18.708 Kendaraan Ditangkal Keluar-Masuk Ibukota

    FOTO: FAISAL R. SYAM/FAJAR INDONESIA NETWORK.

    JAKARTA – Sebanyak 18.708 kendaraan ditangkal masuk serta keluar Ibukota Jakarta. Sementara hasil Operasi Ketupat 2020 yang dilakukan tujuh Polda, sebanyak 132.582 kendaraan berhasil dihalau petugas.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan selama enam hari (27 Mei hingga 1 Juni) pihaknya menangkal sebanyak 18.708 kendaraan yang berupaya masuk atau keluar dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.

    “Sejak 27 Mei hingga 1 Juni 2020, Polda Metro Jaya telah memutar balikkan 18.708 kendaraan bermotor yang berupaya keluar masuk Jakarta,” katanya, Selasa (2/6).

    Dijelaskannya, kendaraan tersebut dipaksa kembali ke tempat asal karena tak mengantongi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang diatur dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi DKI Jakarta dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

    BACA JUGA: Pemerintah Ciptakan Food Estate untuk Jamin Ketahanan Pangan Nasional

    Dikatakan, belasan ribu kendaraan tersebut ditindak di 20 titik pos pemeriksaan SIKM yang tersebar di wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang.

    “Penyekatan dilakukan di 20 titik pos pemeriksaan SIKM yang tersebar di wilayah Jakarta, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

    Dibeberkannya, sembilan titik pos pemeriksaan berada di wilayah Jakarta dan merupakan penyekatan lapis pertama. Kemudian ada 11 pos penyekatan lapis kedua yang berada di wilayah yang berbatasan dengan Jakarta.

    “11 pos pemeriksaan itu merupakan akses masuk utama kendaraan dari daerah ke Jakarta, dengan sebaran di wilayah Kabupaten Bogor sebanyak empat titik, Kabupaten Bekasi sebanyak empat titik, dan Kabupaten Tangerang tiga titik,” ujarnya.

    Lebih jauh Yusri mengungkapkan pengendara yang melewati pos pemeriksaan SIKM di luar wilayah Jakarta, paling banyak tercatat di wilayah Kabupaten Tangerang yaitu sebanyak 7.571 kendaraan.

    BACA JUGA: Gus Miftah Klaim Lebaran Ketupat Tradisi Islam Nusantara, Netizen Ngamuk

    Selanjutnya di Kabupaten Bogor sebanyak 2.779 kendaraan dan di Kabupaten Bekasi sebanyak 2.423 kendaraan.

    Pengendara yang terjaring dan diputar-balik di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan tercatat sebanyak 3.637 kendaraan.

    “Selain diputar balik dan tidak boleh masuk ke Jakarta, petugas juga memberikan opsi kepada pengendara atau penumpang kendaraan untuk dikarantina selama 14 hari di tempat yang disediakan pemerintah,” katanya.

    Sementara selama 39 hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 (sejak Jumat 24 April hingga Senin 1 Juni) sebanyak 132.582 kendaraan dihalau petugas di tujuh Polda, mulai dari Lampung hingga Jawa Timur.

    BACA JUGA: Pemerintah Pertimbangkan Subsidi Listrik Hingga Desember 2020

    Kabag Penum Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan sebanyak 54.127 kendaraan dihalau terkait arus balik. Sedangkan 78.455 kendaraan terkait arus mudik.

    “Totalnya ada 132.582 kendaraan yang diputar balik selama 39 hari Operasi Ketupat 2020. Rinciannya saat arus mudik ada 78.455 kendaraan dan arus balik ada 54.127 kendaraan,” katanya di Kantor Bareskrim Polri.

    Dikatakannya, khusus pada hari ke-39 Operasi Ketupat atau Senin (1/6) tercatat 8.224 kendaraan terpaksa diminta putar balik di sepanjang Lampung hingga ke Jawa Timur.

    “Polda Metro yang paling banyak memutar balik kendaraan, ada 4.208 kendaraan. Lalu Polda Jawa Barat ada 1.659 kendaraan dan Polda Banten sebanyak 1.312 kendaraan,” terangnya.

    Untuk angka kecelakaan di hari ke 39 Operasi Ketupat 2020, tercatat ada 33 kejadian dengan korban meninggal dunia 11 orang, luka berat tiga orang, luka ringan 69 orang dan kerugian materiil Rp72 juta.

    BACA JUGA: Zaskia Gotik Umumkan Resmi Menikah Secara Negara Hingga Hamil

    Sebelumnya, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono menyebutkan jumlah kendaraan arus balik turun hingga 70 persen pada Operasi Ketupat 2020 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here