Beranda Nusantara 27 JCH Tarik Dana Pelunasan

27 JCH Tarik Dana Pelunasan

- Advertisement -
- Advertisement -

PALEMBANG – Penundaan keberangkatan haji di Palembang membuat sejumlah jemaah calon haji (JCH) menarik biaya pelunasannya. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag Sumsel) mencatat ada sebanyak 27 JCH yang menarik dana pelunasannya.

Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, H M Alfajri Zabidi melalui Kasubbag Umum dan Humas, H Saefudin Latif, mengatakan, di Sumsel ada sebanyak 7.012 JCH. Sedangkan yang melunasi saat itu 6.789 orang.Sedangkan jemaah yang sudah menyetorkan paspor juga dikembalikan. Ada sebanyak 4.703 paspor kepada pemiliknya.

Sedangkan sisanya masih dalam proses pengembalian. “Beberapa memang belum dikembalikan kepada calon jemaah karena di beberapa daerah masih zona merah Covid-19 sehingga tertunda,” tuturnya seperti dikutip dari Sumatera Ekspress (Fajar Indonesia Network Grup).

BACA JUGA: Penambahan Kuota PPDB Rawan ‘Jual Beli Kursi’

Sementara bagi calon jemaah yang ingin mengambil setoran lunas, masih ada kesempatan hingga 31 Juli mendatang. “Bila sampai batas waktu 31 Juli tidak mengambil kembali setoran lunasnya, kami anggap yang bersangkutan mempercayakan dana untuk disimpan dan dikelola pemerintah melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Nilai manfaat dari setoran pelunasan itu juga akan diberikan oleh BPKH kepada jemaah paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan kloter pertama penyelenggaraan haji 2021,” jelasnya.

Terkait dengan pelaksanaan ibadah salat Iduladha 1441 H atau 2020 dan penyembelihan hewan kurban di masa covid . Diakuinya sudah ada surat edaran deri Kemenag RI. Intinya penyelenggara salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban boleh dilakukan, dengan tetap dengan protokol kesehatan. “Kecuali pada tempat-tempat yang dianggap masih belum aman Covid-19, berdasarkan kajian pemerintah daerah/ gugus tugas daerah,” jelasnya.

Dia menjelaskan berdasarkan surat edaran itu penyelenggaraan salat Iduladha bisa dilakukan di masjid, lapangan. Syaratnya, meyiapkan petugas untuk mengawasi protokol kesehatan, membersihkan area salat dengan disinfektan sebelum pelaksanaan, menyediakan fasilitas cuci tangan, membatasi pintu keluar masuk.

“Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 1 meter, mempersingkat pelaksanaan salat dan khutbah Iduladha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya. Lalu tidak menjalankan kotak amal masjid dengan cara kotak berpindah tangan,” tukasnya. (cj17/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

[300x250]