Pusat Perbelanjaan Siapkan Protokol

MAKASSAR – Pemerintah akan mengawasi penerapan normal baru. Rambu-rambu protokol kesehatan akan dipasang di setiap pasar dan mal.

Walau belum bulat diterapkan terkait waktu pelaksanaan normal baru, Pemkot Makassar telah bersiap melaksanakan kebijakan dalam masa kenormalan baru tersebut.

Direktur Operasional Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya, Saharuddin Ridwan mengatakan, mulai besok (hari ini, red) telah diterapkan protokol kesehatan terkait rambu-rambu kenormalan baru di semua pasar di Makassar.

Di antaranya, semua pasar setiap hari harus disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. Kemudian setiap pedagang dan pembeli yang akan masuk jualan harus cuci tangan, diukur suhu badannya dan menggunakan masker.

BACA JUGA: Ratusan Karyawan di OKU Dirumahkan

“Pasar menyiapkan pojok sehat untuk pelayanan bagi pedagang dan pembeli,” kata Saharuddin, Selasa, 2 Juni.

Selain itu, juga dipasang pesan-pesan kesehatan dan senantiasa pengelola pasar keliling untuk mengingatkan pedagang agar menjalankan protokol kesehatan. Itu sebagai tindak lanjut sesuai Perwali nomor 31 tahun 2020.

“Terpenting adalah jaga jarak saat berbelanja,” jelasnya.

Public Relations Executive TSM Makassar, Rizky Maulidiana Haris melanjutkan, di Trans Studio Mall (TSM) Makassar telah disiapkan rambu-rambu protokol kesehatan. Terutama di pintu masuk mal.

Mulai dari wajib menggunakan masker dan pengecekan suhu tubuh terhadap karyawan, pengunjung, maupun pekerja vendor. Menyediakan hand sanitizer di pintu masuk, toilet, pilar, lift, dan musala.

Membatasi lift maksimal hanya empat orang dan menerapkan physical distancing dengan membuat garis batas per 1,5 meter untuk antrean kasir dan tempat duduk pengunjung.

“Kami juga menerapkan pengaturan sirkulasi dan batas waktu kunjungan. Jumlah pengnjung maksimal 35 persen dari jumlah kunjungan pada saat kondisi normal,” katanya.

Selain itu, disiapkan juga petugas khusus yang mobile berkeliling mal untuk mengingatkan pengunjung patuh terhadap protokol kesehatan selama berada di TSM Makassar.

Ketua Dewan Pengurus Kota (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Makassar, Muammar Muhayang mengatakan, pembatasan kegiatan usaha lewat normal baru adalah keniscayaan. Kebijakan ini merupakan exit strategy dalam menghadapi pandemi Covid-19 di sisi ekonomi.

Terpenting, pemerintah harus siap melakukan monitoring, memastikan protokol kesehatan di tempat-tempat yang berpotensi kepadatan orang, dan senantiasa melakukan sosialisasi.

“Jika pusat perbelanjaan melakukan normal baru dengan mempersiapkan berbagai keamanan pengunjung dan karyawan dan juga mengikuti berbagai arahan pemerintah, mestinya tidak ada masalah,” ungkapnya. (tam/iad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here