Daerah Terpencil Kekurangan Tenaga Medis

Beginilah Perjuangan Tim Medis- FAJAR INDONESIA NETWORK
FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

BELOPA – Sejumlah Puskesmas di terpencil Kabupaten Luwu kekurangan tenaga kesehatan. Pelayanan kepada warga tidak maksimal. Enam puskesmas butuh dokter minimal 20 orang.

Terutama puskesmas di Kecamatan Latimojong, Bastem, Bastem Utara, Walenrang Barat, dan Suli Barat. Selama ini, sejumlah puskesmas daerah terpencil diisi tenaga kesehatan dari program anak nusantara sehat. Namun sudah ditarik.

Bupati Luwu Basmin Mattayang, mengatakan, Kementerian Kesehatan (kemenkes) mengutus 11 orang tenaga kesehatan dari sejumlah provinsi dari program Nusantara Sehat tersebut. Bertugas sejak 2018 hingga 2020.

“Setelah program berakhir kami kekurangan tenaga kesehatan lagi,” ujar Basmin seperti dikutip dari Harian Fajar (Fajar Indonesia Network Grup), Senin, 29 Juni

Kata Basmin, 11 tenaga kesehatan tersebut cukup membantu. Sebab tidak hanya dokter, juga ada perawat, bidan, dan apoteker. “Bukan ASN, tetapi mereka digaji oleh pusat. Bukan digaji daerah,” sebutnya.

Peserta Anak Nusantara Sehat dari Bengkulu, Bertonomius, mengatakan, selama di Luwu, pihaknya melakukan deteksi dini penyakit tidak menular. Lalu melakukan edukasi pola hidup sehat bagi masyarakat.

“Kami mendatangi warga. Termasuk memeriksa kadar gula darah, kolestrol, dan penyakit lainnya. Hasilnya cukup berhasil,” sebutnya.

Sebelum turun tim dari Kemenkes ini, persentase penyakit tidak menular yang mampu ditangani hanya 28 persen. Tetapi setelah tim ada di puskesmas, penanganannya meningkat menjadi 62 persen. ”Jumlah penderita berkurang,”paparnya. (shd/dir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here