Beranda Hukum dan Kriminal Awas, Begal Payudara Incar Pesepeda

Awas, Begal Payudara Incar Pesepeda

- Advertisement -
- Advertisement -

TEGAL – Bersepeda menjadi aktivitas yang sedang digemari masyarakat sejak pandemi Covid-19 mewabah di seluruh dunia. Namun, hati-hati untuk pesepeda, khususnya bagi perempuan. Sebab, Kamis (2/7) pagi, beberapa pesepeda hampir menjadi korban begal payudara saat melintas di sekitar daerah Jalan Delima, Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat.

Beruntung, aksi tidak bermoral itu gagal. ”Maaf, mau menerkam payudara. Tetapi, tidak kena,” kata R, 45, menceritakan kejadian yang menimpa dia dan saudaranya kepada Radar Tegal (Fajar Indonesia Network Grup).

Kejadian tersebut sekitar pukul 06.00. R yang biasanya ke Alun-alun Tegal menggunakan sepeda motor, kali ini memilih memakai sepeda bersama saudaranya.Tiba-tiba, di sekitar daerah Jalan Delima, ada seorang pemotor dengan helm tertutup dan berjaket yang datang dari arah belakang dan nekat mau melakukan tindakan asusila.

Padahal, lanjut dia, di depan juga ada orang berjalan kaki. Dengan sigap, R dan saudaranya menangkis tangan yang bersangkutan, sehingga hanya mengenai pundak saja. ”Saat itu, saya teriaki dia maling. Pelaku langsung kabur,” ujar R.

Atas kejadian tersebut, R mengimbaukepada perempuan untuk lebih waspada saat bersepeda. Jangan sampai bersepeda sendirian dan melewati tempat sepi untuk meminimalisir kejahatan. ”Saya juga berharap agar aparat keamanan lebih intensif melakukan patroli,mengingat saat ini banyak masyarakat yang bersepeda di pagi hari,” ungkap R.

Terpisah, Pakar Hukum Universitas Pancasakti (UPS) Tegal Hamidah Abdurachman menerangkan, begal payudara termasuk kejahatan kesusilaan yg diatur dalam Pasal 281 KUHP, meskipun secara umum orang menyebut sebagai pelecehan seksual. Secara khas, sasarannya adalah perempuan dan sebagai sasaran adalah payudara.

Menurut Hamidah, sebagai kejahatan termasuk melanggar kesopanan di muka umum. Kejahatan tersebut bukan saja menimbulkan ketakutan bagi masyarakat, khususnya perempuan, tapi juga merupakan bentuk agresi terhadap perempuan di wilayah publik.

”Aparat penegak hukum, khususnya polisi, harus bergerak cepat menangani kasus ini untuk melindungi perempuan dan anak perempuan,” terang Hamidah. (nam/wan/fat)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

[300x250]