Normalisasi Kali Perancis, Beban Pemkab Tangerang Bertambah
TANGERANG- Sejak dua tahun silam, Normalisasi Kali Perancis terus dilakukan. Namun tak kunjung ada hasilnya. Hingga kini, tumpukan sampah yang mengambang di saluran air di Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang menimbulkan aroma tidak sedap. Penumpukan sampah tersebut diduga akibat ulah penghuni bangunan di bantaran kali yang membuang sampah sembarangan. Sejak tahun 2019, Pemkab Tangerang telah menganggarkan proyek normalisasi itu sebesar Rp4,8 miliar. Nama pemenangnya pun telah keluar yakni, CV Putra Kosambi Jaya. Sayangnya, kondisi saluran pembuangan yang mengalir dari Bandara Soekarno-Hatta ke Teluk Jakarta yang diharapkan jernih dan bersih dari sampah nyatanya kian memprihatinkan. Sampah masih mengambang di sungai. Masalahnya pun muncul, yakni keterbatasan dana, Kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Kabid Perencanaan dan Praswil Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda ) Kabupaten Tangerang Erwin Mawardy mengakui bahwa memang pada awal pembuatannya Kali Perancis itu fungsinya sebagai saluran pembuangan dari Bandara Soekarno-Hatta. "Namun demikian seiring dengan perkembangan kota, saluran tersebut juga dimanfaatkan oleh seluruh stakeholder sebagai saluran pembuangan dari rumah-rumah maupun kegiatan lainnya sehingga fungsinya sudah seperti sungai," katanya, Selasa (12/5). Dirinya juga mengatakan bahwa didalam database Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), bahwa saluran tersebut sudah masuk kategori sungai yang kewenangannya di kelola oleh pemerintah pusat."Dalam hal ini Pemkab Tangerang dikarenakan keterbatasan anggaran pusat, sehingga melakukan inisiatif untuk menormalisasi sungai atau kali tersebut dengan terlebih dahulu berkonsultasi dan berkoordinasi dengan BBWSCC selaku pemegang kewenangan,"terangnya. Ia juga menambahkan, Angkasa Pura sebagai pemakai sudah tidak ada keterkaitan lagi. Semuanya pun bertumpu kepada BBWSCC. "Dan dalam pelaksanaan fisik dilapangan, siapapun boleh membantu menormalisasi asalkan berkoordinasi dengan BBWSCC," tandasnya. (dbs/fin)