Beranda Nusantara Dewan Telusuri Dana Bantuan Covid-19

Dewan Telusuri Dana Bantuan Covid-19

- Advertisement -
- Advertisement -

MAMUJU – Bukti dugaan penyelewengan dana Covid-19 mulai dikumpulkan. Pansus menduga bantuan sembako sengaja dipermainkan.

Ketua panitia khusus Refocusing Realokasi Anggaran (RRA) Covid-19 DPRD Mamuju, Ramliati S Malio, meminta seluruh pihak mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pasalnya, dari temuannya di lapangan ada sejumlah kejanggalan.

Sebanyak 24 ribu paket telah disalurkan pemerintah. Itu bertahap dari total 46 ribu paket. Tiap paket seharga Rp150 ribu.

Hasil temuannya di lapangan malah banyak masyarakat yang tidak kebagian. Termasuk nilainya tidak sesuai.

“Katanya dibagi merata, tapi justru banyak yang mengeluh,” sebutnya seperti dikutip dari Harian Fajar (Fajar Indonesia Network Grup), Senin, 6 Juni.

Dia mengimbau agar setiap bantuan turun, nama-nama penerima dicantumkan di kantor-kantor desa atau kelurahan agar transparan. “Jangan main sembunyi-sembunyi,” jelasnya.

Sementara itu, pembagian paket sembako melalui Dinas Sosial (Dinsos) dikeluhkan warga Dusun Talondo Barat, Desa Bonehau, Kecamatan Bonehau. Warga menerima bantuan beras

tidak layak dikonsumsi. “Artinya kembali ke kepekaan kita. Jangan memanfaatkan bantuan,” kata Ramliati.

Kepala Dinas Sosial Mamuju, Luthfi Muis membenarkan paket sembako itu dijemput langsung warga Bonehau dengan menggunakan kendaraan roda empat.

“Khusus Bonehau, masyarakatnya yang jemput sendiri, dia datang bawa mobil sendiri tapi tetap kita sewakan,karena memang kita anggarkan,” katanya.

Dia mengaku tidak tahu persis beras itu rusak atau tidak. Pasalnya, kata dia, beras itu tidak dalam karung lima kilogram.

Sementara yang disalurkan Dinsos dalam bentuk karung ukuran lima kilogram. “Itu bukan dari dinas sosial, karena kita pakai karung lima kilo,” dalih Luthfi. (rul/dir)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

[300x250]