Melirik Angka sampai Manisnya Drama Demokrat-PDIP

Beranda Coffee Morning Melirik Angka sampai Manisnya Drama Demokrat-PDIP

Oleh: M. Syaiful Amri

KONSTRUKSI  politik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Lampung memang menarik untuk diikuti. Taburan surat rekomendasi pun nyaris membuat publik geleng-geleng kepala. Ini terjadi di Lampung Timur dan Kota Bandarlampung.

Bahkan, di Kabupaten Pesawaran tak mau kalah. Drama politik sempat digegerkan dengan munculnya dua rekomendasi dari Partai Amanat Nasional (PAN). Dua rekomendasi isinya sama, ada tanda tangan Ketua Umum Zulkifli Hasan.

Sementara perbedaannya hanya dari nomor surat untuk petahana Dendi Romadhona, yang tercatat sebagai kader Partai Demokrat dan penantang, Nasir kader PDI Perjuangan.

Ya, namanya juga politik! kadang konsistensi itu urusan belakang, ketika kata sepakat  hanya di bibir saja. Logistik, kerap jadi sumbatan.

Dan yang tak kalah menariknya lainnya adalah, rekomendasi dua partai yang kerap berseberangan di kancah nasional. Yakni Partai Demokrat dan PDI Perjuangan. Perbedaannya ini dapat dilihat dari beberapa peristiwa yang cukup mencolok dan mendapat sorotan publik.

Belum lama ini Partai Demokrat mem-“PHK” kadernya Zaiful Bokhari sebagai ketua DPC PD Lampung Timur. Belakangan petahana itu, mendapat respon positif dari PDI Perjuangan. Bahkan hasil survei internal PDIP, Zaiful Bokhari unggul dari sisi elektabilitas dan popularitas.

Peluang PDIP merangkul petahana pun makin terbuka, apalagi setelah ada surat pemberhentian Zaiful Bokhari sebagai ketua DPC PD belum lama ini.

Gayung bersambut, PDIP santer bakal memberikan rekomendasi bagi Zaiful. Bahka isu yang didapat, Bang Ipul-sapaan akrab Zaiful Bokhari bakal melenggang dengan perahu Banten setelah secara absolute mendapat dukungan dari kader tingkat DPC.

Posisi Zaiful jelas makin kuat setelah Prabowo Subianto juga telah menyerahkan surat tugas kepada petahana. Dan tak lama lagi, rekomedasi itu pun segera dikantongi.

Kondisi yang hampir serupa, terjadi di Pilkada Bandarlampung. Kali ini, Partai Demokrat yang memberikan rekomendasi untuk kader PDIP. Mantap!

Kader PDIP itu bernama Tulus Purnomo. Ia merupakan kader lawas PDIP. Dirinya mendapat rekomendasi dari Partai yang dibesarkan lewat tangan dingin Susilo Bambang Yudhoyono.

Bedanya, rekomendasi kepada Tulus Purnomo, sebagai bakal calon Walikota Bandarlampung mendampingi Yusuf Kohar.

Muhammad Yusuf Kohar yang awalnya menempati kursi Wakil Walikota, bergerak maju setelah mendapat support dari internal Partai Demokrat. Tentu wajar karena pria yang khas dengan logat Palembangnya itu, merupakan kader partai berlambang segi tiga mercy.

Rekomendasi itu sendiri, diberikan langsung Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurthy Yudhoyono, di hadapan Sekjen Teuku Riefky, dan ketua Bappilu Andi Arief dan disaksikan Ketua DPD Partai Demokrat M. Ridho Ficardo, Rabu (22/7) di Jakarta.

Nah, sinyal koalisi besar pun kemungkinan terjadi. PDIP bersekutu dengan Partai Demokrat dalam Pilkada.

Rekomendasi Demokrat ini setidaknya kabar baik bagi Tulus. Tiket yang bisa memberikan jaminan agar PDIP juga mengeluarkan rekomendasi yang sama. Spekulasi yang bergembus Tulus bakal di undang ke Teuku Umar pada Jumat (24/7).

