OTT Suap Bupati Kutim Jadi Alarm Semua Kepala Daerah

Beranda Hukum dan Kriminal OTT Suap Bupati Kutim Jadi Alarm Semua Kepala Daerah

JAKARTA– Penyelidikan kasus suap yang menetapkan Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar dan istrinya Encek Unguria oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus dikembangkan. Selain keduanya, Komisi anti rasuah juga menetapkan Kepala Bapenda Musyaffa, Kepala BPKAD Suriansyah, dan Kepala Dinas Pekerjaan umum Aswandini sebagai tersangka penerima suap.

Sebagai tersangka pemberi, lembaga antirasuah itu menetapkan Aditya Maharani selaku rekanan dan Deky Aryanto selaku rekanan. Dalam OTT, ditemukan uang tunai sebesar Rp170 juta, beberapa buku tabungan dengan total saldo Rp4,8 miliar, serta sertifikat deposito Rp1,2 miliar.

Penerimaan sejumlah uang tersebut diduga karena Ismunandar selaku bupati menjamin anggaran dari rekanan yang ditunjuk tidak mengalami pemotongan anggaran. Sedangkan peran Encek selaku Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur melakukan intervensi dalam penunjukan pemenang terkait dengan pekerjaan di pemkab setempat.

Musyaffa selaku kepercayaan Bupati juga melakukan intervensi dalam menentukan pemenang pekerjaan di Dinas Pendidikan dan Pekerjaan Umum di Kutai Timur. Sementara itu, Suriansyah selaku Kepala BPKAD mengatur dan menerima uang dari setiap rekanan yang melakukan pencairan termin sebesar 10 persen dari jumlah pencairan. Selanjutnya, Aswandini selaku kepala Dinas PU mengatur pembagian jatah proyek bagi rekanan yang akan menjadi pemenang.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menegaskan dirinya telah mewanti-wanti agar kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) tidak terulang kembali di wilayah Kalimantan Timur. Pada Oktober 2019 lalu, KPK melakukan OTT di Kalimantan Timur dan menetapkan tiga tersangka dugaan suap terkait pengadaan proyek jalan di Provinsi Kalimantan Timur 2018-2019.

Saat itu, dia mewanti-wanti agar tidak ada permainan-permainan terkait pengadaan barang dan jasa. “Ancaman ini malah kami sampaikan kepada pejabat pemerintahan maupun kontraktor di Kaltim. Tetapi, nyatanya masih saja terjadi,” papar Nawawi.

Menurutnya, OTT yang menjerat Ismunandar merupakan hasil penyadapan pertama yang dilakukan KPK pasca pemberlakuan UU Nomor 19 tahun 2019 tentang Perubahan UU KPK. Dalam UU KPK yang mulai berlaku pada Oktober 2019 diatur mengenai mekanisme penyadapan yang baru. Yakni fungsi penyadapan baru bisa dilaksanakan setelah mendapatkan izin tertulis dari Dewan Pengawas KPK.

Seperti diketahui, Dewan Pengawas KPK dibentuk pada Desember 2019. Anggotanya diisi lima orang. Mereka adalah Tumpak Hatarongan Panggabean (Ketua), Artidjo Alkostar, Albertina Ho, Syamsuddin Haris, dan Harjono.

Nawawi menyatakan penyadapan pertama terkait kasus korupsi yang menjerat Ismunandar beserta sang istri dilakukan pada Februari 2020. “Jadi sekitar Februari 2020, KPK melakukan penyadapan pertama atas dasar adanya informasi dari masyarakat,” papar Nawawi.(rh/fin)

Baca Juga

Narkoba Dominasi Perkara

BUNGURSARI – Kasus penyalahgunaan narkoba di Kota Tasikmalaya terbilang tinggi dari sejumlah perkara yang ada. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasik mencatat hingga kini sebanyak...

Tunggu Laporan Sepeda Lipat

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melaporkan penerimaan sepeda lipat edisi khusus Sumpah Pemuda ke Direktorat Gratifikasi KPK....

Hukum Dinomor-duakan, Benny Tjokro dan Heru Hidayat Banding

JAKARTA - Dua terdakwa kasus korupsi Jiwasraya, Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru...

