JAKARTA – Paparan wabah Virus Corona (Covid-19) bukannya mereda sebaliknya terus bertambah. Hingga Kamis (4/6) jumlahnya bertambah menjadi 585 orang. Sementara yang sembuh bertambah 486 orang.

Dari akumulasi tersebut, Kalimantan Selatan menjadi Provinsi terbanyak jumlah penambahan, yaitu 109 kasus tanpa ada penambahan pasien yang sembuh.

”Total kasus positif menjadi 28.818 orang, sementara yang sembuh menjadi 8.892 orang,” terang Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipantau melalui akun Youtube BNPB Indonesia.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penelusuran terutama kasus yang terjadi di Kalimantan Selatan, penyebab penambahan kasus tersebut akibat kontak erat di dua pasar yang terjadi seminggu sebelumnya.

Provinsi kedua yang melaporkan kasus positif terbanyak adalah DKI Jakarta, yaitu 94 kasus dan pasien yang sembuh sebanyak 21 orang. Disusul Jawa Timur dengan 90 kasus positif dan pasien yang sembuh sebanyak 290 orang.

BACA JUGA: Kemendagri Perkuat Koordinasi dengan Pemda soal Pilkada di 270 Daerah

Penambahan kasus positif yang cukup tinggi juga dilaporkan di Sulawesi Selatan sebanyak 54 kasus dengan kesembuhan tiga orang, disusul Sumatera Utara dengan 44 kasus positif dan tujuh pasien sembuh.

Sementara itu, terdapat 19 provinsi yang melaporkan penambahan kasus positif di bawah 10, dan 11 provinsi yang melaporkan tidak ada penambahan kasus positif baru. ”Kasus meninggal dunia bertambah 22 kasus sehingga total menjadi 1.663 kasus,” terang Yurianto.

Penambahan spesimen yang sudah diperiksa dan terverifikasi pada Kamis hingga pukul 12.00 WIB adalah 13.206 spesimen sehingga total spesimen yang sudah diperiksa baik melalui tes cepat molekuler maupun PCR adalah 367.640 spesimen terhadap 251.736 orang dengan hasil positif 28.818 orang dan negatif 222.918 orang.

”Orang dalam pemantauan yang masih dipantau sebanyak 47.373 orang, sedangkan pasien dalam pengawasan yang masih diawasi sebanyak 13.416 orang,” imbuhnya.

Sementara itu kondisi pasien rawat inap di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, berkurang 15 orang dari hari sebelumnya sebanyak 640 orang.

”Jumlah pasien rawat inap RSD Wisma Atlet pada Kamis pukul 08.00 WIB, berkurang 15 orang, semula 640 orang menjadi 625 orang,” terang Perwira Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian, dalam keterangan persnya.

BACA JUGA: BPOM Terbitkan Pedoman Distribusi Mamin

Aris mengatakan sebanyak 625 pasien yang saat ini menjalani rawat inap terdiri atas 382 pria dan 243 orang wanita. ”Dari 625 pasien itu sebanyak 567 orang di antaranya berstatus positif Covid-19, sedangkan 58 orang lainnya merupakan pasien dalam pengawasan (PDP). Pasien berstatus orang dalam pemantauan (ODP) tercatat nihil,” imbuhnya.

Menurut dia, secara keseluruhan, baik pasien berstatus positif Covid-19 maupun PDP yang menjalani rawat inap di RSD Wisma Atlet mengalami penurunan jumlah dibanding hari sebelumnya.

”Untuk pasien (positif) Covid-19 berkurang satu orang, semula 568 orang kini menjadi 567 orang. Sementara pasien PDP berkurang 14 orang, semula 72 orang menjadi 58 orang,” ucap Aris.

Untuk diketahui, Wisma Atlet Kemayoran resmi difungsikan sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19 oleh Presiden Joko Widodo sejak 23 Maret 2020. Rumah sakit ini berkapasitas 12.000 orang.

Pasien yang dirawat di RSD Wisma Atlet sejak 23 Maret hingga saat ini terdaftar sebanyak 4.195 orang, sedaangkan pasien yang dirujuk ke rumah sakit lainnya sebanyak 127 orang.

BACA JUGA: Tidak Terapkan Protokol Kesehatan, Restoran Terancam Ditutup

Pasien yang pulang atau telah dinyatakan sembuh tercatat sebanyak 2.465 orang, sedangkan yang meninggal dunia sebanyak tiga orang. Aris juga melaporkan jumlah pasien yang saat ini dirawat inap di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Kepulauan Riau, sebanyak 49 pasien, terdiri atas 24 pria dan 25 wanita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here