Kabar Haji Masih Gelap

    FOTO: DOK TERDAMPAK CORONA: Jemaah melakukan Tawaf al-Ifada, pada puncak peziarahan haji tahunan di Masjidil Haram di kota suci Mekkah, Arab Saudi. Merebaknya Virus Corona, berdampak pada penghentian sementara ibadah Umrah, dan ini pun dikhawatirkan menghalangi tahapan ibadah Haji musim 2020.

    JAKARTA – Pemerintah Indonesia sampai hari ini, Kamis (28/5) menyatakan, bahwa belum juga mendapatkan pengumuman terkait kepastian penyelenggaraan haji 1441 Hijriah/2020 Masehi dari Pemerintah Arab Saudi.

    Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu), Achmad Rizal Purnama menyatakan, bahwa Pemerintah Arab Saudi sampai hari ini belum mengambil keputusan apa pun terkait pelaksanaan Haji 2020.

    Informasi tersebut diperoleh berdasarkan komunikasi Kemlu RI dengan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, maupun dari perwakilan RI yang ada di Jeddah dan Ibu Kota Riyadh.

    “Sampai hari ini keputusan untuk ibadah Haji tahun ini belum dikeluarkan,” ujar Rizal, Kamis (28/5).

    Rizal menuturkan, meskipun Arab Saudi telah melonggarkan aturan karantina wilayah sebagai respons atas pandemi Covid-19, relaksasi tersebut belum mengarah ke keputusan penyelenggaraan haji tahun ini.

    “Relaksasi itu mencakup pembukaan kembali masjid-masjid di Arab Saudi, kecuali di Makkah, mulai 31 Mei mendatang,” katanya.

    “Namun, protokol kesehatan akan tetap diterapkan ketat, 20 menit sebelum azan masjid baru dibuka, dan 20 menit setelah shalat akan ditutup kembali,” imbuhnya.

    Sementara itu, Kementerian Agama berharap Pemerintah Saudi segera memberi kepastian mengenai keberlanjutan penyelenggaraan ibadah haji.

    Menurut Juru Bicara Kemenag, Oman Fathurahman, informasi kepastian penyelenggaraan haji sangat penting mengingat waktu pelaksanaan rukun Islam kelima itu semakin dekat.

    Selain itu, Kemenag harus melakukan beragam persiapan untuk penyelenggaraan haji seperti transportasi, konsumsi, akomodasi, kesehatan, dan hal terkait lainnya.

    “Informasi mengenai kepastian penyelenggaraan ibadah haji menjadi penting bagi kami dalam menyiapkan kebijakan serta peraturan yang diperlukan apabila haji akan dilaksanakan atau tidak dilaksanakan pada tahun ini,” kata Oman.

    Dapat disampaikan, Arab Saudi akan mulai mengurangi pembatasan pergerakan dan perjalanan pekan ini, setelah lebih dari dua bulan memberlakukan langkah-langkah ketat untuk menahan laju penyebaran virus corona. Pembatasan akan dicabut dalam tiga tahap, yang berpuncak pada diakhirinya jam malam mulai 21 Juni, kecuali di Mekkah. (der/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here