Beranda Hukum dan Kriminal Investasi Bodong Diduga Gelapkan Uang Rp27 M

Investasi Bodong Diduga Gelapkan Uang Rp27 M

- Advertisement -
- Advertisement -

MAKASSAR – Keuntungan 20 persen itu sekadar janji. Nasabah PT Phinisi Mitra Mandiri (PMM) tak pernah menerimanya.

Dugaan penipuan berkedok investasi kembali terjadi di Makassar. Nasabah yang tertipu sebanyak 1.170 orang. Total dana yang terhimpun sebanyak Rp27,6 miliar.

Pendamping nasabah PT. Phinisi Mitra Mandiri (PMM), Hasbullah Latif mengatakan, banyak yang janggal dari investasi tersebut. Salah satunya adalah surat perjanjian kerja sama yang hanya ditandatangani oleh pihak perusahaan tanpa ada persetujuan pihak nasabah.

Kendala lainnya adalah pihak pimpinan perusahaan tidak bisa lagi dihubungi. Mereka seolah-olah hilang, hanya meninggalkan staf saja.

“Kami bersama nasabah kini sedang melacak keberadaan mereka (Direktur PMM, Lulut Iswanto; Wadir PMM, Moh Sholihin dan Komisaris Rizal Rani). Tujuannya untuk mengembalikan dana nasabah yang kini tidak tahu dikemanakan,” kata Hasbullah saat menyambangi redaksi Harian FAJAR, Senin 6 Juli.

Hasbullah menuturkan pihaknya berencana melakukan pelaporan ke Polda Sulsel, hari ini. Pelaporan tersebut bukan pertama kali dilakukan, sebab sudah ada nasabah asal Toraja melakukan pelaporan sebelumnya. Namun pihaknya juga ingin melakukan laporan lain yang berasal dari nasabah dampingannya.

“Selain melapor, kami juga ingin tahu sudah sampai mana tahap laporan sebelumnya. Saya lihat ini penipuan yang terstruktur, bahkan infonya ada orang besar, entah benar atau tidak,” ucapnya.

Salah seorang nasabah, Bau Murni menceritakan, dana yang dia investasikan ke PT PMM sebesar Rp150 juta. Penyetoran dana dilakukan dua kali, yakni pada Oktober dan November 2019 lalu. Dalam perjanjian disebutkan setiap bulan dia mendapat keuntungan 20 persen dari total dana.

Dalam perjanjian juga dikatakan masa investasinya selama satu tahun, tetapi satu kali pun tidak ada yang cair. Januari kemarin harus ada cair, namun ada penundaan, setelah pertemuan. Kemudian dijanjikan cair secara bertahap mulai Februari hingga Juni, tapi hingga kini tidak terealisasi.

“Saya coba hubungi pimpinannya, tidak ada respons, yang menjawab hanya marketing saja. Kami sekarang bukan hanya meminta dana kembali, tetapi ditambah hasil yang dijanjikan,” akunya.

Kasubdit 2 Fismondev Dit Krimsus Polda Sulsel, AKBP Hamka membenarkan sudah ada pemanggilan atas laporan dugaan investasi bodong oleh PT PMM. Namun pihaknya masih menunggu keterangan ahli perbankan. Tujuannya untuk mengetahui apakah kegiatan menghimpun dananya memiliki izin atau tidak dan masuk ranah tindak pidana perbankan atau pidana umum.

Kepolisian juga masih melakukan penyelidikan. Pemanggilan terhadap pimpinan PT PMM sudah diundang klarifikasi, tetapi tidak datang.

“Minggu depan kepastiannya keterangan dari ahli supaya kita tidak salah melangkah, harus sesuai hukum. Kita tunggu keterangan ahli perbankan dari OJK. Jika nanti ahli mengatakan bukan melanggar Undang-undang perbankan maka kami limpahkan penanganannya ke Krimum,” ucapnya.

Tiga direksi PT PMM yang hendak dikonfirmasi, tidak memberi respon. Nomor kontak Komisaris Phinisi Mitra Mandiri, Rizal Rani bahkan tidak bisa dihubungi. Sedangkan Direktur Phinisi Mitra Mandiri, Lulut Iswanto tidak merespons, meski terhubung. Pesan singkat yang dikirimkan juga tidak dijawab. (edo/rif)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

[300x250]