Susul 11 Kolega di Tahanan

Beranda Hukum dan Kriminal Susul 11 Kolega di Tahanan

JAKARTA – Dua eks anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyusul 11 koleganya yang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu 22 Juli lalu. Keduanya adalah Ahmad Hosein Hutagalung dan Mulyani yang mangkir panggilan KPK pekan lalu. Keduanya berserta 11 rekannya, merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait fungsi dan kewenangan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan/atau 2014-2019.

Ahmad dan Mulyani bakal mendekam di rumah tahanan (rutan) setidaknya selama 20 hari pertama terhitung sejak 28 Juli hingga 16 Agustus 2020. Ahmad ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, sedangkan Mulyani ditahan di Rutan K4 KPK Gedung Merah Putih.

“Dua tersangka ini ditahan selama 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 28 Juli 2020 sampai dengan 16 Agustus 2020,” ujar Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (28/7).

BACA JUGA: BNN Berhasil Gagagalkan Penyelundupan Narkoba Jaringan International

Dalam perkara ini, KPK menetapkan total 14 tersangka yang berasal dari unsur anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan/atau 2014-2019 pada 30 Januari 2020. Sebanyak 11 tersangka lainnya telah terlebih dahulu ditahan oleh KPK pada 22 Juli 2020 lalu.

Karyoto memastikan, kedua tersangka telah menjalankan protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19. Namun, salah seorang tersangka lain yakni Nurhasanah kedapatan reaktif saat menjalani rapid test.

“Sehingga KPK melakukan penjadwalan ulang pemanggilan (terhadap Nurhasanah) yang waktunya akan kami informasikan lebih lanjut,” kata Karyoto.

Para tersangka, kata Karyoto, diduga menerima hadiah atau janji berupa uang yang diterima secara beragam antara Rp337,5 juta hingga Rp777,5 juta dari eks Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

BACA JUGA: Foto Rizieq Shihab Dibakar, Felix Siauw Murka: Harusnya Polisi Tanggapi

Keseluruhan suap itu diduga diterima terkait dengan persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumut tahun anggaran 2012-2014 oleh DPRD Provinsi Sumut, persetujuan perubahan anggaran pendapatandan belanja daerah Provinsi Sumut tahun anggaran 2013-2014 oleh DPRD Provinsi Sumut.

Kemudian terkait pengesahan angggaran pendapatan dan belanja daerah Provinsi Sumut tahun anggaran 2014 dan 2015 oleh DPRD Provinsi Sumut, dan penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Provinsi Sumut pada 2015.

“Dalam proses penyidikan perkara ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap 59 orang saksi dan telah dilakukan penyitaan uang pengembalian dari para tersangka dan saksi senilai total Rp3.732.500.000,” tutur Karyoto.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 64 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Penetapan ke-14 Anggota DPRD Provinsi Sumut tersebut merupakan tahap keempat dalam penanganan perkara ini. Sebelumnya, KPK juga telah memproses 50 unsur pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sumut periode 2004-2009 dan/atau 2014-2019.

Lima puluh orang tersebut kini sedang menjalani pidana masing-masing setelah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, dengan hukuman rata-rata 4 hingga 6 tahun penjara.

Sebelumnya, 11 mantan anggota DPRD Sumut yang ditahan KPK adalah Sudirman Halawa (SH), Rahmad Pardamean Hasibuan (RPH), Megalia Agustina (MA), Ida Budiningsih (IB), dan Syamsul Hilal (SHI).

Kemudian, Robert Nainggolan (RN), Ramli (R), Layani Sinukaban (LN), Japorman Saragih (JS), Jamaluddin Hasibuan (JH), dan Irwansyah Damanik (ID).(gw/ki/fin)

Baca Juga

Oalaa… Ko Denny Siregar Belum Juga Ditangkap? Ckckckc…

JAKARTA- Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain, merasa heran dengan sikap Kepolisian dalam penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh pegiat...

8 Jam Diperiksa, Yakin Tak Bersalah

JAKARTA - Mantan Komandan Jenderal (danjen) Kopassus Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko menjalani delapan jam pemeriksaan di Bareskrim Polri. Usai diperiksa, dia yakin tak...

Ternyata, Provokatornya 3 Pelajar

JAKARTA - Tiga orang diamankan karena diduga sebagai provokator dari pemicu aksi anarkis pada aksi demonstrasi 8 dan 13 Oktober lalu. Mereka ternyata berstatus...

Salah Tulis, Batal Demi Hukum

JAKARTA - Tiga terdakwa kasus dugaan surat jalan palsu, Djoko Tjandra, Brigjen Pol Prasetijo Utomo, dan Anita Kolopaking melalui penasihat hukum mengajukan nota keberatan...

