Bahtiar: Bangkitlah, Demokrasi Mampu Terbangun dengan Optimisme

KAPUSPEN BAHTIAR/FOTO DOK.

JAKARTA – Wabah Virus Corona (Covid-19) nyaris membelenggu sendi ekonomi dan kehidupan di 220 negara. Begitu pentingnya mengedepankan sikap optimisme dan gotong-royong dalam merajut kehidupan berbangsa.

Ini disampaikan Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Bahtiar dalam Diskusi online yang digagas Badan Saksi Nasional DPP Partai Golkar, Kamis (21/5).

”Bangsa harus bangkit. Inovasi, ilmu dan tekhnologi, serta gotong-royong adalam modalnya. Kita memiliki itu. Kehidupan demokrasi yang tetap berjalan. Menjaga keberlangsungan kehidupan dengan optimisme berarti menjaga  kedaulatan rakyat. Maka sebarkanlah sikap optimisme itu,” tutur Bahtiar.

Baca juga: Terbitkan Perppu, Presiden Tunda Pilkada

Wabah Covid-19 yang melanda global memiliki tantangan khusus yang belum pernah dialami penyelenggara Pemilu di belahan dunia manapun. ”Kita sadari itu. Terjadi trial dan error di hampir belahan dunia. Dari sini kita belajar,” imbuhnya.

Banyak cara yang bisa diadopsi oleh semua pihak, untuk kembali pada kehidupan normal. ”Kita bisa belajar dari negara tetangga. Dari sistem kebijakan yang berlaku, hingga tekhnologi yang diterapkan. Tak terkecuali sistem demokrasi penyelenggara Pemilu,” terangnya.

Indonesia memiliki pengalaman, pun sebaliknya negara tetangga. ”Pengalaman menghadapi Pemilu atau Pilkada dalam situasi wabah, menjadi bekal bagi kita. Kita sadari, kultur, tipikologi, geografis maupun sistem kerap beragam, tapi inilah cara, untuk kita mengadopsi hal yang baik. Sama-sama kita belajar,” urai Bahtiar.

Bahtiar pun secara lugas menyinggung, pelaksanaan Pilkada Serentak yang diagendakan pada 2020. ”Jelas ini menjadi tantangan demokrasi tersendiri. Bagaimana kita menjamin kedaulatan rakyat, dan fokus paling penting bagaiman pelaksanaanPilkada menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat,” tegas Bahtiar.

Pada posisi ini, sambung Bahtiar, Kemendagri, Kemenkes, Gugus Tugas Covid-19 dan aparat lainnya pada prinsifnya siap mendukung sepenuhnya keberlangsungan gelaran demokrasi.

”Tapi kita pun harus termasuk mempertajam protokol kesehatan. Menyiapkan bagaiman pemerintahan, masyarakat,  layanan kesehatan di lapangan kuat mendukung pelaksanaannya. Saya kira kondisi dan syarat itu bisa diatasi. Duduk satu meja untuk memformulasikannya,” terangnya.

Baca juga: Soal Pilkada, Tunggu Instruksi Pusat

Bahtiar juga menyinggung soal keterlibatan semua pihak dalam menyukseskan Pilkada serentak. ”Masyarakat memiliki peranan penting untuk terlibat. Tapi waji pula patuh pada protokol kesehatan. Optimisme itu harus terus digelorakan. Bangsa ini bangsa besar, fase panjang telah dilalui. Bergandengan tangan, memutus mata rantai wabah, dan mematuhi tata protokol kesehatan, akan menjadi kunci penting pelaksanaan hajat demokrasi di negeri ini,” pungkas Bahtiar.

Sebelumnya, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) mengajak pemerintah daerah se-Indonesia untuk bersiap menyambut konsep new normal alias tatanan kehidupan baru untuk menghindari dampak buruk pandemi Covid-19 secara berkelanjutan.

”Kita di daerah melihat sendiri bagaimana pandemi Covid-19 ini telah memukul sendi-sendi kehidupan masyarakat, mulai dari aspek kesehatan sampai sosial-ekonomi. Sekarang adalah waktunya kita bersiap diri menyambut new normal secara bertahap. Karena bagaimana pun, daerah-daerah harus bangkit berbenah kembali membangun ekonomi masyarakatnya,” ujar Ketua Umum APKASI Abdullah Azwar Anas.

Anas mengatakan, prinsip tata kehidupan baru berporos pada tiga hal. Pertama, tetap memprioritaskan penanganan Covid-19 dengan terus memperbaiki berbagai mekanisme, mulai ketersediaan tempat tidur isolasi, alat-alat kesehatan, pendeteksian (tracing), hingga mendukung langkah pemerintah pusat memperluas pengetesan berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR).

Baca juga: Pilkada Ditunda, Yasonna Bilang Ini Demi Kualitas

Kedua, disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19. ”Di mana-mana kita gelorakan protokol-protokol seperti cuci tangan pakai sabun, jaga jarak aman, memakai masker. Hal ini bisa kita tindak lanjuti di daerah, misalnya, dengan peraturan semua pengunjung pasar tradisional dan modern harus memakai masker, yang tak pakai masker dilarang masuk,” ujar dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here