Beranda Kesehatan Anak Lambat Bicara, Fokuskan Satu Bahasa

Anak Lambat Bicara, Fokuskan Satu Bahasa

- Advertisement -
- Advertisement -

MAKASSAR — Anak usia 2 tahun namun belum bisa mengucapkan langsung dua kata perlu diberi perhatian khusus. Itu petanda lambat bicara.

Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial, Dr dr Martira Maddeppungeng SpA(K) mengatakan, pada dasarnya anak usia dua tahun sudah bisa mengucapkan kalimat majemuk. Misalnya, mau pergi atau minta kue. Jika anak tak bisa mengucapkan kalimat itu, solusinya periksakan dahulu apakah si kecil memiliki gangguan.

Ganguan yang dominan ditemui dari anak lambat bicara, yaitu ganguan pendengaran. Juga karena anak menyandang autisme. Jika tidak ditemukan hal itu, maka keterlambatan bicara itu karena pengaruh lingkungan. Interaksi orang tua ke anak kurang.

“Jadi untuk solusi mengatasinya, utamakan pada pengajaran mengucapkan kalimat dengan fokus pada satu bahasa. Hindari penggunaan bahasa-bahasa tambahan,” ujarnya kepada FAJAR, Minggu, 28 Juni.

Misalnya pada bahasa Indonesia, gunakan sebagai interaksi buat si kecil dengan penyebutan tepat. Selain itu, anak harus dibuat kaya pengalaman. Hal itu bisa dilakukan dengan membawa ke beberapa lingkungan di luar rumah dengan menyebutkan apa yang ada di sekitar dan menjadi perhatian.

Sebab, anak 2 tahun apa yang dilihat dan didengar sebagai perangsang untuk membuatnya peka. Jika itu dibiarkan, maka anak akan kehilangan respons yang baik untuk diucapkan ke depannya, sehingga kepekaan dan tingkat kecerdasan anak akan dipengaruhi.

Intinya tetap anak harus didampingi. Sebab anak yang berkembang dengan sendirinya hanya bisa mengetahui tetapi tidak mengenal fungsinya. Perempuan yang juga merupakan, Ketua Divisi Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial- FK Unhas mengungkapkan, bahwa peran konsumsi nutrisi yang baik sangat berpengaruh.

Terpisah, Dokter Spesialis Gizi Klinik, RS Ibnu Sina, dr Asrini Safitri SpGK menambahkan, untuk memberikan nutrisi pada anak baiknya diutamakan dari buah alami. “Hindari yang mengandung zat pewarna atau pemanis buatan,” tuturnya. Jika itu terjadi maka sensorik anak akan susah, juga akan lambat paham dan susah fokus.

Deteksi anak lambat bicara sudah bisa dimulai sejak usia 1 tahun. Tandanya, jika dipanggil tidak menoleh, diajak bicara hanya menunjuk atau mengangguk. Atau mengoceh aja.

Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial, Dr dr Martira Maddeppungeng SpA(K) menyampaikan aktivitas terapinya utamakan interaksi. “Itu karena saat ini anak terlalu banyak dipengaruhi oleh dibiarkan main Hp atau nonton di YouTube untuk ditenangkan,” katanya.

Jika tak ada ganguan penyakit, terapi bisa dilakukan oleh Ibu di rumah. Hanya ada beberapa yang perlu diperhatikan:

1. Hindari memberikan Hp terlalu lama. Terlebih jika ingin digunakan menonton YouTube atau bermain game. Memberikan tontonan justru akan memperlambat anak untuk bicara. Hal itu karena anak meihat banyak hal, sehingga sulit menangkap untuk bisa bicara.

2. Harus sering interaksi. Bermain bersama sambil memperkenalkan sesuatu dengan ucapan yang tepat.

3. Hindari menyediakan banyak mainan sekali bermain. Sebab, justru akan memperlambat untuk bicara karena banyak yang diperhatikan. Sementara anak pada usia 2 tahun masih dominan menurut atas apa yang diajarkan langsung.

“Yang banyak hilang sekarang interaksi ke anak. Dominan, anak berkembang dengan dirinya sendiri. Misalnya, dia tau itu bola tidak mengetahui mau diapai itu bola,” kata dia. (sal/dni)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

[300x250]