Tahun Politik, Tahun Korupsi

JAKARTA - Penyelenggaraan Pilkada rentan dengan tindak pidana korupsi. Tingginya biaya yang harus dikeluarkan peserta pilkada dapat menjadi pintu masuk bagi timbulnya tindak pidana...

Berita Terbaru

Kumpul Kebo dengan Tora Sudiro saat Pacaran, Mieke Amalia: Itunya aja Dua Tahun

JAKARTA - Pasangan selebriti Tora Sudiro dan Mieke Amalia memiliki hubungan yang harmonis dan jauh dari gosip miring hingga saat ini. Namun, dibalik hal...

Ferdinand Soroti Kinerja Stafsus Millenial dan Wapres Ma’ruf Amin: Antara Ada dan Tiada

JAKARTA- Genap satu tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin. Atau dua periode kepemimpinan Joko Widodo alias Jokowi. Beragam penilaian...

Messi Cetak Rekor Baru di Champions League

BARCELONA - Lionel Messi sukses mencatatkan rekor baru, setelah menyarangkan satu gol lewat titik penalti, saat Barcelona melawan Ferencvaros di Liga Champions dini (21/10))...

Fast & Furious Tamat Usai Dua Film Terakhir Tayang?

JAKARTA - Rumah produksi Universal Pictures dikabarkan akan mengakhiri film serial Fast & Furious. Dilansir dari Deadline pada Selasa (20/10/2020), Justin Lin selaku sutradara...

Perpaduan Dangdut-Keroncong-Rap dalam Single Ayu Ting Ting Berjudul Tatitut

JAKARTA - Pedangdut Ayu Ting Ting kembali merilis single terbarunya. Usai beberapa waktu lalu Ayu merilis lagu berjudul Cemburu Mantanmu, kini pedangdut berusia 28...

Nusantara

Bantah RS Covidkan Pasien

SLAWI - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Joko Wantoro membantah jika rumah sakit di Kabupaten Tegal mengcovidkan pasien. Bantahan itu...

PTM Pertama Guru dan Siswa Masih Grogi

PURWOKERTO - Hari pertama pembelajaran tatap muka (PTM) rupanya masih membuat grogi guru maupun murid. Itu lantaran sekian lama melakukan pembelajaran secara daring. Salah satu...

News

Tengku Zul Ingatkan Ada Banyak Penguasa Diktator yang Tumbang, Sabar Kita Lihat

JAKARTA– Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ustaz Tengku Zulkarnian mengingatkan penguasa untuk tidak berbuat zalim atau bertindak diktator. Tengku Zul menyebutkan beberapa diktator di dunia justru...

Hadirkan Konektivitas di Seluruh Negeri Demi Wujudkan Kedaulatan Telekomunikasi

JAKARTA - Pembangunan infrastruktur merupakan satu dari lima aspek utama yang menjadi fokus pemerintah saat ini. Infrastruktur diyakini menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi...

Giatkan Pengawasan Laut dan Udara, Bea Cukai Aceh Rangkul Dit. Polairudda Polda Aceh

Banda Aceh- Sebagai negara yang dianugerahi pulau-pulau yang terhampar, Indonesia membutuhkan pengawasan laut dan udara yang ketat. Hal ini dilaksanakan salah satunya oleh Bea...

Salah Tulis, Batal Demi Hukum

JAKARTA - Tiga terdakwa kasus dugaan surat jalan palsu, Djoko Tjandra, Brigjen Pol Prasetijo Utomo, dan Anita Kolopaking melalui penasihat hukum mengajukan nota keberatan...

Tahun Politik, Tahun Korupsi

JAKARTA - Penyelenggaraan Pilkada rentan dengan tindak pidana korupsi. Tingginya biaya yang harus dikeluarkan peserta pilkada dapat menjadi pintu masuk bagi timbulnya tindak pidana...

Buronan Sunarko Diciduk Intel Kejaksaan di Kamar Hotel

JAKARTA - Sunarko buronan tindak pidana korupsi Pembangunan Konstruksi Runway Bandara Moa Tiakur dalam APBD TA 2012 Kabupaten Maluku Barat Daya Tahun 2012 dibekuk...

Kejari Segera Tetapkan Tersangka Pungli, Oknum Lurah Dibidik

PANGKEP - Dugaan pungutan liar (pungli) sertifikat tanah di Pangkep naik ke tahap penyidikan. Pejabat kelurahan berpotensi jadi tersangka. Kasi Intel Kejari Pangkep, Andri Zulfikar,...