Beranda Nusantara Lambat Hasil Tes Bisa Bikin Panik

Lambat Hasil Tes Bisa Bikin Panik

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA – Mekanisme penanganan pasien terindikasi positif Covid-19, diminta lebih baik lagi. Sebab, adanya informasi kenaikan angka positif yang melibatkan tenaga kesehatan rumah sakit cukup membuat panik masyarakat.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Dede Muharam mengatakan kenaikan beberapa waktu lalu yang kemudian dikonfirmasi bahwa hasil tes keduanya negatif harusnya bisa divalidasi lebih awal. Salah satunya dengan mengaktifkan alat tes yang sudah dimiliki daerah. “Keterlambatan hasil tes, itu karena kita harus ke Labkesda Provinsi Jawa Barat. Harusnya mesin yang kita punya bisa digunakan optimal sehingga tak perlu ngantri di Bandung dan tidak membuat kepanikan,” ujar Dede kepada Radar Tasikmalaya (Fajar Indonesia Network Grup), Minggu (12/7).

Menurutnya apabila di Kota Tasikmalaya terdapat laboratorium untuk memastikan positif tidaknya pasien yang terindikasi Covid-19. Tentunya bisa lebih cepat memastikan dan menangani ketika seorang pasien apalagi perawat yang kala itu menangani di ruang isolasi. “Ini kan beban psikologis juga bagi perawat yang dinyatakan terindikasi atas hasil tes pertama. Ketika dia sudah berinteraksi, kasian orang di sekitarnya tentu waswas,” keluhnya.

Politisi PKS itu menambahkan saat ini Kota Resik dihadapkan dengan dua kasus kesehatan yang serius. Angka positif Covid-19 yang tembus 55 orang, ditambah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tembus 850 kasus. “Kita ingin tahu progres penanganan kasus-kasus ini seperti apa. Kemudian pelaksanaan penganggaran sudah sejauhmana efektivitasnya,” tutur Dede.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Ahmad Junaedi menambahkan pihaknya berencana mengundang kembali Dinas Kesehatan (Dinkes) dan RSUD dr Soekardjo, terkait perkembangan Covid pasca Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) berakhir. Sebab, dari informasi yang diterbitkan Gugus Tugas Covid-19 melalui website resmi Pemkot. Angka kasus terus berangsur naik. “Kita ingin tahu juga langkah selanjutnya yang akan dilaksanakan seperti apa. Sebab, PSBB berakhir tetapi angka kasus terus naik,” kata dia. (igi)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

[300x250]