Persiapan Bayi Tabung Kualitas Sperma Bergantung Gaya Hidup

Beranda Kesehatan Persiapan Bayi Tabung Kualitas Sperma Bergantung Gaya Hidup

MAKASSAR – Proses bayi tabung kini mulai dikenal masyarakat kita. Butuh persiapan khusus untuk melakukannya, terkhusus laki-laki, keberhasilan bayi tabung amat bergantung dari gaya hidup.

Spesialis Andrologi Siloam Hospitals Makassar, dr Rahmawati Thamrin Sp And mengungkapkan, program bayi tabung memerlukan persipan. Untuk laki-laki, harus menghindari rokok dan minuman keras. Selain itu, rutin minum vitamin, jaga diet dengan makanan yang meningkatkan kesuburan, memperbaiki waktu tidur atau tidak begadang, menghindari stres, dan tetap melakukan olahraga ringan.

Selain itu, pihak laki-laki wajib menjalani tes darah dan pemeriksaan sperma terlebih dahulu sebelum menjalani proses bayi tabung. Tes darah ini dilakukan untuk mendeteksi adanya kemungkinan infeksi menular seksual (IMS) pada pria yang bisa menghambat bayi tabung. Setelah itu, pemeriksaan sperma pada pria. Hal itu dilakukan untuk menilai parameter sperma itu sendiri.

BACA JUGA: Kocak! Pengen Tampil Cantik, Bibir Pramugari Ini Justru Mirip Bokong Monyet

Pada dasarnya program bayi tabung sebenarnya tidak membutuhkan sperma yang berkualitas prima, karena program bayi tabung tidak membutuhkan banyak sperma untuk bisa menghasilkan kehamilan. Bahkan, pria yang mengalami azoospermia (sperma kosong) saja tetap bisa memungkinkan untuk mengikuti proses bayi tabung. Hal ini dilakukan dengan cara aspirasi sperma, yaitu mengambil sel sperma secara langsung dari testis untuk program bayi tabung.

“Analisis sperma setelah dikeluarkan itu biasanya hanya berjalan tiga sampai empat jam,” kata kepada FAJAR, Selasa, 7 Juli.

Kemudian prosedur dilanjutkan dengan mempertemukan sel telur dan sperma dalam gelas di laboratorium agar terjadi pembuahan. Jika pembuahan berhasil, terbentuklah embrio yang akan ditransfer ke dalam rahim beberapa hari kemudian.

BACA JUGA: Jokowi Percayakan Prabowo sebagai Leading Sector

Terpisah, Spesialis Obgyn RS Ibnu Sina, Dr dr Nasrudin Andi Mappaware SpOG(K) mengutarakan, keberhasilan bayi tabung besar pengaruhnya dari tubuh yang sehat, terutama pada laki-laki. Jika tubuh sehat, keberhasilan bayi tabung itu presentasinya 70 hingga 80 persen berhasil. Dari kondisi kesehatan yang stabil itu, sel sperma dan ovum menjadi penentu pembentukan zigot yang sempurna. Zigot adalah proses perkembangbiakan sebelum janin atau calon janin/embrio pada rahim perempuan. “Itu setelah 5-6 hari, terhitung dari hari pertama diiseminasikan,”ujarnya. (sal)

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

Satgas Akui Tes Covid-19 Belum Merata Secara Nasional

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengakui pengetesan corona di berbagai wilayah di Indonesia belum merata."Angka testing yang tinggi saat ini sebarannya tidak...

Ada di Lokasi Dekat Jatuhnya Sriwijaya Air, Maia Estianty Ceritakan yang Dialaminya

JAKARTA - Musisi Maia Estianty diketahui berada di Kepulauan Seribu saat terjadi peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 pada 9 Januari 2021 lalu.Maia mengungkapkan...

Penyelidikan Kasus Jouska, Dittipideksus Bareskrim Sudah Periksa 33 Saksi

JAKARTA - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Barekrim Polri telah memeriksa sedikitnya 33 saksi dalam penyelidikan kasus dugaan tindak pidana penipuan berkedok...

Infografis: Statistik Covid-19 di Indonesia Selasa, 19 Januari 2021

JAKARTA - Update Infografis percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia per tanggal 19 Januari 2021 Pukul 12.00 WIB.

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News