Protes Antirasial di AS Makan Korban

JAKARTA – Aksi unjuk rasa memprotes tewasnya George Floyd di Amerika Serikat hingga Selasa (2/6/2020) dini hari waktu setempat semakin brutal. Bahkan, demonstrasi yang menjamur di berbagai wilayah AS itu kini memakan korban jiwa dari kedua belah pihak, yakni para demonstran dan polisi.

Kabarnya, empat polisi mengalami luka tembak saat mengamankan demonstrasi. Mereka dirawat di satu rumah sakit, namun tak ada yang mengalaimi lulka sampai mengancam jiwa.

Mulanya demonstrasi yang diikuti ratusan warga, termasuk Wali Kota Lyda Krewson dan Direktur Keamanan Publik Jimmie Edwards, berjalan tertib. Mereka berjalan di pusat kota sampai ke Pintu Gerbang Taman Nasional Arch.

Namun mulai Senin malam, massa mulai bergerak ke markas kepolisian hingga terjadi bentrokan. Mereka merusak fasilitas umum, menjarah toko-toko, lalu membakarnya.

Departemen Kepolisian St Louis menyatakan dalam cuitan, seperti dikutip dari Associated Press, belum diketahui siapa yang melepaskan tembakan.

Kerusuhan di St Louis juga terjadi di tempat lain seperti di Missouri, Kansas, dan Jefferson. Semenatra di Kota New York, otoritas memberlakukan jam malam pada Senin untuk mencegah kebrutalan massa sebagaimana terjadi pada malam-malam sebelumnya.

Aksi brutal para demonstran lainnya yakni, ada sebuah mobil menyeruduk kerumunan polisi yang sedang mengamankan demonstrasi. Setidaknya dua polisi menderita luka dalam insiden itu.

Video yang di-posting ke media sosial oleh warga memperlihatkan, barisan polisi yang dikawal menggunakan kendaraan lapis baja bergegas menuju seorang pria yang sedang diwawancarai oleh stasiun televisi di area unjuk rasa sekitar pukul 21.30.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara letupan senjata yang sumbernya tidak masuk dalam rekaman video tersebut. Di saat bersamaan, tampak sekelompok polisi berlarian yang ternyata mereka berusaha menghindari mobil SUV yang mencoba menabrak.

Setidaknya satu petugas masuk ke kolong kendaraan. SUV terus melaju di antara banyak kendaraan lapis baja dan diiringi suara tembakan.

Para petugas yang ditabrak dilarikan ke rumah sakit daerah Erie. Seorang petugas Kepolisian Negara Bagian New York menderita luka serius, namun tidak mengancam jiwa. Petugas lainnya yang terluka merupakan anggota Departemen Kepolisian Buffalo.

Pemimpin Erie County Mark Poloncarz dalam cuitannya, seperti dikutip dari Associated Press, Selasa (2/6/2020), mengatakan, dua orang telah ditahan dalam insiden ini, yakni sopir dan penumpang SUV.

Sementara itu, seorang warga sipil di Louisville, Negara Bagian Kentucky, dilaporkan tewas di tengah aksi unjuk rasa yang berlangsung di kota itu, Senin (1/6/2020) pagi waktu setempat. Korban meregang nyawa setelah ditembak aparat kepolisian yang mengamankan demonstrasi.

Surat kabar yang bermarkas di Kentucky, The Lexington Herald-Leader melaporkan, dua petugas yang menembakkan senjata selama mengawal aksi unjuk rasa di Louisville kemarin telah dibebastugaskan.

Sedangkan dua tentara AS yang menembakkan senjata mereka dalam aksi kemarain juga telah ditarik dari jabatannya oleh Gubernur Kentucky, Andy Beshear.

Adapun pria yang terbunuh dalam aksi protes di Louisville itu bernama David McAtee. Dia adalah pemilik restoran BBQ Shack Yaya. Pada saat kejadian, korban tidak dalam posisi melawan petugas ataupun terlibat dalam aksi massa.

“Dia (McAtee) hanya seorang penonton yang tidak bersalah,” ujar saudara perempuan korban kepada media di Louisville.

Sementara AFP melaporkan, Wali Kota Louisville, Greg Fischer, telah memberhentikan kepala kepolisian setempat akibat insiden tersebut.

Selama sepekan ini, publik Amerika Serikat digegerkan dengan tewasnya pria berkulit hitam bernama George Floyd (46) di tangan petugas Departemen Kepolisian Minneapolis, Senin (25/5/2020) lalu. Kala itu, pria keturunan Afrika-Amerika itu diborgol dan ditelungkupkan ke tanah oleh polisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here