Dortmund vs Hertha Berlin: Ancaman Sancho

DORTMUND – Arena Signal Iduna Park menjadi panggung audisi penyerang Borussia Dortmund Jadon Sancho mempertahankan reputasinya, Ya, pemain berbanderol GBP 100 juta (Rp1,81 triliun) itu bakal membuktikan kelasnya menghadapi Hertha Berlin, nanti malam (Live Fox Sport dan Mola TV, Pukul 23.30 WIB).

Der Trainer Dortmund Lucian Favre masih menghitung ulang untuk menjualnya. Di Benteler Arena, Senin (1/6) lalu, Sancho membuktikan kelasnya . Winger kelahiran Camberwell, Inggris 20 tahun silam itu sukses mencatatkan hat-trick pertama sepanjang karir profesionalnya saat Die Borussen –sebutan Borussia Dortmund– berpesta setengah lusin gol ke gawang SC Paderborn 07 dalam spieltag ke-29 Bundesliga.

Parade trigol bisa menjadi pembuktian oleh Sancho dalam lagan anti malam. Berkaca dari data head to head, Die Borussen lebih unggul dari Hertha. Dalam lima pertemuan terakhir di Bundesliga, Dortmund tak terkalahkan dengan tiga kemenangan dan dua seri.

Untuk itu Hertha butuh tenaga pelapis untuk melindungi sisi sayapnya untuk mengawal pergerakan Musim ini Sancho mengoleksi 17 gol dan 17 assist di Bundesliga. Jika diakumulasi, ia sukses mengemas 20 gol dan 20 assist di berbagai ajang.

Hal yang wajar jika masih banyak tim Eropa, khususnya dari Premier League yang mengejarnya. Selain Manchester United, dua raksasa The Big Four seperti Chelsea dan Liverpool punya hasrat yang sama memboyong Sancho ke Negeri Ratu Elizabeth tersebut. Sancho adalah produk akademi Watford (2007–2015) dan Manchester City (2015–2017). Tapi, dia memulai karir profesional bersama Die Borussen pada 21 Oktober 2017.

Kendati demikian, der trainer Dortmund Lucien Favre mengakui, kehadiran Sancho masih diperlukan,. Ia masih memberikan kepercayaan lebih dengan memberikan kesempatan kepada Sancho untuk bermain penuh. Dan, The Rockets-julukan Sancho- membayarnya dengan memuaskan.’’Kami harus mendukungnya dengan cara yang positif. Aku ingin semua pemain kami bahagia,’’ ucap Favre di laman resmi klub.

Kendati lawan yang dihadapi adalah tim mudah, Marco Reus patut waspada. Di bawah pelatih barunya, Bruno Labbadia, Die Alte Dame-julukan Hertha tampil dengan formasi yang matang. Mereka sukses meraih tiga kali kemenangan dan satu hasil imbang sejak ditangani oleh Labbadia.

Dari 11 gol yang mereka jebloaskan hanya mengalami dua kali kebobolan. Selain itu, tambahan 10 poin membuat untuk pertama kalinya Hertha masuk ke posisi sembilan besar klasemen Bundesliga musim ini.

”Kami tahu bahwa kami menghadapi tim yang berkualitas tinggi, yang memiliki talenta luar biasa. Lucien Favre melakukan pekerjaan dengan baik. Tapi, tentu saja kami juga ingin melanjutkan performa bagus kami di Dortmund, “tandas Labbadia. (fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here