Pohon Roboh hingga Banjir Sapu Kota Palembang

Suasana Hari Ke Dua Pasca Banjir di Tangerang- FAJAR INDONESIA NETWORK
Sejumlah wilayah Kota tangerang setelah pasca banjir di Jalan K.H Hasyim Ashari, Ciledug, dan Pasar di Kota Tangerang, Banten, (25/2). Hujan lebat yang mengguyur sejak Selasa (25/2/2020) dini hari serta buruknya sistem drainase menjadi penyebab banjir di wiayah tersebut. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

PALEMBANG – Tantangan Pemkot Palembang tak hanya penertiban Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saja. Cuaca juga harus diwaspadai. Buktinya, kemarin (22/5). Hujan deras dan angin kencang cukup memporakporandakan kota. Beberapa reklame tumbang. Lalu, warung-warung kecil roboh. Kemudian, beberapa titik jalan banjir.

Pantauan Sumatera Ekspres, reklame tumbang terjadi di Jalan Radial Palembang. Reklame itu tutupi sebagian jalan. Untungnya kendaraan masih bisa lewat dibawah reklame tersebut. Kemudian, beberapa bangunan kios juga terihat roboh di kawasan Jalan Kapten Rivai. Sedangkan pohon tumbang terjadi hampir di seluruh jalan di Palembang. Ada yang besar dan ada yang kecil. Seperti di kawasan Bukit Kecil.

“Untung mobil pacak lewat. Agak takut jugo kalo ketimpo baliho itu,” kata salah satu pengendara yang melintasi Jalan Radial, Della. Dia juga mengaku ketika membawa kendaraan berupaya menghindari pepohononan agar tak tertimpa. “Bahayo kak, apolagi anginnyo kenceng, takut gek jadi korban,” ujarnya.

Sedangkan banjir terjadi di beberapa titik. Seperti di Jalan Sultan M Mansyur. Lalu sepanjang jalan Kapten A Rivai, dan sebagian jalan di Kota Palembang lainnya. “Iyo nah, mogok motor laju gara-gara nerobos bankir,” kata Jeni, seorang perempuan yang melintas di Jalan Kapten A Rivai.

Kepala Dinas PeraKP Kota Palembang, Afan Prapanca mengatakan, hujan deras disertai angin kencang tersebut membuat sekitar 20 pohon roboh. Seperti di Jl Soekarno Hatta, Jalan Demang Lebar Daun, Jalan Talang Kerangga, Jalan Puncak Sekuning, Jalan POM IX, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Perum Sako, Jalan Sofian Kenawas Gandus, Jalan Kapten Abdullah, dan beberapa wilayah seberang ulu.

“Saat ini armada kami sedang menindak di lokasi-lokasi, alhamdulillah sebagian lokasi sudah tertangani,” ungkapnya, kemarin (22/5). Sedangkan, untuk baliho yang juga roboh akibat diterjang angin, pihaknya menyatakan bukan menjadi bagian tanggung jawab PeraKP. “Untuk baliho bukan kewenangan pihak kami,” katanya.

Sementara pustu di Air Itam Gandus juga tak dapat menahan kuatnya terjangan cuaca tiga hari sebelumnya. “Kena puting beliung, ambruk. Kita minta segera ditangani/benahi dari Dinas PUPR,” kata Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa meninjau ke lokasi sebelum melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi pohon dan baliho roboh.

Kepala BMKG Sumsel, Nuga Putrantijo mengatakan Seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa memang kondisi masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau berpotensi terjadinya cuaca ekstrem yaitu hujan lebat yang tiba-tiba disertai angin kencang dan petir dengan durasi cukup singkat.

“Sesuai dengan prakiraan BMKG bahwa Sumsel masuk musim kemarau pada bulan Juni, sehingga potensi cuaca ekstremnya masih berpeluang terjadi,” katanya. Untuk cuaca ekstrem ini, BMKG Stasiun Meteorologi SMB II akan mengeluarkan peringatan dini minimal 1 jam sebelum kejadian berlangsung, dan akan terus dilakukan pemutakhiran bila kondisi belum normal. (wly/cj10/kos/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here