Di Lamteng, Muncul Keresahan Tentang Rapid Test

Skrining Covid-19 Pemprov Banten
Petugas Dines Kesehatan Provinsi Banten menggelar Rapid Test Covid-19 di halama pasar PD. Anyar Tangerang, Banten. (21/4). Dalam melaksanakan skrining, Dinkes Provinsi Banten menempatkan sepuluh (10) orang petugas kesehatan yang berasal dari lima (5) orang petugas dinkes provinsi dan lima (5) orang petugas dari dinkes kab/kota yang terdiri dari dokter, perawat, dan analis kesehatan pada setiap lokasi. Skrining Covid-19 dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

LAMPUNG – Polres Lampung Tengah mengadakan Analisa dan Evaluasi (Anev) Satgas Operasi Aman Nusa II Krakatau Covid-19 di aula Rupatama Sutan Cakra Buana. Dalam Anev, Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro menyatakan banyak timbul keresahan di tengah masyarakat terkait pandemi Covid-19.

“Banyak timbul keresahan di masyarakat. Termasuk opini yang berkembang terkait apakah rapid test merupakan alat yang sebenaranya untuk melakukan pengecekan Covid-19,” katanya.

Popon melanjutkan, harus ada penegasan penentuan standar operasional prosedur (SOP) terkait diagnosis pasien positif dan negatif yang dirilis.

“Diagnosis penentuan pasien positif dan negatif harus sesuai SOP. Mari kita sama-sama lebih aktif dalam upaya pemutusan mata rantai Covid-19. Semua elemen masyarakat harus bijak dalam pengunanan media sosial sehingga tidak muncul berita hoaks yang membuat kebingungan di tengah masyarakat. Keterbukaan informasi kepada masyarakat harus lebih dioptimalkan,” tegasnya.

Sedangkan Dandim 0411/LT Letkol CZI Buhannudin menyatakan ke depan akan dilaksanakan new normal. “Kegiatan pemulihan Covid-19 akan dioptimalkan. Dinas Kesehatan sebagai leading sector Pemkab Lamteng. Sementara TNI-Polri akan melaksanaan sesuai dengan tupoksi penegakan disiplin. Siaga penegakan protokol kesehatan ditambah satu bulan pelaksaan kegiatan 1 Juni-31 Juni 2020 secara serentak,” katanya.

Selama pelaksanaan siaga penegakan protokol kesehatan, kata Burhannudin, seluruh masyarakat, baik pertokoan maupun lainnya, wajib mematuhi protokol kesehatan.

“Semua wajib mematuhi protokol kesehatan. Pertokoan maupun lainnya harus menyediakan tempat cuci tangan. Wajib menggunkan masker serta social dan physical distancing sesuai protokol kesehatan Covid-19 harus benar-benar diterapkan,” ungkapnya.

Dalam Anev hadir Asisten I Pemkab Lamteng Kusuma Riyadi mewakili Bupati Loekman Djoyosoemarto, Kadiskes Lamteng dr. Otniel Sriwidiatmoko, Kepala BPBD Lameng Guntur Napitupulu, PJU Polres Lamteng, Pabung Kodim 0411/LT, anggota DPRD, serta tenaga kesehatan Lamteng kurang lebih 30 orang. (sya/sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here