Jika benar itu terjadi, maka Eva Dwiyana istri Wali Kota Herman HN yang juga kader PDI Perjuangan tentu kalah bersaing dengan Tulus. Secara otomatis Eva batal menggunakan perahu banteng moncong putih, meski pun dirinya juga kader partai yang identik dengan warna merah itu.

Sebelumnya Yusuf Kohar-Tulus Purnomo yang berjargon Bandar Lampung Makmur resmi mengantongi rekomendasi Partai Perindo yang memiliki dua kursi. Dukung Partai Demokrat menambah jumlah kursi pengusung Yusuf Kohar yang berpasangan dengan politisi PDIP Tulus Purnomo tersebut menjadi tujuh kursi.

”Matursuwon (Terima Kasih) dengan rekomendasi ini makin meringankan perjuangan kami untuk membangun Kota Bandarlampung,” singkat Tulus.

Sejalan dengan kabar rekomendasi yang mulai terbit. Sejumlah lembaga survei pun mulai menginisiasi kekuatan petahana sampai sang penantang. Survei lebih dulu dilakukan oleh Rakata Institute.

Analisis hasil survei yang dikeluarkan Rakata Institute menunjukan performa memang menunjukan keseimbangan.

Skema diagram yang dipaparkan, menunjukan incumbent masih unggul dari sisi apa pun. Baik elektabilitas, maupun popularitas. Bahkan dalam paparan yang disebutkan masyarakat Lampung Timur puas dengan pencapaian hasil yang ada.

Peneliti Rakata Institute Yuli Harmoko menjelaskan ada dua sosok kuat pengancam posisi petahana di Lampung Timur. Pertama Dawam Raharjo birokrat senior putra daerah Lampung Timur dengan elektabilitas 23,10% yang diusung PKB dan berasal dari kalangan Keluarga Besar NU.

”Ini akan menjadi salah satu penantang kuat sang petahana apabila bisa memaksimalkan motor PKB dan NU yang ada di Lampung Timur. Kelemahannya adalah sebagai sosok pendatang baru di politik Lampung Timur Dawam Rahardjo masih perlu meningkatkan tingkat popularitasnya lebih tinggi lagi,” jelas Yuli.

Kedua, ada sosok Yusron Amirullah politisi Nasdem dan juga petarung lama di Pilkada Lampung Timur dengan elektabilitas 17,10%.

 

”Sebagai petarung lama di Lampung Timur yang sudah dua kali pernah bertarung dalam pilkada Lampung Timur tentu membuat sosoknya masih banyak dikenal dikalangan pemilih lamanya dan tentunya memiliki keinginan besar untuk bisa menang pada keikutsertaan yang ke 3 kali ini,” papar dia.

Sosoknya sebagai ketua Partai Nasdem tentu bisa membuatnya lebih maksimal dalam menggerakkan motor partainya dalam pertarungan Pilkada kali ini untuk mencapai kemenangan. ”Kelemahannya adalah bayang-bayang 2 kali kekalahan pada Pilkada sebelumnya tentu sedikit banyak akan berpengaruh kepada psikologis tim dan pemilih,” paparnya.

Sementara Zaiful Bokhari sebagai petahana saat ini memiliki keunggulan dalam popularitas mencapai 94,70% dan tingkat akseptabilitas 66,10% yang tentunya paling tinggi dari pada kandidat yang lain. ”Elektabilitas petahana 25,80%, elektabilitas bisa lebih dari 30,00%. Untuk tingkat kepuasan atas kinerja Zaiful Bokhari sebagai Bupati Lampung Timur hanya 55,70%,” jelasnya.

Dalam rilis yang diterima, Yuli Harmoko menjelaskan, populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia di Kabupaten Lampung Timur yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

”Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.000 responden, dengan metode stratified random sampling, dan memiliki toleransi kesalahan (Margin of Error – MoE) ±3,10% pada tingkat kepercayaan 95%, sampel berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Lampung Timur yang terdistribusi secara proporsional,” jelasnya.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. ”Semua populasi pemilih di Kabupaten Lampung Timur memiliki kesempatan sama untuk terpilih sebagai responden. Periode survei: 14-18 Juli 2020,” jelasnya.

