Sekolah Mulai Bersiap

Ratusan warga antre dalam pembagian bantuan sosial (Bansos) oleh pemerintah Provinsi Banten di gedung sekolah SMP 2 PGRI Kota Tangerang, Jumat (1/4). Pembagian bansos berupa uang tunai senilai 600 ribu dibagikan dalam upaya membantu warga untuk bertahan hidup ditengah dampak covid-19. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETOWRK.

JAMBI – Berbagai upaya telah dipersiapkan oleh sekolah dalam rangka menyambut kembali kegiatan belajan mengajar di sekolah.

Bahkan, sejak beberapa pekan terakhir peralatan penunjang sesuai dengan protokol kesehatan guna mencegah Covid-19 pun telah dipersiapkan. Seperti tempat cuci tangan, thermo gun, bilik semprotan desinfektan dan lain sebagainya.

Ansori, Kepala SDN 47 Kota Jambi menjelaskan pihaknya akan senantiasa mengikuti protokol dan petunjuk yang telah diarahkan. Terutama kaitannya dengan protokol kesehatan yang dianjurkan.

Adapun hal tersebut mencakup pertama adalah Protokol masuk antara lain anak wajib pakai masker, ukur suhu, cuci tangan, semprot, dan antri masuk.

Selain itu juga diberlakukan protokol di kelas seperti Cuci tangan dengan hand sanitizer, isi kelas hanya 50 persen, bangku berjarak, alat pelajaran sendiri, bawa bekal sendiri, tidak buka tutup pintu, dan tetap pakai masker.

‘‘Juga protokol pulang meliputi cuci tangan, dijemput orang tua sendiri, sampai di rumah langsung mandi dan pakaian langsung cuci,’‘ tandasnya sepertri dikutip dari Jambi Ekspress (Fajar Indonesia Network Grup).

Di SMPN 19 Kota Jambi, berbagai langkah persiapan menyambut dimulainya kembali aktifitas di sekolah telah dilakukan. Yang mana sekolah menyiapkan infrastruktur protokol kesehatan. Mulai dari Thermo Gun (alat pengukur suhu tubu), bilik atau semprotan disinfektan, sarana cuci tangan dengan air mengalir, handsanituzer, masker cadangan, UKS Siaga, dan penyiapan ruang belajar yang berjarak.

Selain itu juga menyiapkan perangkat protokol masuk lingkungan sekolah, protokol kegiatan pembelajaran di kelas, protokol meninggalkan sekolah baik untuk guru maupun siswa. Selain itu, sekolah harus menyiapkan protokol layanan administrasi pendidikan yang dilaksanakan oleh Tenaga Kependidikan.

‘‘Edukasi sudah kita lakukan melalui medsos,’‘ ucap Nanang Sunarya, Kepala SMPN 19 Kota Jambi.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Bambang, Kepala SMPN 17 Kota Jambi. Diakuinya pihaknya akan bergerak sesuai dengan instruksi dan protokol yang dpersiapkan oleh Gugus Covid-19. Langkah-langkah tersebut mulai dari masuk lingkungan sekolah hingga pulang sekolah.

‘‘Tempat cuci tangan sudah siap, yang permanen,’‘ terangnya.

Akan tetapi, diakuinya masih bingung dengan kondisi harus jaga jarak. Karena siswa beejumlah lebih 30 orang. Maka, hanya bisa menampung setengahnya saja. Kondisi ini lah yang akan diperjelas kembali.

Sementara itu, Suryanti salah seorang wali murid di Sekolah Dasar negeri di Kota Jambi mengaku tidak mempermasalahkan jika anaknya sudah mulai bisa bersekolah seperti biasa. Ia bahkan senang karena anak-anak sudah mulai bosan belajar di rumah.

Meski pun demikian, dia menekankan pentingnya sekolah tetap mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan. Agar tidak timbul rasa khawatir meskipun anaknya berada di lingkungan sekolah.

‘‘Harus diperjelas tempat cuci tangan, penggunaan masker, jaga jarak dan lain sebagainya. Dengan begitu kita tidak khawatir,’‘ terangnya.

Akan tetapi, kekhawatiran disampaikan oleh Asmawati yang anaknya bersekolah di salah satu SD negeri di Kota Jambi. Dia mengaku masih khawatir. Karena Covid-19 ini masih mewabah bahkan korbannya yang terus bertambah.

‘‘Korban Covid-19 masih banyak, jadi cemas kalau dia harus kembali ke lingkungan sekolah,’‘ pungkasnya. (azz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here