Beranda Pendidikan Kontribusi Swasta pada Pendidikan Masih Kecil

Kontribusi Swasta pada Pendidikan Masih Kecil

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA – Kementerian Pendidikann dann Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan, bahwa perkembangan dunia pendidikan Indonesia sangat membutuhkan kontribusi sektor swasta.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengata, investasi swasta yang masif diyakini bakal bisa menggenjot perbaikan kualitas pendidikan nasional.

“Pendidikan Indonesia membutuhkan partipasi sektor swasta yang jauh lebih efektif dengan kualitas yang lebih baik,” kata Nadiem, dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, Kamis (2/7).

Nadiem mengungkapkan, bahwa anggaran pemerintah tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan nasional. Untuk itu, peran dan kontribusi swasta sangat dibutuhkan untuk meningkatan kualitas dan pendanaan untuk sistem pendidikan.

“Sudah seharusnya pemerintah hanya menjadi fasilitator dan sektor swasta bisa turut andil,” ujarnya

Terlebih Nadiem melihat, peran swasta di Indonesia berbanding jauh dengan negara lain. Ia menilai, swasta di Tanah Air belum banyak memberikan kontribusi bagi pendidikan.

“Kontribusi sektor swasta di Indonesia masih jauh di bawah negara-negara lain,” imbuhnya.

Selain sektor swasta, lanjut Nadiem, pemerintah membutuhkan bantuan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun pendidikan nasional. Sejauh ini, salah satu mitra Kemendikbud adalah Nahdlatul Ulama (NU).

Nadiem menyampaikan apresiasi terhadap lembaga pendidikan di bawah pembinaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang telah berkontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan nasional.

“Menurut saya tidak mungkin visi Presiden mengenai SDM unggul dan misi Merdeka Belajar tercipta tanpa partisipasi dari PBNU,” katanya.

Nadiem menuturkan, pihaknya akan bermitra dengan berbagai organisasi swasta, nirlaba, mancanegara, termasuk organisasi atau platform teknologi.

“Semua pihak bisa menjadi mitra agar sesuai dengan filsafat khas Indonesia yaitu gotong royong,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LPTNU, Mohammad Nasir menambahkan, bahwa salah satu tugas pihaknya saat ini yakni untuk mengembangkan perguruan tinggi di bawah naungan NU.

“Salah satu strategi yang saya dorong adalah inovasi untuk mengaplikasikan sistem e-learning yang juga dapat mengurangi biaya operasional,” katanya.

Nasir juga mendorong, adanya penggunaan satu platform yang terintegrasi untuk melakukan pendidikan, interaksi antara dosen dan mahasiswa, juga termasuk proses evaluasinya.

“Hal ini akan menjadi terobosan melalui pembelajaran secara virtual sehingga mahasiswa dapat belajar kapan saja, di mana saja, serta dapat saling berbagi,” pungkasnya. (der/fin)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

[300x250]