Untuk stratifikasi, menekankan pada populasi pemilih dikelompokan berdasarkan kecamatan. Selanjutnya sampel dipilih secara berjenjang di masing-masing strata (kecamatan). Tahap pertama Primary Sampling Unit (PSU) pada survei ini adalah TPS (Tempat

Pemungutan Suara) yang berasal dari data KPU Lampung Timur. Jumlah responden pada masing-masing PSU adalah 10 responden. Tahap kedua dari masing-masing TPS terpilih diambil responden secara acak (lima responden laki-laki dan 5 responden perempuan). ”Dan tahap ketiga dari masing-masing responden terpilih secara acak tersebut kemudian diwawancarai,” paparnya.

Yang pasti, dari Pilkada yang terjadi di daerah, batasan yang terjadi di ranah nasional memang tidak berbanding lurus dengan apa yang ada di daerah. Politik mengisyaratkan banyak hal.

Terutama bumbu; finansial, keluawesan, dan cara kerja orang-orang kepercayaan. Soal elektabilitas dan popularitas bisa dibangun. Asal mesin dan roda kendaraan politik bisa menyenangkan hati publik. Selamat pagi, seruput kopi. (*)

Baca Juga

Efek Messi, Lautaro Batal Join Barcelona?

MILAN - Barcelona telah mengakhiri era keemasannya dengan cara yang tidak indah, dan sedang dalam krisis yang mungkin sulit untuk dihindari.  Kalah dari Madrid di...

SDGs: Upaya Mencapai Target dalam Situasi Pasca Pandemi Covid-19

Oleh: Fahmi Prayoga  SAMPAI detik ini, kita masih menghadapi pandemi yang telah mempengaruhi seluruh lini kehidupan penduduk di muka bumi. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang...

Pertaruhan Incumbent: Hadapi Pilkada dan Pandemi

Maka tidak heran jika bansos untuk penanganan pandemi terjadi tidak tepat sasaran dalam penyalurannya. Warga yang butuh sokongan terlewatkan, sementara yang tidak cukup layak menerima justru malah mendapatkan jatah bantuan.

Vedomosti Hilang dari Peredaraan

JAKARTA – Kabar mengejutkan datang. Sejumlah editor senior surat kabar Vedomosti berhenti. Vedomosti merupakan koran berbasis bisnis. Cukup terkemuka Rusia. Tidak terbit sejak Senin (16/6). Bukan...

Rekomendasi Lainnya

OTT Menteri Edhy Prabowo, Eks Pimpinan...

JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto atau BW mengapresiasi kinerja penyidik senior KPK Novel Baswedan atas giat operasi tangkap...

Infografis: Statistik Covid-19 di Indonesia Rabu,...

JAKARTA - Update Infografis percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia per tanggal 25 November 2020 Pukul 12.00 WIB.

LPSK Bakal Segera Fasilitasi Pemberian Kompensasi...

DENPASAR - Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo mengatakan LPSK bakal memberikan kompensasi terhadap 39 korban terorisme Bom Bali I dan...

Tommy Sumardi Bantah Pernah Sebut Nama...

JAKARTA - Pengusaha Tommy Sumardi membantah kesaksian Irjen Napoleon Bonaparte yang menyatakan dirinya pernah menyebut nama Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, Wakil Ketua...

Tak Menyesal Pernah Nikahi Gisel, Gading...

JAKARTA - Aktor Gading Marten mengakui bahwa pernikahannya dengan Gisella Anastasia pada saat itu terasa sangat menyenangkan. Meski telah bercerai pada Januari 2019 lalu,...

Amankan Menteri Edhy Prabowo, ICW Minta...

JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengapresiasi tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan...

Bea Cukai Semarang Asistensi Kawasan Industri...

SEMARANG – Bea Cukai Semarang terus berupaya mendorong suksesnya Kawasan Industri Kendal (KIK) yang merupakan salah satu kawasan ekonomi khusus (KEK) berdasarkan Peraturan Pemerintah...

