senin lalu. Udang-undang itu dimaksudkan untuk menghukum perusahaan Malaysia yang beroperasi di Indonesia, jika perusahaan tersebut diketahui menyebabkan kebakaran hutan dan kabut asap.

Menteri Lingkungan Hidup Malaysia, Tuan Ibrahim Tuan Man mengatakan, bahwa alasan pembatalan Undang-undang itu karena mereka lebih memilih bekerja sama dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara untuk mengatasi masalah tersebut.

BACA JUGA: Ucapan The Connell Twins Tentang Incest Viral, Langsung Diejek Netizen

Keputusan itu dikritik juru bicara kampanye Greenpeace Malaysia, Heng Kiah Chun. Menurutnya, penangguhan pembahasan rancangan undang-undang itu terlalu dini.

“Mengambil sikap terhadap perusahaan-perusahaan Malaysia yang beroperasi di luar negeri dan berkontribusi terhadap kabut asap adalah langkah yang baik untuk memastikan bahwa perusahaan beroperasi secara bertanggung jawab,” ujarnya kepada AFP.

“Kabut asap telah mempengaruhi negara-negara Asia Tenggara selama bertahun-tahun, menangani kabut regional ini adalah demi kepentingan semua orang,” tambahnya.

Pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia seringkali diiringi dengan kebakaran hutan besar-besaran setiap tahun. Hal itu memicu kabut asap beracun hingga terbawa ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura bahkan Thailand.

BACA JUGA: Dituding Tanpa Busana saat Ditangkap, Ini Klarifikasi Hana Hanifah

Tahun lalu menjadi tahun terburuk kabut asap sejak 2015 karena cuaca kemarau panjang. Kabut asap memaksa banyak sekolah di Indonesia dan Malaysia menghentikan kegiatan belajar-mengajar karena membahayakan kesehatan jutaan orang.

Indonesia mengklaim kebakaran tersebut terjadi di luar kendali perkebunan yang dimiliki oleh beberapa perusahaan Malaysia.

Hal inilah yang mendorong pemerintah Malaysia untuk mempertimbangkan penyusunan undang-undang yang akan menghukum perusahaan dari negaranya yang diketahui memicu kabut asap hingga luar negeri.

Tahun ini Indonesia sudah dilanda masalah kebakaran, meskipun belum ada penyebaran kabut asap skala besar. Bulan lalu, provinsi Sumatera Selatan sempat menyatakan keadaan darurat karhutla.

Sementara pada Mei, puluhan ribu personel dan pesawat pembom air dikerahkan untuk mengatasi kobaran api pertama pada musim ini. (der/fin)

Baca Juga

WNI Lolos dari Hukuman Mati di Malaysia

KUALA LUMPUR - Mahkamah Persekutuan Malaysia yang berkedudukan di Putrajaya, Rabu (23/9/2020) kemarin memutuskan, bahwa seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Aceh, M. Yusuf...

Sinovac Siap Distribusi Vaksin Covid-19 Awal 2021

BEIJING - Perusahaan farmasi asal Cina, Sinovac menyatakan siap mendistribusikan vaskin corona untuk dunia pada awal tahun depan, jika berhasil melewati uji klinis ketiga...

Jamaah Umrah Dibatasi 3 Jam

MAKKAH - Pemerintah Arab Saudi memberlakukan aturan bagi setiap gelombang jemaah hanya diberi waktu 3 jam untuk merampungkan seluruh proses ibadah umrah. Sebagaimana dikutip dari...

Indonesia Menuju Energi Nuklir

WINA - Indonesia resmi bekerja sama dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) terkait program pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai. Kesepakatan kerja sama tersebut dibuktikan...

Perusahaan Cina Bocorkan 2.100 Data Pribadi Warga Indonesia

CANBERRA - Salah satu perusahaan Cina yang memiliki relasi militer dan intelijen disinyalir telah membocorkan lebih dari 2 juta data pribadi, termasuk ribuan data...

Berita Terbaru

Menu Sarapan Populer yang Tidak Dianjurkan

JAKARTA — Tidak semua apa yang Anda lihat di televisi, dapat Anda tiru di kehidupan nyata, salah satunya adalah kebiasaan orang menyantap sarapan mereka....

