Serapan Anggaran Kemensos Tertinggi

    JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara mengklaim, realisasi penyerapan APBN di Kemensos sepanjang tahun 2020 tertinggi dibanding kementerian dan lembaga lain lain. “Per hari ini, penyerapan atau realisasi anggaran 2020 Kemensos mencapai 60,38 persen dari anggaran Rp104 triliun,” kata Juliari di kantornya, Selasa (30/6).

    Juliari mengatakan hal itu, sebagai tanggapan dari pernyataan Presiden Joko Widodo. Dikatakan, lembaganya akan bekerja lebih giat dan cepat sesuai dengan arahan presiden apalagi di era pandemi sekarang. Mensos menjelaskan, untuk percepatan penanganan COVID-19 dilakukan pada tiga sektor, yaitu penanganan kesehatan, perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi.

    “Total anggaran untuk perlindungan sosial mencapai Rp203 triliun, namun tidak seluruhnya berada di Kemensos, tapi tersebar di beberapa kementerian, seperti Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.” Katanya.

    BACA JUGA: Evaluasi Jaksa dan Tuntutannya, Kasus Penyerang Novel Jadi Sorotan

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Hartono Laras menilai, tingginya realisasi anggaran Kementerian Sosial karena adanya berbagai terobosan dan kerja sama dengan berbagai lembaga. “Tingginya realisasi anggaran tersebut, juga berkat kerja sama yang baik dari semua pimpinan satuan kerja, pejabat struktural, fungsional, dan dukungan seluruh pegawai.” Ujar Hartono melalui keterangan persnya, Selasa (30/6).

    Dia mengatakan, sejumlah terobosan yang dilakukan Kemensos sejalan dengan arah Presiden Jokowi agar mengakselerasi distribusi bantuan, tidak terjebak rutinitas. Menurutnya, dalam penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST), Mensos sudah menginstruksikan PT Pos Indonesia untuk menambah durasi layanan dari pagi hingga malam. “Kemudian agar PT Pos juga menambah loket-loket dan titik lokasi penyaluran di komunitas, seperti kantor desa, kantor kelurahan, sekolahan, pos RW, dan sebagainya. Agar pelayanan terhadap KPM makin dekat,” katanya.

    Dia melanjutkan, sementara untuk distribusi paket sembako Bantuan Presiden, telah dilakukan sejumlah terobosan, yakni menambah vendor dari 5 menjadi 20-an. Menyederhanakan item sembako dari 10 item disederhanakan dengan nilai sama. “Lalu mengakumulasi penyaluran bansos berupa beras dari Perum Bulog pada Tahap II dan IV menjadi satu kali penyaluran. Tidak kalah penting, adalah menyalurkan sembako Banpres melalui komunitas.” Jelasnya.

    BACA JUGA: Hem… Fahri Hamzah Tertawa Lihat Jokowi Marah-marah Menterinya

    Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan telah memerintahkan semua kementerian dan lembaga agar mengeluarkan belanja-belanja kebutuhan. Dia menegaskan, realisasi serapan anggaran kementerian yang rendah, akan langsung ditegur “Saya perintahkan di seluruh kementerian/lembaga agar mengeluarkan belanja-belanja yang ada dan saya pantau setiap hari. Kalau masih rendah saya telepon, langsung saya tegur langsung menterinya atau kepala lembaganya,” ujar Presiden Jokowi di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (30/6).

    Presiden mengatakan hal itu perlu dilakukan agar pencairan belanja kementerian dapat terakselerasi, sehingga dapat menumbuhkan uang beredar dan menstimulus perekonomian di masyarakat. Pandemi COVID-19, lanjut dia, telah melemahkan likuiditas dan perekonomian masyarakat. “Jangan kita biarkan uang yang beredar ini semakin kering atau semakin sedikit. Harus terus belanja-belanja itu kita dorong agar peredaran uang yang ada di masyarakat semakin banyak,” demikian Jokowi. (dal/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here