Gerakkan Sektor Riil, Uang Negara Parkir Rp30 T ke Bank BUMN

Menkeu Bahas Postur APBN 2020 - FAJAR INDONESIA NETWORK
Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK

JAKARTA – Pemerintah mengalihkan simpanan sebesar Rp30 triliun dari Bank Indonesia (BI) ke empat bank BUMN. Langkah ini dilakukan sebagai bagian upaya untuk menggenjot dunia usaha terutama pada sektor riil.

Empat perbankan pelat merah itu adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, bahwa penempatan dana pemerintah di bank Himpuran Bank-Bank Milik Negara (Himbara) itu negara mendapatkan bunga 3,42 persen per tahun. Bunga yang didapat pemerintah setara dengan 80 persen dari suku bungan acuan BI saat ini, 4,25 persen. “Tingkat bunga 80 persen dari BI rate 7 hari, sehingga dari suku bunga yang ada saat ini sama saja dengan 3,42 persen,” katanya di Jakarta, kemarin (29/6).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan, bunga yang didapat pemerintah sama dengan Bank Sentral karena agar negara tidak rugi. “Tingkat rate o return sama dengan negara peroleh saat dana tersebut di BI. Jadi tidak merugikan negara,” ungkapnya.

Sri Mulyani melanjutkan, nantinya dana pemerintah tersebut akan digunakan oleh empat bank BUMN tersebut untuk menyalurkan kredit ke sektor perbankan. Sri Mulyani mewanti-wanti perbankan milik negara itu tidak menggunakan dana tersebut untuk Surat Berharga Negara (SBN) maupun Transaksi Valuta Asing (valas). “Dalam penggunaan dana tersebut pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi,” ucapnya.

Dalam melakukan evaluasi dan pengawasan, Kemenkeu akan melibatkan Kementerian BUMN, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Apabila penempatan dana tersebut sesuai dengan ekspektasi pemerintah, maka penempatan dana akan ditambah.

Dalam kesempatan yang sama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, akan melakukan monitoring secara terperinci atas penempatan dana tersebut. “Kita akan minta (rincian) dana kepada Bank Himbara ini dikemanakan. jadi, akan kami monitor,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso.

Wimboh mengingatkan kepada perbankan agar berhati-hat dalam menyalurkan kredit ke berbagai sektor. Yang terpenting, kata dia, perbankan harus memberikan kredit di sektor yang tepat sehingga dunia usaha kembali menggunakan tenaga kerja dan iklim usaha juga tumbuh. “Kami melihat sektor-sektor riil sudah sangat antusias. Artinya, tanda-tanda ekonomi sudah mulai tumbuh. Tapi juga korban Covid-19 terus bertambah, jadi harus diwaspadai,” ucapnya.

Terpisah, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ariyo Irhamna menyambut baik kebijakan pemerintah dalam mendorong sektor riil untuk memperkuat perekonomian nasional yang melemah di tengah pandemi Covid-19 ini. Akan tetapi, realisasi tersebut harus tepat sasaran sehingga beban masyarakat bisa berkurang. “Peruntukan dana 30 triliun harus jelas. Juga harus memprioritaskan kelompok masyarakat yang paling terdampak dan paling miskin,” pungkasnya. (din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here