Gaung Sejuta Masker Menggema, Tri Tito: TP-PKK Ayo Bergerak, Beri Edukasi!

MALANG – Gaungkan Gerakan Sejuta Masker sampai kepelosok Tanah Air menjadi alas pemerintah untuk memberantas pandemi Covid-19. Dan tak ada alasan bagi siapa pun untuk memberikan kontribusi. Baik edukasi, maupun aksi sosial.

Ini yang ditekankan Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tri Tito Karnavian dalam Launching Gerakan 26 Juta Masker se-Provinsi Jawa Timur.

Ya, tentu tidak hanya sekadar bagikan masker, tetapi pola edukasi kepada masyarakat bagaimana pentingnya pemakaian masker yang benar menjadi langkah pertama.

”Sehingga penggunaan masker membudaya. Tentu dengan tata cara yang benar. Bukan hanya memakai masker, karena style. Maka ayo bergerak, beri edukasi masyarakat,” paparnya, Jumat (7/8).

Pada posisi ini, tim penggerak PKK harus pula hadir. Mampu berada di barisan terdepan, bergerak di lapangan dan benar-benar mengetahui bagaimana memberikan edukasi kepada masyaraat. ”Pakai masker sangat penting, dan tak kalah pentingnya selalu menjaga jarak dan sering-sering mencuci tangan,” tuturnya.

Tri Tito menyebut, kegiatan membagikan masker sebetulnya sudah pernah dilakukan sebelum menerima perintah dari Presiden Joko Widodo. Lantas, perintah tersebut mendorong TP-PKK untuk memassifkan program sejuta masker lebih lagi.

Baca juga: Semua Terpukul, Tito: Jangan Saling Menyalahkan

Ini dapat dilihat melalui pergerakkan cepat TP-PKK bersama kader dalam melaunching program sejuta masker di Kabupaten Gowa, 2,5 juta masker Kabupaten Indramayu, dan 2,5 juta masker Kabupaten Lejang Rebong dan bertepatan hari ini melaunching gerakan 26 Juta masker se-Provinsi Jawa Timur di Pendopo Agung, Kabupaten Malang.

”Ini adalah tindak lanjut dari perintah Bapak Presiden bahwa Ibu-Ibu Tim Penggerak PKK harus ikut serta berperan membagikan masker door to door,” imbuhnya.

Tidak kalah penting, ketum TP-PKK mengajak komunitas dan masyarakat bergotongroyong menunjukkan rasa kepedulian satu sama lain dalam menyukseskan program sejuta masker dan sosialisasi penggunaan masker kepada masyarakat yang belum teredukasi.

Baca juga: Tito: Akan ada Bantuan Lanjutan, Tunggu Saja

”Kami harapkan tim penggerak PKK nanti juga mengikut sertakan komunitas ataupun potensi-potensi di daerahnya yang bisa membantu pembagian masker ini. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak mendagri juga jajaran, juga Ibu Gubernur, Pak Bupati, Ibu Walikota dan jajaran yang sudah mempercayakan dan membagikan masker ini door to door,” harapnya.

Hadir dalam launching tersebut Mendagri Muhammad Tito Karnavian. Ia mengakui kehadirannya sebagai bentuk penghargaan kepada pemerintah daerah atas upaya dan niat baik dalam menekan penyebaran Covid-19 di masing-masing daerah. Hal tersebut juga dianggap sebagai salah satu program yang efektif dalam pencegahan penularan Covid-19.

Baca juga: Tito dan 9 Sekjen Parpol Bahas Demokrasi Berbiaya Mahal

”Nah oleh karena itu masker ini akan sangat efektif, kemarin saya di Indramayu juga melakukan launching yang sama yaitu 2,5 juta masker,” kata Mendagri.

Sebelumnya telah dilakukan launching kampanye bagi masker di Kabupaten Gowa dengan gerakan sejuta masker pada tanggal 8 Juli lalu yang dihadiri Mendagri, Launching Gerakan Bagi Masker 2,5 juta di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada tanggal 5 Agustus, dan Gerakan Bagi Masker 2,5 juta di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu pada tanggal 6 Agustus.

Baca juga: Usut Akar Masalah, Tito Turunkan Tim

Sebelumnya Mendagri juga melontarkan tantangan kepada para kepala daerah, apabila ada daerah yang bisa lakukan gerakan sejuta masker maka Mendagri akan hadir secara langsung.

Provinsi Jawa Timur tempatnya di Kabupaten Malang dilakukan Launching Gerakan Bagi Masker berjumlah 26 juta masker, termasuk yang sudah dibagikan sebelumnya.
Mendagri menegaskan meskipun awalnya ada kesulitan karena ini merupakan pandemi terbesar yang pernah ada diseluruh dunia.

Namun, perlahan dengan antusias dan kerjasama antar Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat akan konsep mengatasi penularannya, Ia berharap situasi akan semakin membaik.

”Nah oleh karena itulah atas perintah Bapak Presiden juga, kita langkah pertamanya adalah membagi masker, membagi masker adalah langkah yang soft, simpatik kepada masyarakat,” tuturnya.

Tanpa bosan, Mendagri juga terus mengajak semua pihak untuk bergotong-royong dalam membagikan masker dan mensosialisasikan protokol kesehatan.

Baca juga: Tito Didoakan Jadi Presiden

”Kita harapkan membaginya tidak hanya satu sektor, kegotongroyongan itulah yang kita harapkan. Kegotongroyongan pada saat mengumpulkan maupun saat eksekusi. Semua jalur kita tempuh terutama struktur formal,” pungkasnya. (fin/ful)

INFOGRAFIS: Sinyal Krisis Makin Kronis