Pelajar Tetap Dipidana

JAKARTA - Polda metro Jaya menangkap 11 pelajar penyebar hasutan melalui media sosial serta terlibat bentrokan dengan petugas dalam unjuk rasa menolak Omnibus Law...

Oknum Polisi Positif Pakai Sabu

WATAMPONE - Hasil tes urine oknum anggota Sat Sabhara positif. Namun belum juga mendapat sanksi. Alasannya, tidak ada barang bukti. Polisi yang berpangkat bripda, berinisial...

Berita Terbaru

Jadi Mualaf, DJ Katty Butterfly Dapat Kado Spesial

JAKARTA - DJ Katty Butterfly tengah berbahagia. Ya, pasalnya wanita asal Thailand itu resmi menjadi mualaf usai mengucapkan dua kalimat syahadat dengan dibimbing oleh...

Milan di Puncak, Namun Serie A Masih Panjang

MILAN - Juventus memulai musim Serie A dengan cara yang tidak mengesankan, dan hanya mampu mengisi posisi lima besar klasemen sementara.  Di lain sisi, tim...

Soal Hukum Mati Bagi Penghina Nabi, Ustad Hilmi Sarankan Abu Janda Baca Sirah Nabawiyah

JAKARTA- Aktivis dakwah Ustad Hilmi Firdaus menyarankan pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda untuk benyak membaca buku-buku agama. Dalam hal ini buku...

Kekurangan Xbox Series S Dibanding Series X dan PS5

JAKARTA - Belum juga keluar, Xbox Series S mendapatkan review negatif, lantaran tidak akan memiliki performa yang setara dengan Xbox Sereies X juga PlayStation 5...

Ditanya Pacar Baru, Bastian Steel Malah Ngeles

JAKARTA - Penyanyi Bastian Steel dikabarkan sudah memiliki pacar baru usai putus dari Shafa Harris. Namun, dirinya masih enggan mengonfirmasi kabar tersebut. “Haduh,” kata Bastian...

Nusantara

Selain Pantau PPPJ, Kabadiklat Resmikan Gedung PTSP Kejati Kalteng

JAKARTA - Kepala Badan Diklat (Kabadiklat) Kejaksaan RI Tony Spontana melakukan kunjungan kerja pemantauan penyelenggaraan PPPJ Angkatan LXXVII Tahun 2020 di Kejaksaan Tinggi Kalimantan...

Waspadai Penularan di Rumah

TASIK – Penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya belum berhenti. Penularan di keluarga paling disoroti dengan jumlah kasus lebih dari 109 orang pasien...

News

Organisasi Guru Apresiasi Janji SK Cabup Di Sumbawa

JAKARTA - Kepedulian pimpinan daerah di tingkat kabupaten dan kota menentukan mutu pendidikan di suatu daerah. Terlebih, pimpinan di pemerintah kabupaten atau kota bertanggung...

Ceramah Felix Siauw Dibatalkan, Denny Siregar: Gak Pantas UGM Dapat Ceramah dari Orang Model Ini

JAKARTA- Ustaz Felix Siauw rencananya akan mengisi kajian di Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM)....

Dana Nasabah WanaArtha Tak Bisa Disita

JAKARTA - Kejaksaan seharusnya berhati-hati membekukan atau menyita rekening berbagai pihak dalam kasus Jiwasraya. Penyitaan atau pembekuan harus dibarengi dengan kejelasan keterkaitan. Pakar Tindak...

Pelajar Tetap Dipidana

JAKARTA - Polda metro Jaya menangkap 11 pelajar penyebar hasutan melalui media sosial serta terlibat bentrokan dengan petugas dalam unjuk rasa menolak Omnibus Law...

Oknum Polisi Positif Pakai Sabu

WATAMPONE - Hasil tes urine oknum anggota Sat Sabhara positif. Namun belum juga mendapat sanksi. Alasannya, tidak ada barang bukti. Polisi yang berpangkat bripda, berinisial...

OTW Bebas, Eh Habib Bahar jadi Tersangka Penganiayaan Lagi

JAKARTA- Habib Bahar bin Smith kembali ditetapkan jadi tersangka oleh kepolisian Polda Jawa Barat. Penetapan tersangka kepada Habib Bahar, atas laporan kasus dugaan penganiayaan...

Agar Ada Efek Jera, Bentjok dan Heru Divonis Seumur Hidup

JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat memvonis Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro...