Beranda Bola Pesta Untuk Sanchez

Pesta Untuk Sanchez

- Advertisement -
- Advertisement -

MILAN – Dua gol dalam 20 menit pertama menjadi kunci sukses kemenangan telak Inter atas Brescia kemarin. Dan, dua gol tersebut sama-sama diciptakan pemain berlabel ’’buangan” yang didatangkan dari Premier League. Yakni, Ashley Young dan Alexis Sanchez.

Banyak pihak menilai dua pemain diatas 30 tahun ini telah habis. Namun, anggapan tersebut dibungkam oleh Young (34 tahun) dan Sanchez (31 tahun) dengan penampilan impresifnya saat Inter mengalahkan Brescia 6-0, Kamis (2/7) dini hari WIB.

Young yang baru melesatkan satu gol untuk Inter kembali menambahkan perolehannya gol keduanya kemarin. Sepakannya ke gawang Brescia di menit ke-5 menjadi gol pembuka dari laga kemarin.

Umpan crossing dari Alexis Sanchez dari sisi kanan disambut dengan sepakan voli Ashley Young sebelum bola menyentuh tanah. Sepakan keras tak bias dihalau penjaga gawang Brescia Jesse Joronen. Tuan rumah memimpin 1-0.

Selang 20 menit kemudian, kali ini Sanchez menambah keunggulan Nerazzuri lewat titik putih. Wasit menunjuk titik putih setelah tusukan Victor Moses diganjal oleh Ales Mateju. Alexis Sanchez yang maju sebagai eksekutor sukses mengonversikannya menjadi gol kedua Inter Milan.

Semangat Brescia untuk berjuang lepas dari zona degradasi benar-benar pupus. Setelah dua mantan dan pinjaman Manchester United mencetak gol, Danilo sebelum turun minum, D’Ambrosio mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-45. Inter menambah tiga gol lagi di babak kedua melalui Roberto Gagliardini (52′), Christian Eriksen (84′), dan Antonio Candreva (88′).

Laga itu menjadi bukti bahwa pemain veteran seperti Ashley Young dan Alexis Sanchez belum habis. Penampilan tak kenal lelahnya dipuji oleh Antonio Conte.

“Ini kebanggaan bahwa (Alexis) Sanchez masih menjadi pemain yang bernilai. Ia mendapatkan kehormatannya di Italia. Dia bukan pemain yang saya nilai baik ketika masih di Inggris, tapi kini dia berada di jalur yang tepat,” tutur Conte dilansir dari Football Italia.

Kekaguman Conte atas aksi ciamik Bintang Timnas Chile itu bukan tanpa alasan. Tim pengolah statistik sepakbola, Opta mencatat Sanchez menjadi creator serangan. Ada enam peluang Inter yang diciptakannya dalam laga itu. Ia juga mampu melepas tiga umpan silang sukses dan memenangi lima kali duel udara.

“Dia menunjukkan sikap yang sangat baik saat menghadapi Parma dan kemudian saya melihatnya bekerja keras hari ini,” jelas mantan manajer Chelsea mengagumi eks Pemain Udinese tersebut.

Sayangnya, dalam laga kemarin tak ada nama Lautaro Martinez di papan skor. Bomber muda Inter itu sedang mengalami paceklik gol saat ia diduetkan bersama Sanchez dalam laga itu. Selain Martinez, Conte juga membuat kejutan dengan menempatkan Romelu Lukaku di bangku cadangan.

Conte baru menurunkan mantan bintang Manchester United itu di menit ke-68 ketika Inter sudah unggul 4-0. Pasca Lukaku masuk, ia tak mengambil bagian dalam dua gol tersebut. Alhasil, ia pun gagal menambah koleksi golnya dari 19 gol.

Sementara, D’Ambrosio mengaku senang Conte dengan cermat memasang lini depan. Ia mengaku, semua laga didiskusikan dahulu dengan para pemain sebelum bertanding. ”Pelatih meminta kami untuk terus melakukan serangan dengan tempo yang cepat. kami bekerja keras untuk memenangkan bola atas di lapangan dan kami bekerja keras untuk mendapatkan hasil,” ujar D’Ambrosio dilansir dari laman resmi klub. (fin/tgr)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

[300x250]