Insentif Nakes Terhambat Administrasi

Beranda Nusantara Insentif Nakes Terhambat Administrasi

MAROS – Pemkab Maros telah menyiapkan anggaran insentif tenaga kesehatan (nakes). Namun pencairannya sangat hati-hati.

Kepala Dinas Kesehatan (diskes) Maros, dr Sitti Maryam Haba, mengatakan, dananya sudah siap. Namun terkait penyalurannya ada mekanisme dan proses. “Tidak segampang itu kita menyalurkan anggaran, perlu hati-hati. Anggarannya sudah disiapkan Rp1,3 miliar,” ungkapnya, kemarin.

Akan tetapi, kata dia, pihaknya masih menunggu alur pencairan insentif dari pusat. Dia berjanji kemungkinan akhir Juli bisa bayarkan. Lebih lanjut kata dia, untuk anggaran Rp1,3 miliar tersebut diusulkan untuk dua bulan yakni Maret-April. Sementara untuk Mei baru diverifikasi.

Hanya saja ia tak merinci jumlah nakes yang mendapat insentif. “Yang jelasnya ini untuk nakes di dua rumah sakit, RSUD Salewangang dan RSAU dr Dody Sardjoto, serta 14 kecamatan,” sebutnya seperti dikutip dari Harian Fajar (Fajar Indonesia Network Grup).

Menyoal penugasan dr Sugih Wibowo seorang diri di Hotel Harper, dia menjelaskan jika Pemkab Maros diberi tanggung jawab di Hotel Harper dari provinsi. Jumlah pasien yang diisolasi terus meningkat, sementara belum ada relawan yang siap menggantikan dr Sugih Wibowo.

“Awalnya ada dokter pengganti, tetapi yang bersangkutan diterima di Jakarta,” ungkapnya.

Berbeda dengan perawat. Sudah ada 9 orang yang sudah menjadi relawan. “Sehingga perawat, kita bisa tugaskan secara bergantian karena sudah ada tiga tim,” ungkapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin, menjelaskan jika awalnya pihannya telah menganggarkan untuk pembayaran insentif nakes. Namun keluar surat edaran dari Kementerian Kesehatan tentang pemberian insentif.

“Jadi ada standar biaya pemberian insentif dari Kemenkes. Itu sudah diusulkan oleh Diskes,”ungkapnya.

Anggaran yang disiapkan Rp59 juta. Itu untuk membiayai insentif satu orang dokter, 9 orang perawat, dan dua sopir yang bertugas di Hotel Harper. “Kita sementara tunggu mekanisme penyalurannya,” katanya. (rin/dir)

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

Mahfud MD Akui Sudah Memprediksi Penurunan IPK Indonesia

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengaku sudah memprediksi Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada 2020 mengalami penurunan.Diketahui,...

Maia Estianty Ultah, Dul Jaelani Ungkap Harapan yang Tak Bisa Dikabulkan Sang Bunda

JAKARTA - Maia Estianty mendapat kejutan dari ketiga anaknya yakni Al Ghazali, El Rumi dan Dul Jaelani di hari ulang tahunnya yang ke-45 pada...

Dinilai Hina Fisik Natalius Pigai, KNPI Resmi Polisikan Permadi Arya

JAKARTA- Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ikut melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri. Abu Janda dilaporkan terkait cuitan terhadap eks Anggota...

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Melorot Tiga Poin di 2020

JAKARTA - Transparency International Indonesia (TII) merilis skor Indeks Persepsi Indonesia (IPK) 2020 mencapai angka 37. Capaian tersebut menurun dari IPK Indonesia pada 2019...

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News