Hari Ini, 5 Tersangka Jiwasraya Disidang

Jiwasraya Tak Tuntas, Asuransi di Indonesia Bakal Suram - Fajar Indonesia Network
Suasana Kantor PT Asuransi Jiwasraya pusat di Jalan IR.H.Juanda No.34 Jakarta Pusat terlihat Landai. FOTO: FASIAL R SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

JAKARTA – Kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mulai disidang. Pelaksanaan sidang digelar pada Rabu (3/6) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung Bima Suprayoga yang menangani kasus dugaan korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya mengatakan lima tersangkanya akan menjalani sidang perdana, hari ini Rabu (3/6). Sidang yang beragendakan pembacaan dakwaan akan dilangsungkan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Benar sidang dakwaan besok (hari ini Rabu 3/6), dimulai pukul 10.00 WIB di pengadilan Tipikor Jakarta,” katanya, Selasa (2/6).

Dikatakannya kelima tersangka yang akan menjalani sidang adalah Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat, Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

Mereka dinilai bertanggung jawab atas kerugian negara sebesar Rp16,81 triliun dalam kasus korupsi di Jiwasraya. Namun Bima tidak menjelaskan apakah kelimanya akan didakwa dalam satu berkas yang sama atau terpisah.

“Besok didengarkan saja saat pembacaan dakwaan,” tambah Bima.

Kelimanya dikenakan pasal tentang tindak pidana korupsi. Sementara untuk Benny Tjokro dan Heru Hidayat, Kejaksaan juga menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Terkait apakah sidang akan dilaksanakan secara virtual, Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan pihaknya belum bisa memastikannya.

“Besok pagi Kepala PN akan menjelaskan,” katanya singkat.

Terpisah Soesilo Aribowo, kuasa hukum Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat menyebut kliennya tidak mempunyai persiapan khusus untuk hadapi sidang perdana tersebut.

“Pada sidang perdana ini masih tahap pembacaan dakwaan,” katanya.

Namun, Soesilo menegaskan pada persidangan nanti pihaknya akan membuktikan kliennya tidak dapat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Terlebih, proses jual beli saham TRAM dan PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) oleh Jiwasraya sudah memenuhi ketentuan regulator.

“Sejak awal saya katakan, ini persoalan pasar modal, seharusnya undang-undang yang digunakan adalah UU pasar modal dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang punya kewenangan,” dalih Soesilo.

Ditegaskannya, adapun penurunan nilai saham milik Heru setelah dibeli Jiwasraya, merupakan bagian mekanisme pasar.

“Itu adalah risiko bagi investor jika berinvestasi pada instrumen saham,” katanya.

Dia juga membantah adanya kongkalikong antara manajemen Jiwasraya dan Heru dalam penentuan harga saham sehingga Jiwasraya beli di harga tinggi.

“Tidak ada (penentuan harga saham), itu murni pasar. Kami juga mematuhi undang-undang pasar modal dan Otoritas Jasa Keuangan,” terangnya.

Dalam kasus ini, penyidik menduga telah terjadi korupsi terkait pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya.

Pertama Jiwasraya diduga tidak berhati-hati dalam mengelola keuangan yaitu pertama menempatkan saham sebanyak 22,4 persen dari aset finansial atau senilai Rp5,7 triliun. Lima persen di antaranya ditempatkan di saham perusahaan dengan kinerja yang baik.

Kedua, terkait penempatan untuk reksadana sebanyak 59,1 persen dari aset finansial atau senilai Rp14,9 triliun. Dua persen di antaranya dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja yang baik sedangkan 98 persen dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja buruk.

Dalam proses penyidikan, sejumlah aset milik para tersangka sudah disita seperti mobil mewah hingga sertifikat tanah. Aset yang disita antara lain mobil Mercedes Benz, mobil Toyota Alphard, dan motor Harley Davidson, mobil Mercedes Benz dan mobil Toyota Alphard.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here