Beranda Bola Tensi Tinggi di Drawing 8 Besar

Tensi Tinggi di Drawing 8 Besar

- Advertisement -
- Advertisement -

NYON – Prediksi bakal lahirnya beberapa big match pada skenario babak delapan besar Liga Champions 2019-2020 menemui titik terang. Dalam drawing yang dihelat Jumat (10/7) petang WIB, setidaknya ada empat big match yang kemungkinan lahir. Big match ini digelar pada 12–15 Agustus mendatang

Paling menjadi sorotan adalah kemungkinan Juventus bertemu Real Madrid. Ini menjadi laga emosional bagi Cristiano Ronaldo. Ya, Kemungkinan itu terjadi jika Real Madrid dan Juventus lolos dari babak 16 besar Liga Champions dengan mampu menang atas lawan-lawan mereka di leg kedua. Jika hal itu terjadi, maka Cristiano Ronaldo akan bereuni dengan Real Madrid.

Namun itu baru kemungkinan. Sejatinya, ada empat tim yang lolos ke perempat final, mereka adalah Atalanta (Italia), RB Leipzig (Jerman), Atletico Madrid (Spanyol), dan Paris Saint-Germain (Prancis) yang akan berlaga di Lisabon, Portugal. Tim-tim yang lolos ke babak ini akan bertanding di antara dua venue, yaitu Estádio do Sport Lisboa e Benfica yang merupakan kandang Benfica, dan Estádio José Alvalade yang selama ini jadi markas Sporting CP. Pertandingan akan digelar dalam 4 hari sejak 12 Agustus hingga 15 Agustus 2020.

Empat tiket lain masih diperebutkan di leg kedua babak 16 Besar. Keempat jadwal itu, yang akan digelar di kandang masing-masing pada 7 dan 8 Agustus. (selengkapnya lihat infografis).

Musim ini, RB Leipzig dengan mengejutkan menyingkirkan Tottenham Hotspur menjadi tim fenomenal kemarin. Dalam babak perempat final, mereka berduel dengan Atletico Madrid. Ini menjadi ujian bagi palang pintu pertahanan Leipzig yang dikenal solid. Ya, di 16 besar, pasukan Diego Simeone menumbangkan juara bertahan Liverpool dengan agregat 4-2.

Di babak lain, wakil Italia, Atalanta menjadi tim yang lebih dahulu merasakan agresifnya babak perempat final menghadapi raksasa Perancis, Paris Saint Germain. Buat Atalanta mendapatkan PSG sebagai lawan, menyusul hasil drawing Liga Champions, jelas tidak terlalu bagus.

Dilansir dari Football Italia, Presiden Atalanta Antonio Percassi mengakui, laga melawan PSG menganggapnya bahwa Agustus menjadi bulan yang membuatnya sangat tegang. “Ini adalah permainan seumur hidup,” ujarnya.

“Saya sudah mulai tegang hingga bulan depan untuk pertandingan yang luar biasa ini! Kami hanya bisa berharap yang terbaik, ”tambah Percassi.

Diketahui, raksasa Prancis itu bergelimang pemain bintang, sebut saja Kylian Mbappe, Mauro Icardi, Neymar, Angel Di Maria, Marco Verratti, Marquinhos, hingga Thiago Silva.

“Ini adalah permainan yang sangat sulit, akan membantu kami untuk tumbuh lebih jauh dan tentunya akan menjadi pengalaman yang luar biasa,” katanya.

Percassi ditanya apakah ia telah berbicara dengan pelatih Gian Piero Gasperini tentang potensi hasil imbang lawan. “Kami membahasnya dengan pelatih dan mengatakan kami berharap tidak akan menghadapi salah satu klub besar dengan sejarah yang luar biasa di belakang mereka. Namun, kami kemudian berkata, jika kami melawan Paris Saint-Germain, kami akan memiliki kartu untuk dimainkan. Sekarang kita akan lihat apa yang terjadi,” tambahnya.

Kendati demikian, PSG tak pernah menang melawan klub Italia dalam sejarahnya di Liga Champions. Di sisi lain, PSG yang tak bermain secara kompetitif sejak Maret lalu membuat kondisi fisik para pemainnya diperkirakan tak akan prima. Sebaliknya, Serie A berlanjut membuat La Dea makin impresif dari 11 kemenangan beruntunnya.

Karena itulah, Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi mengharapkan para peaminnya menyuguhkan laga yang sangat menarik melawan Atalanta. “Kami sudah tak sabar menunggunya,” katanya.

“Kami menantikan duel yang fantastis. Atalanta menjadi lawan yang tak bisa dianggap remeh. Musim ini mereka telah menunjukkan sebagai salah satu tim Italia terbaik saat ini,” tambahnya dilansir dari situs resmi PSG.

Meski demikian, para tim yang lolos sudah tak sabar melihat tim mana yang lolos baik antara Bayern Munchen atau Chelsea, akan berhadapan dengan Barcelona atau Napoli. Di sisi lain, entah itu Juventus atau Lyon yang melaju, lawan mereka di 8 besar adalah Manchester City atau Real Madrid.

Apalagi, format perempat final berbeda dengan musim-musim sebelumnya. Penyelenggara tidak membuat format dua leg atau pertandingan home dan away. Semua laga digelar dalam format single-leg di tempat netral. (fin/tgr)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

[300x250]