Beranda Nusantara Sering Dikunjungi Turis, Awas Kecolongan

Sering Dikunjungi Turis, Awas Kecolongan

- Advertisement -
- Advertisement -

PANGKEP – Pulau terluar Kabupaten Pangkep kerap dikunjungi turis. Jangan sampai pemda kecolongan.

Namun kunjungan itu tak menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Diduga dikelola secara pribadi. Meski ramai dikunjungi, pihak dinas pariwisata tak tahu.

Letaknya memang jauh, sekira ratusan mil dari ibu kota Kabupaten Pangkep. Turis tersebut masuk melalui Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Jaraknya memang dekat, bisa ditempuh kurang lebih empat jam saja. Jika dari Makassar atau Pangkep, ditempuh sehari semalam. Warga setempat kerap menyaksikan wisatawan yang keluar masuk.

“Pulau ini tidak berpenghuni tetapi dikunjungi orang asing. Dua pekan lalu ada dua rombongan,” ucap HA, warga Pulau Tampaang seperti dikutip dari Harian Fajar (Fajar Indonesia Network Grup), kemarin.

Namun dia tak mengetahui apa aktivitas para turis tersebut. HA hanya mengamati dari jauh saat memancing ikan. “Tidak tahu siapa membawanya masuk,” jelasnya.

Anggota DPRD Pangkep Dapil IV Kecamatan Liukang Kalmas dan Kecamatan Liukang Tangaya, Ramli, juga menerima laporan bahw orang asing kerap berkunjung masuk ke Pulau Pandangan.

“Ini ada juga laporan masuk, namun masih perlu kita telurusuri lagi,” paparnya.

Tidak hanya itu, legislator dari Fraksi Gerindra ini juga menyebut, ada warga menyewakan pulau di Desa Tampaang itu, sebesar Rp8 miliar. “Ada oknum yang menyewakan pulau terluar itu. Disewakan ke turis Australia,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pangkep, Ahmad Djamaan justru belum mengetahui informasi tersebut. Dia belum menerima laporan dari pemerintah desa setempat terkait kunjungan wisatawan mancanegara. “Kami akan koordinasi dulu agar pengelolannya jelas dan bisa jadi pendapatan daerah,”bebernya.

Bendahara Desa Tampaang, Aspar membenarkan akhir-akhir ini Pulau Pandangan kerap dikunjungi berbagai wisatawan mancanegara.

“Potensi pulau itu besar, pasir putihnya yang menarik dan pulaunya juga masih bersih,” katanya.

Pulau itu sejuah ini masih dikelola pemerintah desa setempat.

Ke depan pihaknya berupaya untuk mengembangkan potensi wisata di pulau tersebut. “Orang asing ini cuma datang saja berkunjung,” paparnya. (fit/dir)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

[300x250]