Tertahan di Barca, Messi Tetap All Out

BARCELONA - Meski masih harus tertahan di Barcelona untuk satu musim ke depan, Lionel Messi mengaku akan memberikan yang terbaik dari dirinya.  “Saya akan memberikan...

Telepon Dokter, Jokowi: Saya Bisa Bayangkan Betapa Beratnya Tugas Medis

JAKARTA- Sejenak berbincang dengan dr. Faisal Rizal Matondang, Sp.P, seorang dokter spesialis paru, membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasakan betul perjuangan, dedikasi, dan kerja...

Biar ga Dibilang Pengecut, Teddy Gusnaidi Tantang Gatot Sebut Gus Dur PKI

JAKARTA- Dewan pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi memberikan tantangan ke mantan panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Tantangan terbuka itu berupa...

Catet! Pemerintah Tidak Melarang atau Mewajibkan Nonton Film G30S/PKI

JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD mengatakan, pemerintah tidak melarang memutar film Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI). Masyarakat bisa menonton...

Ferdinand Duga Isu PKI Dimainkan oleh Kaum Intoleran Radikal, HTI dan ISIS

JAKARTA- Politikus Partai Demokrat mengaku heran masih ada yang mengangkat isu PKI setiap tahunnya. Padahal, sejarah kelam PKI telah lama berlalu yang mustahil kembali...

WNI Lolos dari Hukuman Mati di Malaysia

KUALA LUMPUR - Mahkamah Persekutuan Malaysia yang berkedudukan di Putrajaya, Rabu (23/9/2020) kemarin memutuskan, bahwa seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Aceh, M. Yusuf...

Ferdinand ke Refly Harun: Terlalu Bodoh Statemen Anda Bung!

JAKARTA- Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menilai Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun seharusnya tidak memberikan statemen yang hanya berdasarkan asumsi belaka terkait alasan...

Nusantara

Puluhan Santri di Kuningan Terpapar Covid-19

KUNINGAN – Puluhan santri di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Kuningan, diduga terpapar Covid-19. Pihak ponpes pun dengan sigap langsung berkoordinasi dengan Gugus...

Hari Pertama, Penyaluran Beras Bermasalah

SLAWI – Hari pertama penyaluran bantuan sosial beras (BSB) untuk keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Tegal bermasalah. Mestinya, tiga...

News

Biar ga Dibilang Pengecut, Teddy Gusnaidi Tantang Gatot Sebut Gus Dur PKI

JAKARTA- Dewan pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi memberikan tantangan ke mantan panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Tantangan terbuka itu berupa...

Realisasi Program PEN Sektor UMKM Mengalami Kemajuan dan Diperluas

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat penyaluran dan memperluas sasaran UMKM yang mendapat bantuan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Realisasi penyaluran sejumlah program PEN sektor...

Direktur EBIS Telkom Tinjau Langsung Pemanfaatan Pijar Sekolah di SMAN 8 Garut

GARUT- Adanya pandemi Covid-19, dunia pendidikanpun terkena dampak. Tak pelak dunia pendidikan di Garut juga terdampak. Salah satunya adalah SMAN 8 Garut, yang sejak...

Dokter Pelaku Pelecehan Ditangkap

JAKARTA - Pelaku pelecehan terhadap wanita berinisial LHI di Bandara Soekarno Hatta,  berhasil ditangkap. Pelaku mempunyai gelar dokter.  Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes...

Sabu-sabu 13,8 Kg Disembunyikan di Mobil

MAKASSAR - Sabu-sabu seberat 13,8 kilogram (kg) dan 2.994 pil ekstasi diamankan dari empat pelaku. Narkotika ini masuk Makassar dari jalur Tiongkok-Malaysia. Direktorat Reserse Narkoba...

Asisten II Sekda Lamsel Tersangka Suap

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan Hermansyah Hamidi sebagai tersangka. Dia dijadikan tersangka kasus dugaan...

Ketua KPK Dijatuhi Sanksi Etik

JAKARTA - Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya menjatuhkan sanksi etik ringan berupa teguran tertulis II kepada Ketua KPK Firli Bahuri. Sanksi...