Banyak Warga Susah, Dapur Umum Jalan

Dinas Sosial dan PMI Kota Tangerang Gelar Tenda Dapur Umum - FAJAR INDONESIA NETWORK
FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

TASIK – Dinas Sosial Kota Tasikmalaya akan mengaktifkan kembali dapur umum di masa new normal. Kali ini operasionalnya menggunakan dana APBD Kota Tasikmalaya sebesar Rp 70 juta.

Operasional dapur umum yang berlokasi di halaman Dinas Sosial Kota Tasikmalaya sempat terhenti sejak lebaran idul fitri. Selanjutnya, program nasi bungkus untuk warga itu telah dioperasikan kembali sejak Sabtu 30 Mei 2020.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Kota Tasikmalaya H Agus Jamaludin mengatakan sejak PSBB berakhir aktivitas di dapur umum terus berjalan, per harinya mendistribusikan nasi mencapai 300 bungkus. ”Permintaan dari tiap kelurahan masih ada, jadi aktivitas masih berjalan. Kita berdayakan tim dari Tagana dan relawan lainnya,” ucapnya kemarin.

Lanjut dia, anggaran untuk dapur umum selama PSBB berlangsung, menurut dia berasal dari anggaran perjalanan dinas yang digeser. ”Kalau anggaran yang sekarang saya kurang tahu, karena sekarang ada dibawah kesekretariatan, bukan di bawah bidang saya,” jelasnya.

Menurutnya, dapur umum tersebut akan tetap aktif selama ada permintaan dari masyarakat Kota Tasikmalaya. ”Terlepas kita sudah memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan banyak yang sudah beraktivitas seperti biasa, sementara masih ada yang kesulitan makan, tetap kita harus layani mereka,” ucapnya.

Ia tidak menampik kondisi masyarakat Kota Tasik banyak yang masih memprihatinkan untuk saat ini. ”Makanya untuk bantuan harus terus disalurkan kepada masyarakat, ekonomi pun belum pulih betul,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya H Nana Rosadi mengaku sudah mengajukan program dapur umum. Adapun anggaran yang sudah disetujui pemkot yakni sejumlah Rp 70 juta. “Kalau kemarin kan hasil swadaya, sekarang dari APBD,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (29/5).

Keberadaan dapur umum, menurutnya masih diperlukan karena pada fase new normal ekonomi masyarakat masih labil. Untuk itu, pihaknya tetap melaksanakan operasional dapur umum supaya memastikan warga bisa tetap makan.

Anggaran Rp 70 juta ditargetkan cukup untuk operasional selama 14 hari dengan penggunaan dana se-efisien mungkin. Jika dihitung-hitung per harinya dana yang digunakan sebesar Rp 5 juta. “Kita rencananya setiap hari menyiapkan 1.000 porsi lebih nasi bungkus, ” ujarnya.

Anggaran yang minim, kata Nana, dengan volume porsi yang banyak tentunya akan membuat menu alakadarnya. Dana itu, murni akan dibelanjakan kebutuhan makan tanpa ada alokasi untuk operasional petugas dan relawan. “Menunya bisa nasi, telur, sayur dan kerupuk, tapi setiap harinya bisa berubah,” katanya.

Adapun sasaran distribusinya, lanjut Nana, petugas dan relawan akan menyerahkan bantuan ke lansia dan warga yang melaksanakan isolasi mandiri. Namun tidak ada alokasi untuk ongkos, karena dana dialokasikan full untuk pengadaan nasi bungkus. “Karena kita memaksimalkan dana yang ada, dan untuk tambahannya kami juga ada beberapa dermawan yang membantu,” ujarnya.

Sementara itu, warga Purbaratu Kosim (43), mengatakan dirinya tidak paham kondisi new normal yang dimaksud pemerintah. ”Yang jelas saya masih susah cari uang, gak tahu ke depannya seperti apa,” paparnya. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here