Naik Lagi, 587 Pekerja Migran Ikut Terpapar

HomeNasionalNaik Lagi, 587 Pekerja Migran Ikut Terpapar

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali mencatat jumlah peningkatan kasus sembuh Covid-19 per hari ini Minggu (10/5) pukul 12.00 WIB menjadi 2.698 setelah ada penambahan sebanyak 91 orang.

”Kasus sembuh kita dapatkan tambahan hari ini 91 orang sehingga total 2.698 orang,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (10/5).

Kemudian untuk sebaran kasus sembuh dari 34 Provinsi di Tanah Air, DKI Jakarta menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 803, disusul Sulawesi Selatan 265, Jawa Timur sebanyak 230, Bali 204, Jawa Barat 202, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 2.698 orang.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis. Di sisi lain, jumlah kasus terkonfirmasi positif menjadi 14.032 setelah ada penambahan sebanyak 387 orang.

Sedangkan jumlah kasus meninggal yang disebabkan Covid-19 bertambah menjadi 973 setelah ada penambagan sebanyak 14 orang. Dalam hal ini, ada faktor penyakit penyerta atau komorbiditas hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit paru-paru, yang memperburuk kondisi pasien hingga meninggal dunia.

Yuri menambahkan bahwa data tersebut sekaligus menjadi ukuran seberapa masyarakat dapat mematuhi aturan pemerintah dan anjuran protokol kesehatan sebagai langkah untuk memutus rantai penularan Covid-19. ”Gambaran ini menjadi poin seberapa disiplin kita untuk mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, tidak mudik dan menjalankan aturan pemerintah,” kata Yuri.

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan data positif Covid-19 di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 17 kasus, Bali 311 kasus, Banten 533 kasus, Bangka Belitung 29 kasus, Bengkulu 37 kasus, Jogjakarta 153 kasus, DKI Jakarta 5.190 kasus.

Selanjutnya di Jambi 64 kasus, Jawa Barat 1.437 kasus, Jawa Tengah 978 kasus, Jawa Timur 1.502 kasus, Kalimantan Barat 120 kasus, Kalimantan Timur 218 kasus, Kalimantan Tengah 193 kasus, Kalimantan Selatan 263 kasus, dan Kalimantan Utara 131 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 101 kasus, Nusa Tenggara Barat 330 kasus, Sumatera Selatan 278 kasus, Sumatera Barat 299 kasus, Sulawesi Utara 71 kasus, Sumatera Utara 179 kasus, dan Sulawesi Tenggara 76 kasus.

Adapun di Sulawesi Selatan 722 kasus, Sulawesi Tengah 83 kasus, Lampung 66 kasus, Riau 73 kasus, Maluku Utara 54 kasus, Maluku 32 kasus, Papua Barat 70 kasus, Papua 308 kasus, Sulawesi Barat 62 kasus, Nusa Tenggara Timur 12 kasus, Gorontalo 19 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus.

Akumulasi data tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 158.273 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 53 laboratorium dan TCM di 1 laboratorium Wisma Atlet. Sebanyak 113.452 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 14.032 positif dan 99.420 negatif.

Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 248.690 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 30.317 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 373 kabupaten/kota di Tanah Air.

Sementara itu, data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat terdapat 587 pekerja migran Indonesia (PMI) terpapar Covid-19 dengan 224 orang sudah dinyatakan positif, menurut laporan Atase Ketenagakerjaan di 11 negara penempatan.

Dalam konferensi video bersama Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah pada Minggu, para Atase Ketenagakerjaan melaporkan terdapat total 587 PMI atau tenaga kerja Indonesia (TKI) terpapar COVID-19. Yang sudah dinyatakan positif adalah sebanyak 224 orang, 353 orang tengah menjalani karantina dan 10 orang meninggal dunia.

”Kami minta kepada para Atase Ketenagakerjaan untuk meningkatkan upaya perlindungan dan penanganan kasus PMI akibat wabah virus corona atau Covid-19 di negara- negara penempatan,” kata Menaker.

Dari 224 PMI yang positif dan menjalani perawatan 108 orang berada di Malaysia, 40 orang di Uni Emirat Arab, 37 orang di Arab Saudi, 18 PMI berada di Qatar, 13 orang di Kuwait, lima orang di Singapura, dua orang di Taiwan dan seorang PMI di Brunei Darussalam.

Untuk PMI yang menjalani karantina, dari 353 orang terbagi di Korea Selatan, Qatar, Arab Saudi dan Kuwait. Sedangkan untuk 10 PMI yang meninggal berada di Jeddah, Arab Saudi.

Berkaca dari hal itu, Menaker Ida berharap para atase untuk terus memantau kondisi PMI di negara penempatan masing-masing dan meminta mereka mengimbau PMI untuk tidak pulang ke Indonesia sebagai bagian usaha memutus rantai penyebaran Covid-19.

”Para Atase Naker saya minta waspada 24 jam, ponsel jangan dimatikan, agar anak-anak kita bisa mengadu kapan pun. Ingat, orang sakit kan tidak kenal jam dan waktu. Jangan bosan memberi tahu anak-anak kita supaya 4 Jangan: Jangan mudik, Jangan lupa masker, Jangan kumpul-kumpul dan Jangan Lupa Cuci Tangan,” imbuhnya.

Dia juga berpesan kepada para PMI untuk melaporkan jika merasa sakit dan ikut tes cepat yang dilakukan pemerintah setempat dan menjalani karantina dengan serius jika diminta oleh otoritas di negara penempatan. (fin/ful) 

Baca Juga

Berita Terbaru