Millen Cyrus Dipindah ke Sel Khusus,...

JAKARTA - Sempat menempatkan Millendaru alias Millen Cyrus ke dalam sel laki-laki, pihak kepolisian akhirnya berubah pikiran. Hal tersebut dilakukan polisi karena menuai protes...

Baca Juga

Efek Messi, Lautaro Batal Join Barcelona?

MILAN - Barcelona telah mengakhiri era keemasannya dengan cara yang tidak indah, dan sedang dalam krisis yang mungkin sulit untuk dihindari.  Kalah dari Madrid di...

SDGs: Upaya Mencapai Target dalam Situasi Pasca Pandemi Covid-19

Oleh: Fahmi Prayoga  SAMPAI detik ini, kita masih menghadapi pandemi yang telah mempengaruhi seluruh lini kehidupan penduduk di muka bumi. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang...

Pertaruhan Incumbent: Hadapi Pilkada dan Pandemi

Maka tidak heran jika bansos untuk penanganan pandemi terjadi tidak tepat sasaran dalam penyalurannya. Warga yang butuh sokongan terlewatkan, sementara yang tidak cukup layak menerima justru malah mendapatkan jatah bantuan.

Vedomosti Hilang dari Peredaraan

JAKARTA – Kabar mengejutkan datang. Sejumlah editor senior surat kabar Vedomosti berhenti. Vedomosti merupakan koran berbasis bisnis. Cukup terkemuka Rusia. Tidak terbit sejak Senin (16/6). Bukan...

New Normal: Potensi More Pain No Gain?

Oleh: Fahmi Prayoga PANDEMI telah memaksa perubahan pada setiap individu, pemerintah, organisasi, dan perusahaan yang ada. Perubahan menjadi kunci utama untuk bertahan dan tetap produktif...

Berita Terbaru

UNICEF: Anak-anak Paling Dirugikan Atas Mewabahnya Covid-19

JAKARTA - Perwakilan Komite Pengendalian Covid-19 UNICEF Arie Rukmantara mengungkapkan anak-anak menjadi kelompok yang paling dirugikan atas merebaknya virus Covid-19. "Yang paling dirugikan dalam krisis...

Tanggapi Kasus Millen, Ashanty Juga Ungkap Harapan Keluarga

JAKARTA - Usai bungkam setelah Millendaru alias Millen Cyurs ditangkap karena tersandung kasus narkoba pada akhir pekan lalu, Ashanty akhirnya memberikan tanggapan terhadap keponakannya...

Jumlah Penumpang Angkutan Umum Libur Nataru Diprediksi Menurun 52 Persen

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi jumlah penumpang angkutan umum pada libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 bakal menurun sekitar 52 persen dibanding...

Di-Unfollow Azka, Kalina Ocktaranny Dianggap Buta karena Cinta

JAKARTA - Hubungan asmara Kalina Ocktaranny dengan Vicky Prasetyo yang telah terjalin sejak dua pekan lalu masih menyita perhatian publik hingga saat ini. Bahkan, anak...

Dikabarkan Ikut Dicokok KPK, Ali Ngabalin: Abang Tidur Tadi

JAKARTA - Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin mengakui dirinya menumpang pesawat yang sama dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat melakukan...

Foto-Foto

News

Viral Ceramah Gus Miftah Akui Senang Ngaji dengan Lonte: Ngajinya Pahala, Matanya Bervitamin

JAKARTA- Sebuah video ceramah dari Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah viral di jagat twitter. Video yang berdurasi 22 detik itu, diunggah oleh pegiat...

Buya Syafiih: Mendewakan Keturunan Nabi adalah Bentuk Perbudakan Spritual

JAKARTA- Tokoh Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafiih, mengkritik pihak-pihak yang kerap menganggungkan para Habaib atau tokoh yang mempunyai garis keturunan dengan nabi...

14 Larangan Polri di Pilkada

JAKARTA - Anggota Polri harus menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Jika ada yang tak netral, sanksi pun akan diberikan. Kadiv Humas Polri Irjen...