Terpapar Covid-19, Satu Tenaga Medis Isolasi Mandiri

BANDAR LAMPUNG – Penambahan pasien positif terpapar Virus Corona (Covid-19) di Lampung kembali terjadi. Satu di antaranya merupakan tenaga medis yang bekerja di Kota Bandar Lampung.

Kepala Dinas Provinsi Lampung, Reihana membenarkan hal tersebut. ”Tenaga medis yang terkonfirmasi positif Covid-19 yakni pasien dengan nomor 105 seorang perempuan berusia 24 tahun bertugas di rumah sakit pemerintah di Bandarlampung,” ungkapnya, Jumat (22/5).

Dengan penambahan ini berarti total ada 105 kasus di Lampung. ”Empat pasien itu beridentitas warga Bandarlampung. Saat ini sedang menjalani isolasi. Dari data yang kami miliki, perempuan itu memiliki riwayat perjalanan ke daerah zona merah, namun saat di lakukan swab pada tanggal 18 Mei 2020 hasil swab awalnya positif Covid-19,” urainya.

Sementara, pasien nomor 102 dan 103 merupakan pasien yang didapatkan dari hasil penelusuran (tracing) dari pasien positif sebelumnya nomor 85. ”Untuk keduanya pasien merupakan wanita. Usia 29 dan 48 tahun. Sama, mereka pun menjalani isolasi mandiri,” kata dia.

Nah untuk, pasien nomor 104 seorang perempuan usia 27 tahun. Ini pun diketahui dari hasil tracing dari pasien nomor 69 yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19.

”Ke empat pasien ini adalah orang tanpa gejala (OTG) yang terkonfirmasi positif,” kata dia.

Dari 105 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Lampung 64 pasien masih dalam perawatan, 34 lainnya dinyatakan sembuh dan tujuh orang diantaranya meninggal dunia.

Sekadar diketahui, di Lampung pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 98 orang, dengan rincian 14 masih dalam perawatan, 66 dinyatakan negatif, dan 18 lainnya wafat.

Sedangkan, orang dalam pemantauan (ODP) mencapai angka 3.136 dengan rincian 81 masih dalam pemantauan, 3.050 sudah selesai dipantau selama 14 hari dan lima lainnya meninggal dunia.

Terpisah, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resminya mengatakan, terjadi penambahan 634 orang sehingga totalnya menjadi 20.796

Sedangkan pasien sembuh menjadi 5.057 setelah ada penambahan 219 orang dan kasus meninggal menjadi 1.326 dengan penambahan 48 orang.

”Kasus konfirmasi Covid-19 meningkat sebanyak 634 orang, sehingga totalnya menjadi 20.796. Kasus sembuh meningkat 219 orang, sehingga totalnya menjadi 5.057. Kasus meninggal 48 orang sehingga total menjadi 1.326 orang,” ungkapnya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (22/5).

Akumulasi data tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 229.334 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 69 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 35 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 145 lab. Secara keseluruhan, 168.969 orang telah diperiksa dan hasilnya 20.769 positif dan 148.173 negatif.

Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 47.150 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 11.028 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 395 kabupaten/kota di Tanah Air.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas, lima provinsi angka kasus positif terbanyak adalah Provinsi DKI Jakarta dengan total kasus 6.400 disusul Jawa Timur sebanyak 3.129 Jawa Barat 2.002, Jawa Tengah 1.234, Sulawesi Selatan 1.201 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 20.796 orang.

Kemudian untuk sebaran kasus sembuh dari 34 Provinsi di Tanah Air, DKI Jakarta tertinggi yakni 1.510 kemudian Jawa Barat 432, Sulawesi Selatan 417, Jawa Timur sebanyak 413, Bali 284, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 5.057 orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here