Indonesia Minta Harga Vaksin Terjangkau

HomeInternasionalIndonesia Minta Harga Vaksin Terjangkau

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyampaikan, bahwa berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai saat ini lebih dari 120 vaksin telah dikembangkan di seluruh dunia. Tujuh di antaranya dalam tahapan uji klinis.

Tujuh vaksin yang sudah masuk uji klinis yakni terdiri dari Adenovris Type 5 Vector, ChAdOx1, DNA Plasmid Vaccine dengan electroporation, Inactivated, Inactivated+Alum, mRNA, dan LNP-encapsulated mRNA.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menuturkan, saat ini sudah ada 120 vaksin virus corona (Covid-19) yang tengah dikembangkan berbagai badan penelitian di seluruh dunia. Tujuh di antara ratusan vaksin tersebut sedang dalam tahapan uji klinis.

Ketujuh vaksin itu sedang dikembangkan berbagai lembaga penelitian mulai dari Universitas Oxford di Inggris, Moderna Inc di Amerika Serikat, hingga Beijing Institute of Biotechnology di Cina.

“Saya ingin mengutip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa sampai saat ini lebih dari 120 vaksin telah dikembangkan di seluruh dunia. Tujuh di antaranya dalam tahapan uji klinis,” kata Retno, Rabu (29/4).

Retno menegaskan, bahwa dunia internasional patut memastikan bahwa seluruh negara, terutama negara berkembang dan kurang berkembang, bisa mendapatkan akses dan harga yang terjangkau ketika vaksin corona sudah ditemukan.

“Rezim paten internasional selama ini sering tidak compatible dengan kepentingan umat manusia di dunia, terutama dari negara berkembang dan kurang berkembang,” ujarnya

Retno menyatakan Indonesia akan terus berupaya mendorong rezim paten internasional (The International Patent System/WIPO) untuk mewujudkan akses yang adil terhadap vaksin bagi negara berkembang dan kurang berkembang.

“Indonesia akan terus mendorong pemanfaatan rezim paten internasional yang diatur dalam mekanisme Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) maupun WIPO dalam menjajaki berbagai langkah inovatif untuk memastikan hal tersebut,” ujar Retno.

Menurut Retno, Indonesia juga masuk ke dalam perkumpulan negara yang tergabung dalam inisiatif WHO dalam mencari pengobatan yang tepat terhadap pasien corona.

“Sejauh ini empat obat tengah diuji coba demi mencari perawatan yang tepat yakni remdisivir, liponafir, liponafir-ritonafir, interferon, dan cloroquine,” pungkasnya. (der/fin)

Baca Juga

Berita Terbaru