127 Nakes RSUD Tidar Dinyatakan Negatif

Pengambilan Swab Test Sampel Spesimen
Petugas medis mengambil sampel swab test spesimen dari hidung Orang dalam Pemantauan (ODP) saat pelaksanaan swab test drive thru di halaman Labotarium Kesehatan Daerah (LABKESDA) Kota Tangerang, Banten, (5/5). Pemerintah Kota Tangerang melaksanakan swab test drive thru untuk mengetahui pasien positif yang terpapar virus corona (Covid-19), yang di lakukan untuk tenaga medis dan Orang Dalam Pantauan. FOTO: FAISAL R SYAM / FAJAR INDONESIA NETOWRK.

MAGELANG SELATAN – Kabar baik muncul dari Kota Magelang terkait penanganan Covid-19. Pasalnya, dari 127 tenaga kesehatan (nakes) RSUD Tidar yang menjalani tes swab seluruhnya dinyatakan negatif. Lebih menggembirakan lagi, seorang nakes RSUD Tidar yang sebelumnya dinyatakan positif terpapar virus corona akhirnya sembuh.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto mengatakan, hasil tes ke-127 nakes sudah keluar beberapa waktu lalu.

“Alhmadulillah tenaga kesehatan sudah dites dan seluruhnya negatif. Kemudian, jumlah pasien positif corona yang berhasil disembuhkan juga bertambah menjadi tujuh orang,” kata Majid, Selasa (19/5).

Menurut Majid, RSUD Tidar menjadi salah satu lokasi penyebaran virus corona. Pasalnya seorang tenaga kesehatan dinyatakan positif, setelah kontak dengan salah satu pasien corona.

Tenaga kesehatan berjenis kelamin laki-laki itu diduga tertular dari seorang pasien positif terpapar corona. Mereka melakukan kontak saat pasien belum diindikasi terpapar virus corona.

“Tenaga kesehatan ini sempat merawat pasien di bangsal umum. Belakangan, pasien tersebut dinyatakan positif Covid-19, jadi dia ikut tertular,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, pascakeluar hasil uji swab, pihaknya secepatnya melakukan pemeriksaan, baik tenaga kesehatan lain di RSUD Tidar maupun orang-orang yang pernah melakukan kontak dengannya maupun dengan pasien yang positif.

“Jika dengan upaya tes cepat, pemeriksaan akan langsung dilakukan dengan tes polymerase chain reaction (PCR),” ujar Majid.

Majid merinci riwayat tenaga kesehatan terpapar corona ini sempat merawat pasien di bangsal umum. Pasien itu diketahui tidak memiliki gejala klinis khas yang mengarah Covid-19 sehingga dirawat di bangsal umum. Setelah membaik dan dinyatakan sehat, pasien dibolehkan pulang ke rumah.

Pasien baru diketahui membawa virus corona saat Dinkes Kabupaten Magelang melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang memiliki kontak dengan klaster Ijtima Ulama Gowa, Sulawesi Selatan. Rupanya, pasien tersebut salah satunya. Dari hasil pemeriksaan, pasien ini dinyatakan positif Covid-19, awal Mei lalu.

“Setelah mendapatkan informasi tentang status pasien, maka langsung dilakukan pemeriksaan terhadap tenaga kesehatan yang merawat pasien tersebut di RSUD Tidar. Sekarang dia berhasil sembuh, setelah dirawat lebih dari 14 hari,” ucapnya.

Majid yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang itu menyebutkan bahwa selain nakes sembuh, jumlah kasus meninggal dunia terkait virus corona juga bertambah satu orang, sehingga totalnya ada 8 orang.

”Akan tetapi, satu orang ini adalah orangtua atau lansia, dan datang ke RSUD Tidar sudah dalam kondisi meninggal dunia. Kata pihak keluarga, dia punya penyakit riwayat jantung. Statusnya masih orang dalam pemantauan (ODP) dan kita masih menunggu hasil tesnya,” ujarnya.

Berdasarkan informasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang, Selasa (19/5) pukul 18.00 WIB jumlah ODP tidak bertambah sebanyak 257 orang. Namun, 232 orang di antaranya telah dinyatakan sehat.

Kemudian, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 31 orang, sedangkan 22 orang di antaranya dinyatakan sembuh. Selanjutnya, untuk kasus positif 22 orang dengan mereka yang sembuh sebanyak 7 orang. Untuk kasus meninggal total berjumlah 8 orang. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here